System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 24


__ADS_3

Mendadak Albezro bangun dari tidurnya dan ternyata sudah pagi.


"Haishhhh, sudah pagi aja, perasaan baru aja tidur," ucap Albezro mengucek matanya.


Tapi … ia ingat mimpinya barusan. Kata-kata itu masih terngiang di telinganya, ia masih berpikir memangnya apa yang di titipkan padanya?


"Jangan bilang saat itu ayah membuatkan system sebenarnya untuk membasmi monster, mungkinkah terakhir kalinya ia mungkin sudah mempersiapkan rencana kedua makanya baru pindah system' itu ke tubuh ku," ucap Albezro berpikir.


"Ya sudahlah, hari ini ada latihan praktek di lapangan," ucap Albezro berdiri dan masuk ke dalam kamar mandinya. Ia segera mandi dan bersiap-siap ingin menuju kantin.


"Hay!"


"Albezro terkejut ternyata Mila sudah ada di depan pintu.


"Kamu nggak mungkin nunggu di sini dari pagi kan?" tanya Albezro melihat ke kiri dan kanan sudah tak terlihat lagi para murid di lorong kamar.


"Kalo iya kenapa? Ayo kita pergi sarapan," ajak Mila. Albezro mengikuti Mila dari belakang untuk menuju ke kantin.


Semua mata tertuju ke arah mereka berdua dengan pandangan aneh.


"Sejak kapan mereka menjadi dekat?" tanya mereka penasaran.

__ADS_1


"Mana aku tahu," jawab temannya mengangkat bahunya.


"Ck! Lihatlah, sejak Mila membelanya mereka malah jadi akrab!" denggus Ferdi kesal.


"Sepertinya kita di jadikan pijakan untuk mendekati Mila," ucap Yun melihat Albezro sambil melipat tangannya.


Mata Leon menatap Mila lalu menatap Albezro dengan tatapan dendam, di tambah lagi melihat Albezro makan bersama Mila membuat ia menjadi dendam.


Melihat itu, Yun mendekati Leon.


"Bagaimana menurut kak Leon?" tanya Yun melihat ke arah Albezro.


"Memang kenapa?" tanya Leon.


"Baiklah, rencana mu di terima, jadi kita pergi untuk membuat rencana, melihat mereka semakin membuat aku marah saja," ucap Leon kesal.


Mereka pun pergi.


"Oh ya, malam ini Papa ku ingin kau datang lagi ke rumah ku untuk mengajak mu makan malam, jadi nanti setelah selesai latihan aku langsung menjemput mu," ucap Mila.


"Kau hari ini ada latihan di lapangan juga?" tanya Albezro.

__ADS_1


"Iya, bagaimana jika kita satu kelompok?" saran Mila.


"Kelompokkan di bagi oleh guru pembimbing, mana bisa kita nentuin gitu aja."


"Siapa bilang kita tidak bisa menentukannya sendiri, setelah masuk ke ruang bawah tanah, kita akan bertemu di sana, aku akan kirim lokasi ku pada mu nanti, oke!" ucap Mila tersenyum.


"Terserah mu saja," ucap Albezro melahap makanannya.


Dari kejauhan Kino melihat Mila sedang duduk berdua dengan pria asing dan ia terlihat kesal. Kino pun berjalan lalu duduk di samping Mila.


"Hay Mila!" sapanya dengan senyum manis tapi di dalam hati sedang menggerutu.


"Hay juga kak Kino," jawab Mila membalas senyuman Kino yang hanya sekilas.


"Oh ya, nanti kita ada latihan di ruang bawah tanah, gimana nanti kamu satu kelompok dengan ku?" saran Kino.


"Maaf kak Kino, aku udah ada janjian satu grub dengan orang lain," ucap Mila melayangkan seulas senyuman.


"Sama siapa?" tanya Kino penasaran.


"Sama dia," ucap Mila melihat ke arah Albezro.

__ADS_1


"Dia?" tanya Kino melihat Albezro merendah.


__ADS_2