System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 30


__ADS_3

Albezro mengendarai motor terbang bersama Mila.


"Bagaimana dengan luka mu?" tanya Albezro melihat kebelakang.


"Sudah tidak sakit lagi, dua hari lagi akan sembuh," jawab Mila.


"Kamu anak orang kaya, kenapa kamu nggak mau pake pengawal?" tanya Albezro melihat ke depan.


"Jika aku terus di kawal, kapan aku akan menjadi kuat, jika aku terus di kawal, apa hidupku hanya dalam bayangan orang terus? Aku ingin menjadi kuat dan bisa melindungi diri sendiri, ada saatnya pengawal juga akan pergi meninggalkan ku, jika sudah begitu bagaimana aku akan menjaga diri ku," jawab Mila.


"Ah, kamu benar juga, aku pikir kamu anak orang kaya yang manja," ucap Albezro tersenyum.


Tak lama, mereka pun sampai di depan rumah Mila. Mereka pun masuk dan beberapa pelayan membukakan pintu.


"Silakan masuk Nona," ucap pelayan itu.


"Di mana Papa?" tanya Mila kepada pelayan itu.


"Sudah menunggu di ruang makan," jawab pelayan tersebut.


Mereka berdua pun masuk dan menuju meja makan. Di sana ada papa Mila yang sedang duduk di kursi sambil memainkan ponselnya.


"Selamat malam Om." Albezro menghampiri papa Mila dan menyalaminya.


"Selamat malam juga, mari duduk," ajak papa Mila ramah.


"Terima kasih," ucap Albezro duduk di kursi yang berhadapan langsung dangan papa Mila.


"Ayo langsung makan saja, karena Om ada yang ingin di tunjukkan pada mu," ucap Papa Mila mengambil makan untuk Albezro.


"Iya Om." angguk Albezro.


Mereka pun langsung makan. Ibu Mila sudah meninggal sejak Mila berumur 14 tahun. Kematian ibu Mila karena ibu Mila hanya orang awam, maka ia di bunuh oleh prajurit monster.


Mulai saat itu, Papa Mila terus berusaha membuat senja untuk menghancurkan monster agar para warga awam tidak mati seperti istrinya.


Mereka pun selesai makan.


"Ayo ikut Om," ajak Papa Mila.


Albezro dan Mila ikut bersama papanya dan mereka menuju sebuah ruangan.


Ruangan itu penuh cahaya lampu yang terang benderang, di sana juga ada beberapa orang yang sedang melakukan percobaan.


"Halo, untuk semua siapa yang aku bawa ini?" tanya Papa Mila membuat kejutan.

__ADS_1


"Memangnya siapa yang kamu bawa?" tanya seorang pria dengan kepala botak di atasnya, sepertinya itu akibat dari berpikir terlalu keras.


"Dia adalah anak dari Altar," jawab papa Mila.


Mereka semua tiba-tiba memberhentikan pekerja mereka dan melihat ke arah Albezro.


"Setelah kau mengatakan itu dia memang sedikit Altar. Di mana kau menemukannya?" tanya pria botak yang tadinya cuek mendekati Albezro.


"Di satu sekolah dengan anakku," jawab papa Mila.


Pria yang botak atas itu mengamati Albezro. I memegang tangan Albezro, bahu, kaki, dada dan perut dan kemudian ia mengangguk-angguk.


"Aku rasa dia cocok di jadikan percobaan kita," ucap pria botak atas itu.


"Percobaan? Kau tidak boleh melakukan padanya!" larang papa Mila menghalangi tangannya ke depan tubuh Albezro.


"Diakan anaknya Altar, kenapa tidak boleh?" tanya pria botak itu mengerutkan dahinya.


"Altar sudah pergi untuk selama-lamanya, karena keturunan masih ada, kita yang harus menjaganya! Jika ingin mencobanya, coba saja dengan tikus percobaan mu saja!" tukas papa Mila.


"Song, ini demi kepentingan kita, kebaikan kita bersama, bagaimana jika dia nanti menjadi kuat dan bisa mengalahkan raja monster maka hidup kita akan damai," ucap pria kepala botak tersebut.


"Itu tidak akan berguna jika masih ada pemicu orang yang terus-menerus membuang limbah pabrik beracun untuk membangunkan para Monster-monster itu. Selagi para monster terus bermunculan maka raja Monster masih duduk di singgasananya yang aman. Yang perlu kita lakukan adalah cari orang dan tempat mana saja orang-orang yang sudah bekerja sama dengan para monster itu berada," ucap Albezro.


"Hm? Dari mana kamu tahu tentang ini semua?" tanya Song papa Mila.


Mereka mengangguk-angguk.


"Aku akan meminta para pengawal ku untuk menyelidiki masalah ini. Oh ya, aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu, mari ikut Om," ajak Song masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada sebagian yang hancur.


"Ini adalah ruangan ayah kamu 12 tahun yang lalu. Tempat ini masih tetap seperti dulu dan tidak pernah kami gunakan lagi atau diperbaiki. Biarlah tempat ini menjadi sejarah karena di ruangan ini adalah tempat lahirnya senjata-senjata canggih. Jadi tempat ini sekarang menjadi milik mu, mungkin jika kau ingin merencanakan sesuatu di sini, maka Om akan memperbaikinya," ucap Song.


"Tidak perlu Om, tempat ini akan aku perbaiki sendiri," ucap Albezro.


"Kau yakin bisa memperbaikinya?" tanya Song mengangkat alisnya.


"Aku pasti bisa," ucap Albezro.


Albezro mendekati alat itu dan meletakkan kedua tangan di atasnya.


[Gunakan poin untuk memperbaiki mesin yang rusak]


[Perbaikan di aktifkan]


Memuat…

__ADS_1


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di potong 300 poin]


[Sisa poin Anda 700 poin]


Dengan getaran hebat di sertai cahaya listrik yang keluar di permukaan, itu membuat tubuh Albezro juga bergetar.


Cahaya itu terus muncul dan bertambah banyak. Song dan Mila terpaksa keluar karena cahaya listrik itu bercampur dengan adanya magnetik yang membuat di dalam ruangan itu kacau balau, lampu hidup mati seperti konslet. Semua besi-besi kembali ke tempat asalnya dan tempat itu seperti tau di mana tempat mereka masing-masing dan tersusun menjadi sebuah mesin baru.


Beberapa menit kemudian, ruangan itu berhenti bergetar, Albezro meliah sekeliling sesudah menjadi ruangan yang berbeda.


Song sangat terkejut dengan apa yang terjadi di ruangan tersebut.


"Wow, ini benar-benar amazing!" ucap Song terbelalak.


"Ini … ini … bagaimana bisa terjadi?" tanya Song tak bisa berkata-kata.


"Cahaya listrik dan magnetik yang membuat mereka tersusun kembali dan menghasilkan mesin terbaru," jawab Albezro.


"Kau benar-benar jenius Albezro," puji Song.

__ADS_1


"Ah tidak Om, aku biasa saja," jawab Albezro. Mila tersenyum melihat ke arah Albezro, senyum itu penuh dengan rasa bangga yang mendalam.


"Tak sia-sia aku kenal dengan mu, kau sangat luar biasa yang pernah aku temui," ucap Mila mendekati Albezro.


__ADS_2