System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 36


__ADS_3

Albezro menendang bokong mereka hingga terjungkang.


"Kurang ajar! Kau pikir dengan pencapaian mu rendah ini bisa melawan ku! Kau itu hanya manusia tak berguna! Rasakan tinjuku ini!" teriak Kino mengangkat tangannya tinggi-tinggi lalu mengarahkan ke arah Albezro.


Albezro menangkap tinju Kino dan menahannya.


"Aku tidak tahu apa yang kau marahkan padaku? Aku rasa aku tidak pernah melakukan kesalahan pada mu, akan tetapi tiba-tiba saja kau punya dendam pada ku, katakan apa alasannya?" tanya Albezro.


"Kenapa? Itu karena kau mendekati Mila, dia adalah orang yang aku sukai! Beraninya kau mendekatinya dan sekarang lihat! Dia malah terus menempel dengan mu! Bagaimana kalau aku tidak sakit hati!" hardik Kino.


"Itu hak ku mau dekat dengan siapa pun dan Mila itu hak dia ingin dekat dengan siapa pun, memangnya kau siapa merasa berhak atas hidup orang!" balas Albezro.


"Lalu kau siapa berani mendekati Mila!" seru Kino.


"Ayah ku dan ayahnya teman baik, jadi aku dan dia juga adalah teman baik, setidaknya aku dan dia punya hubungan, jadi kau tidak punya alasan untuk melarang ku," ucap Albezro tersenyum sinis.


"Tapi aku tidak terima! Aku yang duluan menyukainya!" teriak Kino menarik tangannya kembali dan mengayunkan tangan kirinya ke arah Albezro.


Albezro menangkap tangan sebelahnya lagi, tapi dari belakang, ia di tendang oleh kedua teman Kino membuat Albezro terjatuh lalu menimpa Kino.


"Aduh!" teriak Kino kesakitan di bagian punggungnya.


"Eh maaf Kino," ucap Ali, kedua teman Kino pun menarik baju Albezro, tapi baru saja mereka mau mengangkat tubuh Albezro, Albezro pun melayangkan sebuah tinjunya di wajah Kino.


Buuk!


Sebuah hantaman keras melayang di wajah Kino membuat mulut Kino berdarah dan wajahnya memerah.


Kedua teman Kino terkejut dan mereka menarik Albezro. Albezro pun berbalik badan lalu menendang keduanya sekaligus hingga terjembab. Albezro menarik kerah baju kedua teman Kino lalu melemparnya keluar dari kamarnya hingga mereka membentur tembok di depan kamar Albezro.


Begitu juga dengan Kino, Albezro menyeretnya dan melemparkan ke atas tubuh kedua temannya.


"Aduuuuuh!" teriak mereka kesakitan.

__ADS_1


"Jika aku lihat kau berani ke sini lagi, aku akan membuat mu masuk rumah sakit dan tidak bisa keluar dari sana!" ancam Albezro.


BAM!


Albezro menutup pintu kamarnya dengan kuat membuat mereka kaget.


"Lihat saja nanti! Aku … aku akan membalas mu dan membuat mu mati berkeping-keping!" ucap Kino geram.


"Gimana kamu mau membalasnya? Kita saja sudah babak belur dalam sekali gerakan," ucap Aris memegang pinggangnya yang encok gara-gara di lempar Albezro tadi.


"Aku harus buat rencana, dia juga harus merasakan akibatnya!" denggus Kino kesal.


"Tapi bukankah dia terkenal jika dia adalah murid bodoh?" tanya Ali memegang bahunya yang sakit.


Kino terdiam dan jalannya terhenti. Ya, baru beberapa hari yang lalu ia mencari tahu tentang Albezro, ia adalah murid paling bodoh di sekolahnya, ia juga sering di bully oleh teman sekelasnya. Tapi kenapa kekuatannya sama dengan pemburu level S atau level SS.


"Kalian benar, kenapa murid paling bodoh itu punya kekuatan yang luar biasa, ini sangat tidak wajar, apa jangan-jangan dia dapat kekuatan dari monster, mungkinkah dia bekerja sama dengan para monster?" tebak Kino.


