
Kino pun menuju tempat parkiran motor terbang dan ia menaikinya dan menuju tempat yang di sebutkan oleh suara tersebut.
Sesampainya di sana, Kino pun turun dari motor terbangnya. Ia melihat sekeliling yang amat gelap tanpa penerang.
"Hey! Apa ada orang di dalam!" teriak Kino.
"Masuklah wahai anak muda." terdengar suara sama persis dengan waktu tadi ia dengar.
Sedikit ragu-ragu, Kino pun masuk ke dalam. Tempat yang sangat gelap dan tidak terlihat apa pun hingga Kino kesandung sebuah benda dan membuatnya jatuh.
"Aduh! Sialan! Apa ini lagi!" denggus Kino meraba apa yang ia sanding tadi dan rasanya sangat aneh.
__ADS_1
'Ini seperti kaki monster,' batin Kino. Ia menelan air liurnya karena ketakutan.
"Tenang anak muda, aku tidak akan membunuh mu jika kau ingin bekerja sama dengan ku. Jika kau bekerja sama dengan ku maka aku bukan hanya memberi mu kekuatan yang luar biasa, kau juga akan kami tempatkan yang layak di suku monster kami, dan ada beberapa harta Karun di pulau selatan, saa ini tidak ada yang mengetahui jika ada harta di sana. Maka dari itu jika kau bergabung dengan kami maka kau mendapat harta itu," ucap jenderal monster penuh tipu daya.
"Jika kau tahu di sana ada harta Karun kenapa kalian tidak mengambilnya saja, malah memberikan kepada ku?" tanya Kino curiga.
"Harta itu tidak berguna untuk suku kami, jika itu berguna untuk apa kami memberikan pada kamu, jadi bagaimana? Apa kamu setuju?" tanya jendral monster tersebut.
"Dengan kami memberi kami memberi mu kekuatan untuk mengalahkan orang yang kau maksud, karena dia juga adalah musuh mu yang paling nyata, dia sudah merendahkan mu, dia sudah mengambil posisi mu, dia juga sudah membuat orang-orang merendahkan mu, kenapa kau tidak mau balas dendam, dengan kamu menjadi kuat maka kamu bisa balik merendahkannya, bahkan kamu bisa membunuhnya agar tidak ada lagi yang merendahkan mu, dan juga dengan kekuatan mu kau bisa melampaui semua murid dan kau akan di puja. Orang yang kau sukai pasti akan berlutut di hadapan mu," ucap Jendela monster itu mencuci otak Kino.
Kino pun membayangkan bagaimana ia bisa merendahkan Albezro, lalu membullynya sesuka hatinya, lalu membunuhnya dan Mila jatuh ke pelukannya dan ia bisa sesuka hati atas diri Mila dan Mila menjadi untuk dirinya selama-lamanya.
__ADS_1
"He-he-he, membanyangkannya sungguh sangat menyenangkan. Baiklah aku setuju," ucap Kino mantap.
"Bagus anak muda, ini adalah pilihan yang tepat dan bijak, jika begitu kau berbaring dan pejamkan mata mu," ucap jendral monster tersebut.
"Tunggu dulu! Kau tidak mungkin langsung membunuh ku kan?" tanya Kino curiga.
"Hey anak muda, jika aku ingin membunuh mu sejak tadi sudah aku lakukan, tapi itu tidak aku lakukan karena aku percaya kau adalah orang yang berbakat tapi di sia-siakan oleh sekolah mu, sangat di sayangkan," ucap jendral monster itu terlihat seulas senyumnya penuh kepalsuan.
"Baiklah, aku percaya pada mu, tapi aku harap kau tidak membohongi ku," ucap Kino.
"He-he-he tidak akan, kau harus percaya pada ku," ucap monster itu tersenyum licik.
__ADS_1