Suamiku Mahal Pujian

Suamiku Mahal Pujian
Episode 7


__ADS_3

Aku masih mencerna ucapan suamiku. Aku belum bisa menebak apa maksudnya. Aku menatap netra coklat miliknya. Sangat indah, aku sangat menyukainya. Dia mengerti maksud tatapanku, dia tersenyum seraya menjawab.


"Aku seorang yang pendiam, sulit beradaptasi. Dan kamu seseorang yang bisa melengkapi itu. Kamu kebalikan dari semua sifat aku Sayang, makanya kita jodoh."


Senyumannya itu lho, aku sangat tak tahan melihatnya. Ingin sekali aku menciumnya detik ini juga.


"Aku mencintaimu Irsyad Adi Prayoga." Ucapku sembari memeluknya. Dia membalas pelukanku.


"Kita pulang yuk? Sebentar lagi dzuhur Yang, biar kita bersih-bersih dulu sebelum shalat." Ajaknya, aku menurut saja.


Lagi pula aku sudah puas berkeliling dan juga makan.


******


Kurebahkan tubuhku di atas ranjang. Rasanya sangat lelah sekali. Tapi suamiku seperti biasa-biasa saja.


Dia segera ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Aku menunggunya sembari memejamkan mata. Lumayan kan meskipun hanya 15 menitΒ  tapi bisa mengusir rasa lelahku ini.


Tak berapa lama, sayup-sayup aku mendengar suara seseorang memanggilku. Aku mengerjapkan mata, mengumpulkan kesadaranku.


"Sayang bangun, mandi dulu sana! Kita shalat berjema'ah." Katanya sembari mengelus pipiku.

__ADS_1


"Kok kamu udah selesai aja Yang, baru aja satu menit aku merem." Kataku dengan suara khas bangun tidur.


Dia malah tertawa, memperlihatkan deretan giginya. Aku merasa bingung, memang benar kan aku baru tidur satu menit yang lalu?


"Ini udah jam berapa Sayang? Kamu tidur udah ada setengah jam tahu."


"Hah! Apa? Masa iya sih Beb, perasaan baru bentar deh." Kilahku, kekeh aku merasa tidur baru satu menit.


"Cepatan mandi Yang! Waktu shalatnya keburu habis."


Aku segera berlari ke kamar mandi, waktu shalat tersisa satu jam lagi. Dia telah siap dari tadi sepertinya. Dia telah mengenakan baju koko dan juga sarung, tak lupa peci hitam di kepalanya.


******


"Sayang," panggilnya dengan suara parau.


Deg! Jantungku terasa berhenti berdetak. Aku tahu maksud dari suaranya yang khas ini. Aku harus menyiapkan diriku.


"Iya Sayang," jawabku setenang mungkin.


Padahal dalam dadaku berdebar hebat. Dia menurunkan pandangannya ke arahku. Mengecup bibirku sekilas.

__ADS_1


Aku sudah sangat paham kode seperti ini. Lalu dia ******* bibirku lembut, aku menikmatinya. Darahku berdesir hebat. Seperti pertama kali melakukannya.


Lama-lama ciumannya semakin turun. Aku sudah tidak bisa mengelak lagi. Satu per satu kancing bajuku dibukanya.


Aku hanya pasrah dengan keinginannya. Tangannya yang tak berhenti beraktifitas membuatku semakin panas dingin saja.


"Aaa aku tadinya ingin istirahat, malah harus 'kerja' keras begini. Mas Irsyad keterlaluan!" Geramku dalam hati.


Dan siang itu kami melakukannya. Dia berhenti ketika adzan ashar berkumandang.


******


**Assalamu'alaikum Readers


Selamat malam, aku mau ngucapi makasih buat kalian yang udah mau baca karya receh dari Euceu πŸ˜† Maaf kalau karyanya masih acak-acakan, maklum masih belajar.


Dukung karya kedua ku ini ya, dengan cara like, komen dan juga vote. Jangan lupa kasih bintang 5 πŸ˜‚


Kalian juga bisa baca karyaku yang satunya lagi, judulnya KISAH KITA, kalian bisa cek aja profil aku.


InsyaAllah aku akan Up setiap harinya. Mau di novel yang ini atau pun yang satunya lagi. Oke Readers segitu aja deh promosinya, takut kepanjangan 😁 Jangan lupa tinggalin jejak, Oke? πŸ˜…**

__ADS_1


__ADS_2