
"Ha-ha-ha, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, aku sangat senang akhirnya ada juga yang peduli pada ku, selama ini semua orang memandang ku remeh dan selalu membuat a masalah dengan ku. Dan kamu tidak perlu khawatir, aku terima tantangan dia karena aku mampu, aku bisa melampaui mereka yang yang meremehkan ku tapi nyalinya hanya secuil. Oh ya kamu latihan hari ini di mana?" tanya Albezro.
"Kayaknya latihan di sekolah aja, hari ini ada kelas latihan menembak sasaran jarak jauh," jawab Mila.
"Oh, oke! Latihan yang serius ya, jangan pikir apa pun, karena itu sangat berguna untuk di Medan perang," ucap Albezro sambil menjentik kening Mila dengan pelan.
Mila terdiam dan memegang keningnya.
Albezro berdiri dan meninggalkan kantin. Mila tersenyum melihat Albezro yang pergi menjauh itu. Ia merasakan perasaan yang tidak bisa. Apakah ini cinta?
"Argghhh! Aku mikirin apa sih, ayo fokus ke latihan aja," ucap Mila menggeleng kepala agar pikiran itu hilang dari kepalanya, tapi saya melihat Albezro berdiri di depan kelasnya berbincang-bincang dengan seorang murid, Mila kembali tersenyum melihat wajah Albezro yang semakin lama semakin tampan di matanya.
__ADS_1
"Bolehkah aku satu kelompok dengan mu nanti?" tanya salah satu murid yang satu kelas dengan Albezro. Ia memang tidak mencolok, akan tetapi saat ini ia ada di tingkat C yang akan naik tingkat B.
"Boleh saja, tapi hari ini aku ada pertarungan dengan Yadi, jadi aku mungkin tidak bisa terlalu perhatikan kepada mu," jawab Albezro.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin belajar dan melihat mu cara bertarung, mungkin itu akan berguna untuk ku," ucap murid tersebut.
"Baiklah." angguk Albezro, mereka pun pun bersama-sama masuk ke dalam kelas.
"Baiklah anak-anak semua, hari ini kita praktek lapangan. Jadi bersiaplah untuk menggunakan perlengkapan pelindung kalian," ucap pak Firgon.
"Baik Pak," jawab mereka bersamaan.
__ADS_1
Para murid pun menuju ruang khusus dan berganti pakaian pelindung dan mengambil beberapa senjata lengkap. Akan tetapi Albezro tidak mengambil senjata, karena senjatanya jauh lebih lengkap.
Mereka pun naik motor terbang menuju ruang bawah tanah.
Pak Firgon melajukan motornya dan beriringan dengan Albezro.
"Bapak tadi malam dapat telpon dari pak Hendra, dia mengatakan jika Kino ada di rumahnya, tadi malam kau bertarung dengannya dan tangan mu seperti terkena luka bakar yang beracun dari tangan Kino ya? Lalu di mana bekasnya?" tanya pak Firgon penasaran.
"Sudah sembuh Pak, sudah aku obati, lagian ini memang sangat aneh, dari tubuh Kino ada bau limbah beracun, aku berpikir jika dia mungkin ada hubungan dengan para monster itu, moga aja ini hanya perasaan ku Pak, kita semua tidak ingin terjadi hal buruk terjadi lagi," ucap Albezro.
"Meskipun begitu, jika dia memang ada hubungan dengan para monster itu, mau tak mau meskipun ia pernah bersinar di sekolah ini dia tetap harus di hukum, seberat-beratnya hukuman mati, ini demi kepentingan manusia. Jika ada manusia yang bekerja sama lagi dengan para monster maka mereka tetap di beri hukuman. Entah berapa banyak manusia yang sudah berkhianat demi kepentingan sendiri, jika seperti ini terus bagaimana dengan nasib manusia yang ingin mempertahankan hidup mereka," keluh pak Firgon.
__ADS_1