
"Kau iri bilang Bos," ucap Albezro angkat bicara.
"Idih, siapa yang iri, aku hanya mengatakan jika murid terbodoh mendadak jadi kuat aja, mungkin murid di sini juga merasa heran kenapa kau bisa mendapatkan kekuatan itu? Itu harus di pertanyakan," ucap murid tersebut.
"Heh! Apa kau bodoh! Guru pembimbing melihat kekuatan ku dari jam pendeteksi kekuatan, jika tidak bagaimana mereka bisa tahu jika aku kuat. Dan kekuatanku itu adalah dari membunuh monster. Jika aku mendapatkan kekuatan dari monster lalu apa para monster itu terima jika ras mereka ku bunuh? Coba kau jelaskan bagaimana kau bisa mengatakan jika aku mendapatkan kekuatan dari monster?" tanya Albezro mengangkat alisnya.
Murid itu terdiam sejenak mencari akal.
"Itu bisa saja terjadi, misalnya kau menanda tangani kontrak, kau ingin menjadi terkuat dan di tukarkan dengan sesuatu. Atau kau sengaja mendekati Mila karena kau ingin menukarkan kelautan mu dan menyerahkan Mila pada monster itu?" tebak murid itu tak mau kalah.
"Oh ya? Kata-kata mu sungguh membuat orang percaya, kalau begitu bagaimana jika kita taruhan saja," tantang Albezro.
"Oke! Kalau kau bisa mengalahkan 10 monster sekaligus maka aku akan percaya," ucap murid itu tersenyum licik.
'He-he-he, dia tidak akan sanggup melawan 10 monster sekaligus, maka dengan begitu aku bisa membuat cerita jika dia tidak tega membunuh monster yang sudah memberinya kekuatan,' batin murid tersebut menyengir.
__ADS_1
"Tidak masalah, tapi jika kau tidak sanggup menghabisi 10 monster kira-kira hukuman apa yang pantas untuk mu," ucap Albezro.
"Kenapa aku juga?" tanya murid itu menekuk alisnya.
"Kau yang menentukan tantangan berarti kau juga sanggup melawannya bukan?" tanya Albezro tersenyum.
"Oh … O-oke! Aku … Aku terima, baiklah kita selesaikan masalnya besok," ucap murid itu mengangguk meskipun dengan ucapan yang terbata-bata karena ragu.
"Siapa juga yang ingin sekarang, aku mau makan sekarang bukan ingin bertarung," ucap Albezro kembali duduk.
"Lihat saja nanti, kau akan mempermalukan diri mu dan kau di usir dari sekolah ini," ucap murid itu tersenyum licik, ia sudah memikirkan rencana liciknya.
Albezro dan Mila pun maju ke depan untuk mengambil makanan.
Para murid pun juga berbaris untuk mengambil makanan mereka di prasmanan.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkannya Albezro sialan itu! Aku tidak bisa membiarkan dia besar kepala. Lihatlah diri ku ini malah menjadi bahan ejekan satu sekolah, ini sungguh mencoreng muka ku!" denggus Kino kesal sambil menendang kaleng kosong di depannya.
Trankkk!
"Apa kau ingin menjadi kuat?" tiba-tiba saja terdengar suara yang entah dari mana.
Kino terkejut mendengar suara tersebut. "Siapa kau!" teriak Kino.
"Hehehe, katakan saja, apa kau ingin menjadi kuat?" ulang suara itu lagi.
"Tentu saja aku mau! Aku mau menjadi kuat hingga tidak ada siapa pun mengalahkan ku!" jawab Kino lantang.
"Jika kau ingin menjadi kuat, datanglah ke gedung toko roti terbengkalai sekarang juga." setelah ucapan itu suara tersebut pun menghilang.
"Hey! Katakan dulu siapa kau! Bagaimana aku akan mempercayai mu jika kau bisa memberiku kekuatan!" teriak Kino lagi. Akan tetapi, suara itu sudah menghilang dan hanya menyisakan keheningan malam saja.
__ADS_1
"Apa benar itu? Jika ya maka aku akan pergi, apa pun resikonya, aku harus menjadi kuat dan menghabisi bocah tengil itu," ucap Kino yakin.