System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 38


__ADS_3

Ia duduk pasrah di tambah ingat kejadian waktu itu, saat ini ia rela mati.


"Lempar lagi bomnya, atau Bapak akan mati nanti."


"Tidak! Biarkan saja aku mati! Aku tidak berguna seperti ini untuk apa aku hidup menjadi pemburu," jawab pak Hendra menundukkan kepala kebawah.


"Aku yang akan melindungi Bapak, seperti yang Bapak katakan tadi," ucap Albezro.


Pak Hendra mendenggakkan kepalanya ke atas dan melihat Albezro dalam keadaan baik-baik saja.


"Albezro! Kamu tidak apa-apa?" tanya pak Hendra terbelalak tak percaya, ia memegang tangan Albezro dan memeriksanya.


"Ini bukan pertama kali aku masuk ke dalam perut monster, jadi aku tahu apa yang aku lakukan," jawab Albezro.


"Astaga! Kau mengagetkan ku saja Albezro, tapi syukurlah jika kau baik-baik saja. Bapak percaya kau lebih kuat dari segalanya," ucap pak Hendra lega.


Mereka pun kembali berjalan dan menuju sekelompok pemburu yang sedang bertarung melawan jendral monster. Saat itu, para pemburu di kepung oleh jendral monster karena lawan yang tak seimbang.


Dari kejauhan Albezro melempar bom api itu ke arah monster, di sana ada 5 jendral monster dan 3 orang pemburu level SS. Sedangkan pemburu yang lain masih sibuk dengan monster yang lain.


Duaaaarrrrrrrrr!


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!

__ADS_1


Seketika jendral monster itu mati di tempat.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda membunuh jendral monster]


[Selamat Anda mendapatkan 1000 poin]


[Level pertumbuhan\=19]


[Kekuatan\=30]


[Kecepatan\=30]


[Kelincahan\=30]


[Kemampuan\=30]


[Keberanian\=30]


[Poin \=6300]


"Terima kasih banyak sudah menolong kami," ucap pemburu itu mendekati pak Hendra dan Albezro.


"Sama-sama, tapi kalian harus berterima kasih padanya saja, hanya dia yang menyelamatkan kalian tadi," ucap pak Hendra.


"Terima kasih banyak ya Dek, jika di lihat kamu masih murid ya? Tapi kenapa bisa melawan jendral monster itu?" tanya pemburu itu.

__ADS_1


"Karena dia luar biasa," ucap pak Hendra tersenyum.


"Begitu ya, itu sangat bagus. Ayo mari istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga," ajak pemburu itu.


"Tidak, dia dalam masa percobaan untuk naik level, jadi saat ini ia harus melawan monster lagi," ucap pak Hendra.


"Baiklah jika begitu." angguk pemburu tersebut.


Saat berjalan, Albezro melihat ada sekilas cahaya dari dalam sebuah goa tanah yang berlapis batu tersebut.


"Tunggu sebentar pak," ucap Albezro memberhentikan langkah pak Hendra.


Ia perlahan-lahan berjalan mendekati goa tersebut. Dan terlihat seorang murid perempuan yang sedang terluka yang saat itu sedang memberi sinyal bantuan.


Murid wanita itu sangat senang saat melihat ada orang yang datang.


"Tolong! Tolong aku!" ucapnya dengan beruraian air mata.


"Iya, kami pasti akan menolong mu, keluarlah," ucap Albezro.


"Tidak bisa, kaki ku terluka," jawabnya melihat kakinya yang berlumuran darah itu.


"Baiklah, aku akan mengobati luka mu dulu, setelah ini baru kita akan keluar," ucap Albezro.


Ia membelakangi murid itu dan mengambil peralatan P3K dari systemnya.


Albezro mengeluarkan alat pembersih luka. Pembersih itu menggunakan radiasi yang aman untuk kulit, itu hanya di gunakan untuk membunuh kuman yang menempel di luka.


Setelah itu, Albezro meletakan obat agar lukanya cepat kering dan cepat sembuh.

__ADS_1


"Ada apa Albezro?" tanya pak Hendra muncul.


"Dia terluka, bisakah Bapak membawanya keluar dari sini?" tanya Albezro.


__ADS_2