System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 22


__ADS_3

Mereka pun melahap makanannya.


"Oh ya, kamu tunggu sebentar di sini," ucap Mila.


"Eh, iya." angguk Albezro merasa canggung.


Mila pun pergi keluar dari ruang makan.


"Papa! Papa!" panggil Mila.


"Ada apa?" tanya papanya yang sedang sibuk di ruang kerjanya.


Mila melihat sebuah foto yang terletak di meja hias yang ada di belakang papanya.


"Papa, hm … gambar yang ada di foto ini siapa?" tanya Mila.


Papa Mila menurunkan kacamatanya yang menggantung di hidungnya.


"Itu teman Papa," jawab papa Mila kembali melihat gambar di kertasnya.

__ADS_1


"Papa apa ini orang yang sama?" tanya Mila memperlihatkan sebuah foto yang ia potret di foto milik Albezro.


"Kamu dapat foto ini dari mana?" tanya papanya terkejut.


"Ini foto punya teman, dan anaknya ada di meja makan, aku ajak dia makan di sini," ucap Mila.


"Apa! Kamu serius?" tanya papa Mila antusias. Ia pun langsung menuju ruang makan.


"Eh Om," ucap Albezro yang langsung berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Kau anaknya Altar?" tanya papa Mila saat melihat Albezro yang wajah mereka tidak jauh beda.


"Karena ayah kamu adalah temannya Papa aku," ucap Mila tersenyum.


"Apa! Teman … Om?" tanya Albezro terbelalak.


Papa Mila duduk di kursi di depan Albezro. "Duduklah," ucap papa Mila.


"Altar dan aku adalah teman satu kerja, kami kerja membuat system untuk membasmi para monster dengan teknologi canggih, sayangnya ia meninggal akibat ledakan besar di ruangan tempat kami bekerja, dan proyek yang kami buat pun gagal. Dia memang tidak punya kekuatan tempur untuk melawan para monster, tapi ia punya otak jenius untuk memproduksi beberapa alat canggih yang di gunakan di akademi sebagian ia yang sudah membuatnya. Sangat di sayangkan, padahal system' yang kami buat saat itu sudah hampir selesai, mungkin jika selesai makan monster itu bisa di musnahkan dengan cepat," ucap papa Mila menyesalinya.

__ADS_1


'System'? Jangan bilang system' yang ada pada tubuh ku ini adalah milik ayah ku? Karena aku tidak punya kecerdasan seperti ayah mungkinkah aku memusnahkan para monster itu dengan kekuatan tubuh ku?' batin Albezro.


"Tapi tidak di sangka ternyata aku bisa bertemu dengan anaknya sekarang. Untung saja kamu mirip dengannya, jika tidak aku tidak akan percaya jika kamu anaknya," ucap papa Mila tersenyum.


Setelah lumayan lama mereka berbicara tentang masa lalu papa Mila dan ayahnya, Albezro pun pamit untuk pulang karena sudah tengah malam, besok juga ia ada praktek lapangan.


"Kalian hati-hati pulang, Om harap kamu punya kejutan seperti hebatnya ayah kamu," ucap papa Mila.


"Iya Om." angguk Albezro.


"Papa, aku pergi dulu," ucap Mila berpamitan.


Mereka pun naik ke atas motor terbang milik Mila dan meluncur ke udara menuju asrama.


"Jadi kamu sengaja mau ajak aku ke rumah kamu karena kamu tahu ayah ku adalah teman papa mu?" tanya Albezro.


"Hey, ayolah, aku masuk ke kamar mu tadi itu adalah pertama sekalinya, aku memang ingin mengajak kamu ke rumah ku untuk bermain saja, aku juga nggak tau ternyata ini adalah kejutan yang tak terduga. Jadi kamu punya teman sekarang," ucap Mila tersenyum.


"Teman? Kamu?" tanya Albezro menekuk alisnya.

__ADS_1


"Kenapa? Kau nggak mau temanan denganku?" Mila balik bertanya.


__ADS_2