
"Ini semua gara-gara kamu! Ini karena kamu sudah mengambil Mila San juga sudah mengambil posisi ku menjadi murid terkuat, aku tidak terima! Aku tidak terima!" ucap Kino yang saat ini lebih mirip seperti Zombie.
Kino terus menyerang Albezro, dan Albezro pun melawannya.
"BERHENTI!" teriak pak Hendra yang tiba-tiba datang.
Kino tidak mendengar ucapan pak Hendra dan ia tetap menyerang Albezro.
"Kino! Berhenti!" ulang pak Hendra. Kino sama sekali tidak menggubrisnya. Pak Hendra pun menarik Kino.
"Berhenti Kino! Apa yang kau lakukan!" bentak pak Hendra. Kino berhenti sejenak dan melihat ke arah pak Hendra, ia pun langsung menyerang pak Hendra.
"Mati saja kau! Mati saja kau!" teriak Kino yang ingin mencekik pak Hendra. Dari belakang Albezro memukul kepala bagian belakang Kino dan akhirnya Kino pun pingsan ambruk ke tanah.
"Ini … apa yang terjadi?" tanya pak Hendra.
"Entahlah, tiba-tiba saja dia mengajak ku bertarung di sini dan ini sangat aneh. Dia memegang tangan ku tapi bukannya lebam, tapi melainkan kulit ku menjadi gosong, dan itu menyimpan racun. Untung tubuh ku punya penetralisir racun, jadi racun itu tidak masuk ke dalam tubuh ku," jawab Albezro.
Pak Hendra berjongkok dan melihat tubuh Kino. Ia mengamatinya secara sak sama dari ujung kakinya hingga kepalanya.
"Aku mencium bau aneh dari tubuh bocah ini, apa yang dia pakai?" tanya pak Hendra mendengus bau di tubuh Kino.
"Memangnya sebuah apa?" tanya Albezro penasaran dan ia juga ikut berjongkok.
"Bau seperti limbah busuk," jawab pak Hendra.
__ADS_1
"Setelah Bapak mengatakannya dan memang baunya seperti bau limbah. Jadi bagaimana pak dengannya?" tanya Albezro.
"Ya sudah, dia akan Bapak bawa di kediaman Bapak saja dulu, Bapak ingin melihat sebenarnya apa yang terjadi padanya. Padahal dia sudah terluka cukup parah tapi dia masih bisa menyerang, ini sedikit mencurigakan. Ya sudah, ayo kita pulang saja," ajak pak Hendra.
"Baik Pak." angguk Albezro. Pak Hendra mengendongnya Kino dan meletakkan Kino di atas motor terbangnya. Dan mereka pun terbang di udara.
Pak Hendra langsung menuju kediamannya Albezro melaju menuju asramanya.
Sesampainya di asrama, Albezro pun menuju kamarnya.
Albezro masuk ke dalam kamarnya dan ia duduk di kasurnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
[Mendeteksi bekas di tangan]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
__ADS_1
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
100%…
Selesai.
Mengidentifikasi…
Mendeteksi…
Selesai.
[Bekas pegangan ini adalah berbentuk seperti luka bakar yang bercampur racun, apa bila terkena maka orang tersebut akan menderita luka bakar dan racun akan masuk ke dalam tubuh seseorang, membuat seseorang itu kesakitan. Jika tidak segera di tawar racunnya maka orang itu kurang dari 24 jam akan meninggal]
__ADS_1
"Wah, parah juga jika kena ini? Tapi dari mana dia mendapatkannya?" tanya Albezro penasaran dan ia mengeceknya lagi.
[Kekuatan ini berasal dari lembah beracun, seharusnya ini tidak bisa masuk ke dalam tubuh, maka seseorang yang terminum limbah ini akan segera mati, akan tetapi limbah yang masuk ke dalam tubuh murid tadi itu adalah limbah khusus yang di mana pengguna semakin kuat, akan tetapi itu tidak berlangsung lama, dia suatu saat nanti akan merasakan akibat dari menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan membunuh pengguna secara perlahan-lahan]