System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 40


__ADS_3

"Kenapa? Apa yang terjadi?" tanya pak Hendra.


"Jika di lihat dari kekuatannya, dia sudah sampai level S dan seharusnya sudah bisa di lepas menjadi pemburu. Akan tetapi aku hanya takut saja dia tidak punya bekal yang cukup untuk terjun ke lapangan langsung, jadi aku akan memberikan gelar pemburu level A saja dulu untuk sementara waktu," ucap pak Firgon.


"Ya lebih bagus begitu, dia masih punya kesempatan lebih banyak lagi untuk terus meningkat, memberikan dia level A saja itu sudah banyak kontroversi antar sesama pemburu, tapi level ini memang lebih bagus untuknya. Ya begitu saja, aku akan konfirmasikan ini pada kepala sekolah," ucap pak Firgon.


"Baiklah, aku pulang dulu lalu menyusul bocah itu nanti," ucap pak Hendra keluar dari ruang pak Firgon.


Tak lama kemudian, Albezro pun sampai di kota selatan. Di sana sudah ada beberapa monster yang mati, tapi banyak juga murid yang terluka.


Albezro mendekati salah satu murid yang saat itu sedang terluka, ada beberapa perawat yang sedang mengobatinya.


"Kenapa sampai terluka? Padahal yang datang hanya prajurit monster, seharusnya kalian bisa mengalahkannya kan?" tanya Albezro.


"Seharusnya bisa, tapi entah mengapa prajurit monster kali ini sangat kuat, mereka seperti ada level S Pemburu monster, kami yang hanya level A mana bisa melawan pemburu level S, jika seperti ini akan banyak terluka," ucap murid itu.


"Begitu ya, jika monster semakin kuat itu adalah pertanda buruk bagi kita, mana mereka sudah berani menyerang kota, ya sudah jika begitu, aku akan ikut membantu," ucap Albezro.


Ia pun meninggalkan murid itu dan berjalan menuju ke arah para monster tersebut.

__ADS_1


"Di mana akan ku cari si pengkhianat itu? Jika monster semakin kuat untuk berarti mereka sangat ramai, tapi mengherankan kenapa mereka bersekutu dengan para monster itu? Bukannya bersama melawan para monster, aku pasti akan menemukan pelakunya," ucap Albezro mengengam erat tangannya.


Albezro mengambil bom api dari systemnya dan melempar ke arah para monster tersebut.


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!


Monster itu pun mati seketika.


[Ding Ding]


[Anda mendapatkan penambahan 300 poin]


Mereka yang tadi kelelahan melawan monster itu pun langsung merebahkan tubuhnya di tanah. Rasanya sangat lelah.


"Terima kasih sudah membantu kami," ucap mereka mengangkat tangan karena tak sanggup berdiri lagi.


Albezro berlari ke arah kelompok yang lain lalu melempar bom api ke arah para monster itu.


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!

__ADS_1


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!


[Ding Ding]


[Anda mendapat penambahan 200 poin]


[Poin Anda menjadi 5800 poin]


Para murid pun beristirahat sejenak.


"Aku nggak kuat lagi," ucap salah satu murid tumbang.


"Terima kasih sudah menolong kami, tapi ngomong-ngomong bom apa yang kamu gunakan? Kenapa bom kami malah tidak berfungsi?" tanya salah satu murid yang duduk di tanah.


"Oh, itu ya, nanti aku beri tahu tapi, monster ini ada di kota? Apa mereka keluar lewat ruang bawah tanah?" tanya Albezro.


"Mereka memang keluar dari lubang bawah tanah, tapi bukan di tempat biasa, tapi mereka entah keluar dari mana, tiba-tiba saja mereka sudah mengacau di kota, beberapa warga awam terluka, dan mereka juga bertambah kuat, entah apa yang mereka makan hingga sekuat itu," ucap murid tersebut.


"Pengkhianat itu entah apa yang mereka berikan?" ucap Albezro pelan.

__ADS_1


__ADS_2