
Uang Jajan Haikal
Sambil menunggu makan malam.
Ibu dan Ayana sibuk di dapur. Kirana berdiam diri di kamarnya, menjalankan tugas dan
perannya sebagai fans. Ayah juga terlihat sedang menyibukan diri di ruang
kerjanya.
Sementara itu dua pria muda yang
ada di rumah ini sedang berkumpul, mari kita dengarkan apa yang dibicarakaan
mereka.
Renan mendekat ke karpet di ruang
tv, sementara Haikal sudah ada disitu
sedari tadi, sedang asik bermain game dengan hpnya, tiduran dengan bersandar
di bantal besar di karpet. Kaki kirinya dia tekuk, santai seperti tidak punya
tugas kuliah saja dia.
“ Main apa?” Renan ikut tiduran
di samping Haikal, memakai satu bantal yang sama untuk menyandarkan kepala. Dia
juga mengeluarkan hpnya.
“ Bang suka main game gak?” Tanya Haikal, dia masih belum mengalihkan
mata dari layar hp. Perang semakin sengit begitu terlihat dia memicingkan mata,
geregetan.
“ Gak” cepat sekali menjawab,
Haikal yang sudah mau pamer pencapaian permainannya jadi tersenyum kecut.
“ Kalau habis kerja terus pulang
ke rumah Bang Renan ngapain? gak pernah main game?” Terus bertanya lagi tapi dia
masih asik menghabisi lawan-lawannya di game.
“ Main sama Kak Aya, lebih seru.”
Apa! Dasar bucin gila. Menjawabnya
yakin sekali. Gak perpikir apa yang diajak ngobrol pemuda polos begini.
Renan sudah bangun dan duduk, meletakan
hp yang sebentar saja dia pegang tadi, dia mengeluarkan dompetnya, menumpuk dua
tumpukan uang, terlihat sekali nominalnya berbeda.
“ Taro hpmu, mau uang jajan gak?”
begitu katanya.
Mendengar instruksi barusan, Haikal
melemparkan langsung hpnya ke kakinya. Tidak melirik sama sekali. Dia sudah duduk bersila di hadapan Renan yang juga duduk bersila. Uang ada di dekat kakinya.
“ Mau donk bang.” Nyegir bahagia.
Dia memperhatikan uang berjajar di
karpet. Hemm, mau apa lagi ni kakak ipar, begitu dia curiga. Meyakini, setelah
memperhatikan dengan seksama sepertinya jumlah keduanya sangat berbeda.
“ Mau yang mana?” Renan menjentikan
tangannya di atas tumpukan uang secara bergantiaan. Mengoda iman yang lemah terhadap
rupiah. (Haha @LaSheira)
“ Yang lebih banyak bang.” To the
poin, tanpa malu-malu sedikitpun.
“ Ceritakan kelemahan Mas Gilang?”
Pertanyaan pertama Renan sudah membuat Haikal mengeryit.
Mas Gilang, kenapa dengan mas Gilang, kupikir dia mau melaraangku memeluk
kak Aya atau menempel pada kak Aya atau semacamnya yang ada hubungannya dengan
__ADS_1
istrinya.
“ Kenapa? Gak mau cerita.” Renan
sudah berwajah masam.
“ Bukanya gak mau cerita bang, mas
Gilang memang gak punya kelemahan apa-apa.” Haikal mencari aman menjawab.
Renan sudah meletakan tangannya
di tumpukan uang yang terlihat sedikit, Haikal yang panik.
“ Tapi...” jawaban Haikal menggantung.
“ Tapi apa?”
Masih bisa terselamatkan nasibku
begitu kira-kira pikir Haikal.
“ Mas Gilang memang gak punya
kelemahan apa-apa bang. Dia orang baik, gak pernah pacaran juga sebelum
menikah. Jadi kak Desta itu cinta pertama sekaligus menjadi jodoh sehidup
sematinya.”
“ Memmm.” Giliran Renan yang
berdecak kagum, ternyata saingannya lumayan juga batinnya.
“ Tapi abang tetap lebih menang
dari mas Gilang kok.” Mendengar ini wajah Renan sudah terlihat berubah,
terlihat senang sekali.
