
"Aku benar-benar mengagumi mu," ucap Zay tiba-tiba.
"Ha? Untuk apa?" tanya Albezro aneh.
"Ya, kenapa aku tidak mengenal mu dari dulu ya. Aku juga banyak belajar dari mu, bukan hanya cara bertarung mu, kau juga sangat melindungi ku, kau juga sangat khawatir padaku. Kau memang teman yang luar biasa," puji Zay.
"Jangan bilang kau suka padaku?" tanya Albezro.
"Mungkin kalau aku wanita sudah jatuh cinta padamu, tapi untungnya aku pria dan masih normal," ucap Zay tertawa.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Albezro.
Tak lama mereka pun sampai di gerbang utama ruang bawah tanah.
"Albezro, apa latihan mu sudah selesai?" tanya pak Firgon.
"Latihan ku belum, tapi aku mengantar Zay karena tangannya cidera," ucap Albezro.
"Sini Bapak periksa," ucap pak Firgon.
__ADS_1
Zay pun datang mendekat. "Tapi ini sudah agak membaik karena di obati Albezro kok Pak, dia bilang hanya butuh waktu untuk istirahat untuk menyembuhkannya saja," ucap Zay.
"Baguslah jika begitu, untuk kamu pulang saja," ucap pak Firgon kepada Zay.
"Saya di sini saja Pak, menunggu Albezro pulang," ucap Zay.
"Tapi butuh istirahat untuk menyembuhkannya," ucap pak Firgon mengangkat alisnya.
"Iya, aku akan istirahat di sini saja menjelang Albezro selesai latihan," ucap Zay sedikit bersikeras.
"Ya sudahlah, tapi jangan lakukan apa-apa ya," ingat pak Firgon.
"Bai Pak, terima kasih banyak," ucap Zay berjalan menuju sebuah tenda yang sengaja di pasang oleh guru pembimbing u tuk beristirahat.
Albezro kembali masuk ke ruang bawah tanah dan ingin mencari Yadi, karena di sana ia tidak melihatnya.
Albezro terus masuk ke dalam dan terlihat jika Yadi dan kedua temannya sedang bertarung melawan jendral monster.
"Ck! Dia bilang ingin membuat 10 monster, jangankan 10 monster, satu monster aja rame-rame ingin membunuhnya," ucap Albezro tersenyum sinis.
__ADS_1
Albezro pun mendekat dan ia berdiri di sebuah gundukkan tanah yang lumayan tinggi. Terlihat pertarungan dan kerja sama antar Yadi dan teman-temannya.
"Hay! Dasar lemah! Satu monster aja ramai-ramai, mana yang kata mu mau membunuh 10 monster itu!" teriak Albezro.
Yadi terkejut dengan suara yang sangat ia kenali itu. Ia pun melihat kebelakang dan lebih terkejutnya itu adalah Albezro yang ia dalam keadaan baik-baik saja.
"Kau … Bagaimana mungkin?" ucap Yadi tak percaya.
"Yadi awas!" teriak temannya. Sayangnya tu sudah tidak sempat lagi, monster itu mengibaskan tangannya ke arah Yadi dan membuat Yadi terpental cukup jauh.
"Aaaaaaaaaaaaa!" teriak Yadi kesakitan, ada darah yang keluar di ujung bibirnya.
"Sial! Gara-gara dia aku tidak fokus bertarung dan terluka!" denggus Yadi kesakitan.
"Ha-ha-ha emangnya enak, atau mau tambah lagi!" teriak Albezro lagi sambil tertawa.
"Kau … Sungguh membuat ku kesal!" teriak Yadi berusaha berdiri, tapi ia sempoyongan dan terjatuh lagi.
"Hey! Seharusnya aku yang mengatakan itu, kau sudah menjatuhkan ku di sarang jendral monster. Aku yang seharusnya kesal dengan mu, untunglah aku punya kekuatan yang luar biasa sehingga aku bisa keluar dari sana," ucap Albezro.
__ADS_1
Kedua orang teman Yadi sedang sibuk melawan jendral monster tersebut dan mereka terlihat kewalahan juga.
"Apa perlu kita panggil bantuan?" tanya temannya.