
Ia pun menyerang Albezro dengan membabi buta. Albezro balas menyerangnya.
"Kau ini kenapa sebenarnya! Apa kau ingin membunuh ku?" tanya Albezro menghindar pukulan Kino dan ia menangkap tinju Kino.
"Ya! Aku ingin membunuh mu! Aku ingin kau lenyap dari muka bumi ini dan tidak ada lagi murid terkuat di sekolah selain aku!" jawab Kino menarik tangannya dengan kuat lalu melayangkan lagi pukulannya.
"Jika tidak ada murid kuat di sekolah ini bagai bisa membunuh para monster itu, jika manusia sesama menyerang dan membunuh maka monster akan merajalela dan senang dengan perang sesama manusia, jika begitu mereka tidak perlu repot-repot mengeluarkan tenaga untuk menghancurkan manusia karena manusia itu sendiri sudah saling mengancurkan," ingat Albezro.
"Aku tidak peduli! Aku hanya ingin menjadi yang paling kuat! Aku ingin membunuh mu! Membunuh mu!" teriak Kino dengan wajah yang memerah.
"Kau ini ya! Sepertinya harus di pukul baru akan sadar," ucap Albezro menarik tangan Kino lalu memutarnya dan menekan dengan kuat, Albezro juga membenturkan kepalanya ke kepala Kino dengan kuat membuat kepala Kino pusing begitu juga dengan kepalanya.
"Aduh pusing juga jadinya," ucap Albezro sedikit oleng. Albezro memutar lagi tangan Kino lalu menghempaskannya ke tanah.
"Hey! Kau sadarlah! Kau malah tidak peduli dengan populasi manusia karena egomu! Ego mu yang akan menghancurkan manusia! Menghancurkan keluarga mu! Orang yang kau sayangi! Orang yang menyayangi mu! Tidak kah kau berpikir itu! Jika kau hanya memikirkan ego mu Mila juga akan terluka, bukannya bangga dengan pencapaian mu! Dia malah jijik melihat mu!" teriak Albezro menghempaskan tubuh Kino ke tanah.
__ADS_1
Bruuk!
"Sadar kau Kino! Sadar!" teriak Albezro menghempaskan tubuh Kino. Setelah itu ia pun memukul-mukul kepala Kino agar Kino sadar. Karena Albezro berpikir jika Kino kerasukan apa karena emosi dan membuat pikirannya menjadi entah kemana-mana.
Terlihat Kino yang tubuhnya sudah lemas, darah dari kepala juga keluar! Dan juga luka-luka di tubuhnya juga mengeluarkan darah.
Tadinya Kino lemas mendadak Kino kembali menjadi kuat, ia tidak merasakan sakit di tubuhnya.
"Akan ku bunuh kau! Ku bunuh kau!" teriak Kino yang matanya berubah menjadi hitam pekat. Ia seperti ingin makan Albezro.
"Kino! Sadarlah! Kau ini kenapa!" teriak Albezro ingin menyadarkan Kino.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
__ADS_1
Tiba-tiba saja ponsel Albezro berbunyi.
"Bagaimana ini? Ada telpon, mungkin ada kepentingan," ucap Albezro. Ia mendorong Kino dengan kuat kebelakang hingga membuat Kino mundur kebelakang.
Albezro pun langsung memencet panggilannya.
"Halo," jawab Albezro. Kino kembali berlari ke arah Albezro dan ingin kembali mencekiknya, Albezro juga menahan tangan Kino.
"Halo, kamu di mana?" tanya seseorang yang Albezro kenal.
"Kebetulan sekali Pak Hendra, ke sinilah, aku di lapangan besar, aku sedang bertarung dengan Kino, dia tampak aneh sekali, dan jangan tolong tanya apa pun, pokoknya Bapak ke sini," ucap Albezro memutuskan panggilannya.
"Bocah ini, sebenarnya dia sedang apa sih?" tanya pak Hendra heran. Ia pun menyimpan ponselnya dan naik motor terbang baru.
"Ki … no … kau ini sebenarnya kenapa sih?" tanya Albezro menahan tangan Kino dengan kuat lalu melemparnya kebelakang.
__ADS_1