Uang jajanku masih bisa diselamatkan.
“ Kenapa?”
“ Karena Bang Renan mendapatkan
sesuatu yang paling disayang sama mas Gilang.”
“ Kak Aya.”
Jawaban itu sudah membuat Renan
membusungkan dada. Penuh kebanggaan.
“ Kamu tahukan kalau mas Gilang itu
gak terlalu suka sama aku pas aku mau menikah sama kak Aya.” Renan kembali
kemasa itu, saat ia belum menikah dengan Ayana. Saat ia sudah menaklukan hati
semua anggota keluarga Ayana, dan ada satu orang yang jadi batu sandungannya.
Kakak laki-laki Ayana.
“ Bukannya gak suka bang, mas
Gilang itu hanya masih belum rela aja kak Aya menikah. Kalau aku lihat, bukan
menikah dengan siapa, tapi pernikahan kak Aya sendiri yang sudah membuatnya
frustasi.”
“ Kenapa?” karena kalau dari segi
usia waktu ia menikahi Ayana, istrinya itu sudah lebih cukup dari segi usia
untuk menikah.
“ Ya mungkin dia belum percaya
kalau ada seseorang yang bisa sayang sama kak Aya, seperti dia dan keluarga
kami sayang sama kak Aya. Kak Aya itukan kesayangan di rumah ini bang. Kami semua
sangat sayang padanya.”
“ Meremehkanku sekali.” Renan
terdengar sangat kesal sekali.
Gawat, sepertinya uang jajan
lebihku akan benar-benar lenyap. Haikal melirik uang di karpet sambil berfikir
__ADS_1
keras.
“ Tapi sekarang Mas Gilang sudah
percaya sama abang kok.”
“ Benarkah?”
“ Hehe, berterimakasihlah pada ibu,
ibu itu sudah seperti manager abang aja. Ibu itu selalu cerita yang baik-baik
soal abang sama mas Gilang. Cerita tentang kebaikan abang.”
“ Kalau gitu uang ini buat ibu
aja.” Santai sekali kakak iparnya itu bicara.
“ Yaaaaaa.” Kecewa luar biasa.
“ Becanda, ni ambil.”
Haikal langsung menyambar uang jajannya,
tentu saja mengambil yang tumpukannya lebih banyak.
“ Dan buat kamu, jangan peluk-peluk
kak Aya sembarangan.”
“ Siap bang, siap.” Menangkupkan
kedua tangan di depan muka.
“ Peluk pacar kamu sendiri aja.”
“ Aku masih jomblo bang, jomblo. Eh
tapi kalau sama pacar belum boleh peluk-peluk kali.”
“ Ia juga ya. Nikah aja sana.”
“ Aku masih kuliah bang, kuliah,
mana bisa nikah, mau ngasih makan apa istriku nanti, kerja aja belum.”
“ Makanya kerja.” Gampang sekali
Renan menjawab.
“ Kan masih kuliah bang.” Jawab
Haikal pilu, meredam kesal.
“ Alasan, bilang aja gak punya pacar.”
“ Ya gitu juga bang alasan utamanya.”
“ Bang punya istri kayaknya enak ya.”
“ Lulus kuliah dulu aja sana, kerja dulu kumpulin uang, baru mikir nikah.”
Yaaaaa tadikan yang nyuruh nikah abang.
“ Bang punya temen yang bisa
dikenalin ke aku gak. Pengen punya pacar yang lebih tua juga kayak abang
kayaknya asik banget.”
“ Siapa bilang?”
“ Ya abang sama Kak Ayakan begitu.”
“ Hei bocah, aku itu beruntung
karena menikah dengan kak Aya, bukan karena menikah dengan perempuan yang lebih tua.
Jadi cari keberuntunganmu sendiri sana.”
“ Maksudnya?”
“ Yang asik itu kak Aya, bukan karena
perbedaan usia kami.”
Dasar bucin gila, tidak akan menang
aku bicara sama kamu bang. Apalagi kalau urusannya tentang Kak Aya.
BERSAMBUNG
Hallo...klik like dan favoritya.. terimakasih 😉😉
__ADS_1