"Oh, kalian menceritakan ku dari belakang ya? Tidak baik lho," ucap Albezro yang tiba-tiba datang.


Mereka sangat terkejut karena mendadak Albezro sudah di belakang mereka.


"Astaga! Dia seperti hantu!" teriak Ali membelalakkan matanya karena ketakutan.


"Kalian bilang aku bekerja sama dengan monster ya, kalian sangat penasaran kenapa aku sekarang kuat? Kalau begitu tanyakan saja pada monster sana!" teriak Albezro menendang bokong mereka bertiga hingga turun tangga mereka menggelinding.


"Heh! Rasakan itu," ucap Albezro tersenyum sinis.


Albezro lewat sambil menginjak mereka dan berjalan dengan santai meninggalkan mereka begitu saja.


"Aduuuuuh! Ini sudah yang ke berapa kalinya kita di sakiti hanya waktu satu jam. Aku kapok mengusik dia, kalau kau ingin menganggunya kau saja, kami nggak ikut-ikutan lagi, sudah cukup dari pada di hajar begini terus," ucap Ali memiringkan badannya ke kiri dan kanan, karena tubuhnya sangat sakit dan ingin berusaha untuk bangun, tapi tidak bisa.


"Kalian itu memang dasar payah! Jika kalian tidak mau, aku sendiri yang akan mencari tahu," ucap Kino memegang pagar tangga agar bisa bangun.

__ADS_1


Albezro pun masuk ke dalam kelasnya, dan saat itu pelajaran kedua belum di mulai. Albezro pun sibuk dengan ponselnya.


Albezro melihat berita bahwa monster semakin kuat, dan sudah ada beberapa prajurit monster yang masuk ke kota membuat warga kota menjadi cemas dan ketakutan.


"Aku yakin, ini pasti ulah para pengkhianat itu, aku akan mencari tahu di mana mereka beraksi. Tapi bukankah aku sudah melaporkan jika ada orang membuang limbah beracun di pabrik lama, tapi kenapa sampai sekarang tidak ada kabar? Apa mereka tidak menemukan jejaknya?" tanya Albezro bingung.


Tak lama pak Firgon pun masuk ke dalam kelas. Semua murid menjadi diam.


"Albezro, maju ke depan," pinta pak Firgon.


Albezro pun maju ke depan.


"Kamu sengaja di panggil ke depan karena kamu hari ini akan di tes di ruang bawah tanah, dari yang bapak lihat kamu ada perkembangan yang sangat pesat akhir-akhir ini, jadi kamu di tes agar kamu bisa mendapatkan gelar pemburu dari level D ke level selanjutnya. Jadi hari ini kamu akan di temani oleh guru pembimbing yaitu pak Hendra. Silakan masuk Pak," ucap pak Firgon.


Pak Hendra pun masuk ke dalam dan tersenyum melihat Albezro.


"Jadi, kamu pergi bersama pak Hendra, melalui jam tangan mu nanti akan ada skala berapa besar kekuatan mu saat melawan monster, jadi di sana kami akan menilai level berapa yang layak untuk kamu sandang," ucap pak Firgon.


"Baik Pak." angguk Albezro.


"Jika begitu Kamu bisa pergi bersama pak Hendra, tentunya kalian harus hati-hati ya," ucap pak Firgon.


"Baik Pak. Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Albezro.


"Iya." angguk pak Firgon.


Pak Hendra dan Albezro keluar dari kelas.


"Kamu ah, Bapak jamin kamu pasti akan mendapat level tinggi nanti," ucap pak Hendra menepuk pundak Albezro.


"Tapi Pak dari yang ku lihat, katanya monster semakin kuat ya, aku yakin ini pasti ada pemicunya, semalam aku sudah menangkap 2 pengkhianat, pasti ada yang lain juga," ucap Albezro.


"Baiklah, kita akan memeriksanya setelah latihan mu selesai," ucap pak Hendra setuju.

__ADS_1


__ADS_2