
Albezro berjongkok di depan Mila.
"Ayo naik ke punggung ku," ucap Albezro.
"Eh, Kenapa? Yang sakit itu tangan ku, bukan kaki ku," ucap Mila tersenyum.
"Ayo naik saja," ajak Albezro.
Mila pun naik di punggung Albezro.
Albezro membawa Mila keluar dari ruang bawah tanah.
"Mila! Kamu kenapa?" tanya Kino buru-buru mendekati Mila dengan sejuta perhatiannya.
"Aku nggak apa-apa kok," jawab Mila menarik tangannya kembali karena tangannya tadi di pegang oleh Kino.
"Makanya aku bilang ikut dengan ku, kamu ikut dengan dia pada akhirnya kamu terluka. Untuk apa pergi bersama pria yang tidak bisa melindungi mu," ucap Kino.
"Dia sudah berusaha melindungi diri ku dengan nyawanya sendiri," ucap Mila menatap Kino tidak suka.
"Ya, tapi pada akhirnya tetap saja kamu terluka. Jika dia lelaki, dia akan berusaha membuat mu tidak akan terluka meskipun secuil pun," ucap Kino menatap tajam ke arah Albezro merendahkan.
"Kak! Aku mohon jangan katakan apa pun itu, aku yang ingin pergi bersamanya, justru aku yang sudah membuatnya dalam bahaya besar, aku yang bersalah padanya," ucap Mila menatap Albezro merasa tak enak hati.
"Karena kamu terluka ayo kita pulang ke asrama," ajak Albezro mengulurkan tangannya.
Mila pun meraihnya dan mereka pun pergi dari tempat tersebut. Albezro naik motor terbang itu dan duduk di depan sebagai pengemudi.
Melihat itu, Kino amat geram. "Lihat saja nanti! Aku tidak akan melepaskan mu!" denggus Kini kesal.
__ADS_1
Albezro pun membawanya melaju di udara. Tak lama kemudian mereka pun sampai di asrama.
"Ini motor terbang mu, masuklah ke asrama mu dan istirahatlah," ucap Albezro.
"Eh iya, terima kasih banyak ya dan maaf banget, gara-gara aku kamu jadi tidak aman sekarang," ucap Mila tersenyum getir.
"Aku sudah dari dulu memang tidak aman, jadi hal seperti ini bukan hal baru lagi dan aku juga dulu mendapatkan perlakuan lebih dari ini, kamu jangan merasa nggak enak gitu," ucap Albezro tersenyum manis.
Wajah Mila memerah melihat senyum Albezro sambil menatapnya.
"Aku … kamu jangan lupa nanti malam ke rumah ku untuk makan malam." Mila langsung berlari masuk ke dalam asrama putri.
Albezro bingung melihat Mila yang tiba-tiba kabur.
Albezro mengangkat bahunya lalu ia pun masuk ke dalam asrama.
Saat ingin menuju kamarnya, di jalan koridor ia bertemu dengan indra, Lesmana dan Soni. Mereka terlihat jika sedang tidak baik-baik saja karena jalan dari Indra sedikit pincang.
"Kalian kenapa tidak melihat ku, padahal kita baru saja bertemu kemarin," ucap Albezro tersenyum.
"Aaaaaaaa!" teriak mereka yang lari terbirit-birit ketakutan.
"Ck! Sepertinya mereka Trauma ya," ucap Albezro menyengir. Albezro pun masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian.
Ia pun duduk di kasurnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
__ADS_1
"Kira-kira, ada apa lagi ya di dalam system?" tanya Albezro mencari-carinya.
[Ada perisai hologram yang tidak bisa di tembus oleh apa pun dan tidak akan pernah hancur]
[Ada tubuh besi, pembeliannya tubuh besi ini harus mencapai poin 10.000. Karena apa bila jendral monster menangkapnya lalu meremukkannya, maka tidak akan remuk]
"Wah, ini terlalu keren sih, aku akan cari poin sebanyak-banyaknya untuk membeli tubuh besi ini," ucap Albezro.
***
Malam pun tiba.
Ting tong!
Ting tong!
Albezro membuka pintu.
"Mila."
"Ya udah, langsung pergi yuk, Papa ku sudah menunggu. Aku juga udah izin dengan guru pembimbing kalau kita akan keluar," ucap Mila.
"Ya udah." angguk Albezro.
Albezro dan Mila pun berjalan beriringan, semua mata tertuju ke arah mereka yang bagaikan bak artis yang sedang lewat.
Melihat itu, Kino sangat geram. Kenapa Mila orang yang membuat ia tergila-gila malah menyukai Albezro hanya murid bisa, dirinya adalah yang terkuat di sekolahnya dan ia tidak di pandang.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan mu, aku juga akan membuat orang lain juga tidak bisa mendapatkan mu!" ucap Kino ketus.
__ADS_1
Messy melihat Kino dari jauh, Messy sudah lama menyukai Kino, tapi Kino tidak pernah melihatnya karena Kino menyukai Mila, gadis tercantik di sekolahnya itu.
"Kino, andaikan kau tahu aku sangat mencintai mu, apakah perlu kau tetap mengejar-ngejar orang yang tidak menyukai mu? Apa memang tidak ada tempat aku di hati mu? Padahal kita susah senang bersama," ucap Messy sedih. Ia pun berbalik badan dan pergi dari tempat tersebut dan kekecewaan.