
"Hehehe, di puji adalah bonus, tapi tujuan utama ku adalah agar kau yang menyandang menjadi murid terkuat itu tidak berpangku tangan, lari seperti pengecut begitu seharusnya bukanlah gaya orang yang menyandang sebagai murid terkuat di sekolah, jadi jangan memalukan sandangan itu," ucap Albezro menatap Kino datar.
"Heh! Siapa mau berpangku tangan, tadi itu aku hanya terkejut saja karena datang rombongan, lagian aku berada di level A yang hanya sanggup melawan satu monster, tunggu aku sudah jadi pemburu level S, akan ku habiskan semua monster di muka bumi ini," ucap Kino sombong.
"Belagu! Di kejar saja kau sudah terbirit-birit ketakutan, gitu kau disaat level S ingin menghabiskan monster di muka bumi, keburu tua ini bumi menunggu kau menghabisinya," ucap Albezro terkekeh.
"Lihat saja nanti, kau adalah orang pertama yang akan aku permalukan. Kalau tidak berguna ya tetap saja tidak berguna, kau malah ingin melampau ku? Itu tidak akan terjadi," ucap Kino melewati Albezro dengan menyenggol bahu Albezro.
"Aku menantikan kau mempermalukan ku, kota lihat nanti siapa yang mempermalukan siapa," ucap Albezro.
Kino pun meninggalkan Albezro dan langsung pergi menuju asrama.
"Ayo kita pulang," ajak Albezro kepada Mila.
Mereka pun pulang beserta para murid-murid tadi.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di asrama.
"Kamu kalau ada apa-apa langsung beri tahu aku ya, atau ada yang ganggu kamu langsung menghubungi ku," ucap Albezro.
"Iya tenang aja, aku pasti akan menghubungi mu, kamu juga istirahatlah, itu tadi pasti akan sangat melelahkan, kamu juga kalau ingin minta bantuan atau apa pun beri tahu aku juga ya," ucap Mila.
"Baiklah, aku pergi dulu," ucap Albezro melambaikan tangannya dan ia pun berjalan menuju kamarnya.
Albezro masuk ke dalam kamarnya dan ini adalah untuk kesekian kalinya kamarnya berantakan.
"Ini pasti ulahnya, lihat saja nanti! Aku pasti akan memberinya pelajaran," ucap Albezro geram karena penuh dengan kertas yang di sobek-sobek.
Albezro pun membersihkannya. "Tapi bagaimana dia bisa masuk ke dalam kamar ku? Aku sudah menganti sandinya," ucap Albezro merasa heran.
__ADS_1
Setelah membereskannya, Albezro mendekati tempat sandi kunci kamarnya.
[Gunakan poin agar sandi tidak bisa di lacak]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
[Poin Anda di potong 50 poin]
__ADS_1
[Sisa poin Anda 7.150 poin]
Tempat sandi pengunci pintu itu berubah angkanya, jika itu menandakan hanya Albezro yang bisa membukanya.
Albezro pun kembali masuk ke dalam kamarnya dan ia merebahkan tubuhnya dan tanpa sadar ia tertidur pulas.
***
Ting tong!
Ting tong!
"Hm … suara apa itu?" tanya Albezro mengucek matanya.
Ting tong!
Ting tong!
"Eh, rupanya bel kamar ku," ucap Albezro bangun dari kasurnya dan berjalan mendekati pintu kamarnya.
"Mila," ucap Albezro.
"Ayo pergi makan malam," ajak Mila.
"Eh sudah malam rupanya ya? Ya udah tunggu sebentar, aku mau mandi dulu. Ayo masuk dulu, aku akan cepat," ucap Albezro tersenyum.
"Iya." angguk Mila. Mila pun masuk ke dalam kamar Albezro dan duduk di atas ranjangnya. Albezro pun masuk ke dalam kamar mandi dan segera mandi dan berganti pakaian di dalam kamar mandi.
"Ya udah, ayo kita pergi," ajak Albezro setelah ia bersiap-siap.
__ADS_1