System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 65


__ADS_3

"Hm? Memangnya untuk apa?" tanya Albezro lagi.


"Haissss, kau sudah lama masuk akademi ini tapi tidak tahu, jadi kau gunakan apa saja ponsel mu?" tanya Mila.


"Hanya untuk melihat jadwal latihan dan menerima pesan dari guru pembimbing saja," ucap Albezro.


"Jadi kamu nggak pernah memeriksa web sekolah?" tanya Mila menekuk alisnya merasa heran.


"Enggak, yang kulihat di sana banyak obrolan nggak penting, di tambah lagi mereka sering membahas diri ku, itu membuat aku kesal. Jadi aku lebih baik tidak melihat komentar mereka dari pada aku bertambah down," jawab Albezro.


"Hm … Betul juga sih, tapi sekarang kamu menjadi tranding apa kamu tidak senang?" tanya Mila lagi.


"Aku nggak punya waktu untuk bersenang, yang aku pikirkan bagaimana caranya menghabisi para monster itu, lagian untuk apa jadi populer sih, di saat dunia kekacauan seperti ini jadi nggak punya waktu memikirkan itu," ucap Albezro mengambil handuknya.


"Jadi kau belum mandi?" tanya Mila.


"Belum, aku pulang tadi langsung tidur, jadi lupa mau mandi. Oh ya, kok kamu cepat banget ke sini?" tanya Albezro yang sudah berada di depan kamar mandi.


"Hey! Ini sudah jam berapa? Kamu nggak lihat jam?" Mila menunjuk ke arah jam dinding.


"Waduh, sudah jam 18:05 menit rupanya, perasaan baru tidur sebentar," ucap Albezro menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Kau aja yang tukang tidur," jawab Mila tersenyum.


"Ya udah, kalau gitu aku mandi dulu," jawab Albezro masuk ke dalam kamar mandinya lalu ia pun segera mandi.


Sebelum keluar Albezro menongolkan kepalanya dari pintu kamar mandi untuk minat Mila. Akan tetapi Mila masih ada di dalam kamar.


"Mila, kamu boleh tutup mata nggak? Soalnya aku nggak pake baju," ucap Albezro.


Wajah Mila memerah dan ia langsung keluar dari kamar Albezro.


Bam!


Mila menutup pintu kamar Albezro hingga berdentam.


"Waduh!" Albezro terkejut.

__ADS_1


Albezro pun masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian dengan tenang.


Mila di samping sambil bersender di tembok dengan menutup wajahnya.


"Kenapa aku malah seperti wanita mesum? Tapi kenapa harus aku yang malu? Itukan salah dia, kenapa dia nggak bawa baju ke dalam kamar mandi, jadi bukan sepenuhnya salah ku," pikir Mila membela diri agar ia tidak malu.


Setelah berganti pakaian, Albezro pun keluar.


"Ah, kamu masih di sini, aku pikir kamu bakal sudah pergi," ucap Albezro tersenyum.


"Tadinya gitu, ya udahlah. Ayo cepat papa ku udah nunggu lama tuh," ucap Mila.


Mereka pun bersama-sama keluar dari asrama, sebelumnya Mila juga sudah minta izin kepada kepada guru pembimbing.


"Kamu naik motor terbang ku aja, kan nanti pulangnya juga samaan," ucap Mila.


"Kayaknya nanti malam aku ada urusan, jadi pulangnya nggak bisa bareng sama kamu, maaf ya," ucap Albezro.


"Oke, tapi kamu mau ke mana sih?" tanya Mila.


Mereka pun melajukan motor terbangnya di udara untuk menuju rumah Mila.


"Ayo balapan," tantang Mila.


"Kau yakin mau balapan dengan ku?" tanya Albezro.


"Kenapa memangnya? Kau takut? Siapa duluan sampai ke rumah ku maka dia adalah pemenangnya," ucap Mila tersenyum.


"Memangnya menang hadiahnya apa?" tanya Albezro.


"Hm … apa ya? Hadiahnya menjadi tukang bersih kamar selama 3 hari," jawab Mila.


"He-he-he oke!" jawab Albezro setuju.


Mereka pun melaju kencang di udara dengan kecepatan tinggi.


"Kamu bakal kalah, dan jadi pembersih di kamar ku," ucap Mila mengejek.

__ADS_1


"Idih! Mana ada pria membersihkan kamar wanita, yang benar itu wanita membersihkan kamar pria, ogah aku mau bersihin kamar kamu, kamar ku saja nggak ku bersihkan," jawab Albezro.


"Ish! Jorok," ejek Mila.


"Albezro, itu apa?" tanya Mila menunjuk ke arah kiri Albezro.


"Apa?" tanya Albezro melihat arah yang di tunjuk Mila.


Braakk!


Buk!


"Ha-ha-ha, rasain Lo," ucap Mila tertawa dan ia pun menambah kecepatan motor terbangnya.


"Ukhhhhhhh! Dasar curang!" denggus Albezro kesal. Ia menabrak pohon dan jatuh ke bawah karena terperdaya oleh tipuan Mila.


Albezro memegang punggungnya yang sakit dan ia pun bangun lalu naik ke atas motor terbangnya. Ia kembali melajukan motor terbangnya yang sudah ketinggalan cukup jauh.


Tak lama kemudian ia pun sampai di rumah Mila dan mendaratkan motor terbang di halaman rumah Mila.


"He-he-he, enakkan makan daun," ejek Mila menyengir.


"Dasar curang! Lomba ini tidak sah," ucap Albezro manyun.


"Kalau lombanya tidak sah kalian saja yang jadi sah." tiba-tiba saja papa Mila sudah ada di belakang mereka.


"Ayo anak-anak, masuk dan kita makan malam," ajak papa Mila menarik tangan Mila dan Albezro untuk menuju meja makan.


"Iya Om," jawab Albezro menurut.


Mereka pun duduk di meja makan, para pelayan menyediakan makan di atas meja. Semua makanan yang di hidangkan sangat enak menggugah selera membuat Albezro menjadi lapar.


"Tunggu apa lagi, ayo makan," ajak papa Mila.


Mereka pun mengambil makan dan meletakan di atas piring lalu melahapnya.


"Oh, malam ini Om suruh Mila ke sini untuk kamu melihat satu alat yang Om buat beberapa hari yang lalu, mungkin ini sangat membantu untuk sekolah kalian," ucap papa Mila senang.

__ADS_1


__ADS_2