
"Baiklah, aku akan membawanya, kamu di sini juga harus hati-hati," pesan pak Hendra.
"Baik Pak." angguk Albezro.
Pak Hendra membopongnya dan membawanya keluar dari ruang bawah tanah tersebut.
Albezro berdiri dan melihat mulai dari timur hingga barat, banyaknya ledakan bom.
"Kapan ini semua akan berakhir? Lagian pula para pemburu juga pasti lelah karena menghadapi para monster ini," ucap Albezro.
Terlihat beberapa pemburu bantuan datang, para pemburu yang lain masuk ke dalam pangkalan dan mereka beristirahat.
Begitulah seterusnya. Mereka saling bekerja sama demi membunuh para monster demi perdamaian dunia. Tapi tidak sedikit juga yang sudah berkhianat, mereka bermain cantik hingga tidak di ketahui oleh pemburu lain.
Albezro ikut membantu mereka.
"Haishhhh persediaan bom ku tinggal sedikit lagi, sudah berapa banyak poin ku ya," ucap Albezro.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
[Poin Anda 6300 poin]
__ADS_1
"Sebenarnya tinggal sedikit lagi aku bisa membeli baju pelindung tanpa batas, tapi ya sudahlah, demi pemburu yang lain agar mereka tetap selamat aku belikan lagi bomnya," ucap Albezro.
[Penukaran poin]
[Pembelian bom api]
[Pembelian 100 buah bom api]
[Ding Ding]
[Poin Anda di kurang 1000 poin]
[Sisa poin Anda 5300 poin]
"Albezro!" panggil pak Hendra.
"Eh, kok cepat banget?" tanya Albezro.
"Sudah, kamu sudah boleh pulang dan istirahat, Bapak mendapatkan sebuah pesan dari pak Firgon, semua yang ada di sini serahkan saja dulu pada pemburu pembantu," ucap pak Hendra.
"Begitu ya, ya udah ayo keluar," ajak Albezro. Karena ia juga kelelahan..
Mereka pun keluar dari ruang bawah tanah. Mereka pun kembali ke sekolah.
__ADS_1
Akan tetapi saat sampai di sekolah, beberapa murid tidak ada di sekolah, sebagai lagi mereka ada di dalam sekolah dan tidak di beri keluar.
"Eh, ada apa ini?" tanya Albezro binggung melihat keadaan sekolahnya yang lumayan sepi.
"Tadi bapak mendapat kabar jika kota di bagian selatan ada monster yang muncul dan mengacaukan di sana, beberapa murid di terjunkan ke sana, selain membantu para warga, mereka juga di latih agar bisa latihan mandiri. Karena jika nanti mereka di terjunkan ke lapangan mereka langsung bisa melawan monster sendiri, lagian monster di kota tidak sebanyak di ruang bawah tanah, jadi mereka pasti bisa mengatasinya," ucap pak Hendra.
"Oh begitu ya." angguk Albezro.
"Oh ya, mana jam tangan mu, mau Bapak serahkan pada pak Firgon. Kamu sana istirahat saja dulu," ucap pak Hendra.
"Tapi …."
"Nggak ada tapi-tapi, kamu sana cepat istirahat," ucap pak Hendra mengangkat tangannya dan ia menuju kantor pak Firgon.
"Haishhhh, tapi kita tadi sudah berjanji akan mencari pemburu yang berkhianat itu. Ya sudahlah, aku akan mencarinya sendiri," ucap Albezro.
Ia diam-diam naik motor terbangnya dan melaju di udara.
"Lho itu bukannya Albezro? Bocah nakal ini ya di suruh istirahat bukannya istirahat, tapi malah berkeliaran!" ucap pak Hendra menyadari kepergian Albezro yang ia lihat dari jendela kantor oak Firgon.
"Mungkin kah dia sedang menuju ke kota selatan? Sepertinya semangatnya ingin membunuh para monster sangat besar," ucap pak Firgon.
Pak Firgon pun segera mengecek jam tangan Albezro dan ia sangat terkejut.
__ADS_1
"Ini beneran kah?" tanya pak Firgon terbelalak.