
"Hm … Mereka ini kenapa ya?" tanya Albezro garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu karena kebingungan.
Albezro pun masuk ke dalam kamarnya dan segera berganti pakaian. Yang ia lihat adalah setumpuk baju yang sudah beberapa hari lalu belum ia cuci.
"Haishhhh, ini baju kok banyak banget ya," ucap Albezro. Ia membawanya masuk ke dalam kamar mandi lalu merendamnya dengan deterjen lalu ia pun mandi.
"Sudah ku tebak jika mereka punya batu permata, tadinya aku tidak terlalu berharap jika memberi ku batu permata warna apa saja, ternyata mereka sendiri yang malah memberi ku batu permata berwarna merah berharga ini," ucap Albezro tersenyum.
Batu permata merah itu sangat banyak khasiatnya, memang baru permata tidak banyak di jual, tapi untuk batu permata itu sendiri meskipun banyak tapi harganya cukup mahal karena ia punya manfaat luar biasa yaitu melancarkan peredaran darah, membuat yang tidak bisa tidur akan tidur dengan nyenyak, salur pernafasan akan lancar menghilangkan sakit kepala. Jika di gunakan dengan waktu lama maka batu itu akan memberikan kekuatan.
Karena batu permata itu sudah berbentuk gelang Albezro pun memakainya.
Albezro pun merebahkan tubuhnya dan ia pun tidur.
***
Ting tong!
Ting tong!
"Hm … ini pasti Mila," ucap Albezro. Ia pun berjalan dan mendekati pintu kamarnya dan membukanya.
__ADS_1
Akan tetapi saat di buka pintu, bukannya Mila, tapi beberapa wanita yang datang.
"Eh, tidak biasanya kalian ke sini, ada apa?" tanya Albezro bingung.
"Minta tanda tangan mu donk," pinta mereka yang berdesakan di pintu kamarnya.
"Untuk apa?" tanya Albezro bingung.
"Kamu saat ini adalah murid populer, jadi kami tentunya ingin meminta tanda tangan kamu," ucap mereka.
"Hm? Dari mana kalian dapatkan informasi ini?" tanya Albezro heran.
"Dari web sekolah," jawab mereka.
"Ini minta tanda tangan kamu," pinta mereka.
Dengan terpaksa Albezro mengambil buku dan pena yang mereka sodorkan dan ia pun mendatanginya.
Kira-kira ada 9 buku yang harus ia tanda tangannya.
"Terima kasih Albezro," ucap mereka tersenyum senang.
__ADS_1
"Ada apa ini? Sangat mendadak sekali," ucap Albezro. Ia pun kembali masuk ke dalam kamarnya akan tetapi pintunya di tahan oleh Mila.
"Mila," ucap Albezro tidak jadi menutup pintu kamarnya.
Mila langsung masuk ke dalam kamar Albezro dan duduk di kasur Albezro.
"Hm? Kenapa?" tanya Albezro.
"Wah, sangat enak ya jadi pria murid terpopuler di sekolah bahkan para murid wanita berduyun-duyun datang ke sini hanya untuk meminta tanda tangan kamu," ucap Mila dengan senyum tertekan.
"Hm? Aku juga tidak tahu masalah ini, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Albezro yang Masih bingung dengan apa yang ia alami.
"Memangnya kamu nggak ngecek ponsel kamu?" tanya Mila.
"Setelah pulang dari latihan aku langsung istirahat kok, mana punya waktu aku lihat ponsel," jawab Albezro.
"Gih sana buruan lihat," ucap Mila.
Albezro pun mengambil ponselnya dan mengecek di web sekolah. Dan ternyata benar, di web sekolah dan fotonya dan foto beberapa orang yang lain yang saat ini sedang trending.
Murid terpopuler yang mempunyai kekuatan dan murid terkuat di sekolah adalah dirinya.
__ADS_1
"Web ini di gunakan untuk apa sih?" tanya Albezro tak mengerti.
"Astaga! Kamu tidak tahu?" tanya Mila mengangkat alisnya.