
"Ha-ha-ha, masalah ini kami tidak perlu khawatir, Om akan menemani mu," ucap papa Mila.
"Oh baiklah jika begitu, kapan Om akan meluncurkan senjata baru ini?" tanya Albezro.
"Hm … yang pastinya Om akan hubungi kepala sekolah kalian dulu, setelah itu memproduksi beberapa bagian untuk model dan di gunakan oleh pemburu monster level SSS, setelah itu peluncuran. Tahap selanjutnya baru memproduksi skala besar, dengan begini Om harap kita bisa menyelamatkan para pemburu yang lain," ucap papa Mila penuh harap.
"Iya Om, aku juga berharap begitu."
Mereka pun bercakap-cakap untuk senjata apa selanjutnya yang akan mereka buat dan itu memakan waktu hingga 2 jam.
"Oh ya aku ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan, jadi aku mau permisi dulu," ucap Albezro ingin berpamitan.
"Kok cepat sekali, kamu nggak mau tidur di rumah Om saja?" tanya papa Mila tanpa sedih.
"Lain kali saja Om, jika aku tidak ada urusan mendadak begini aku pasti akan tidur di sini, tapi urusan ku ini tidak bisa di tinggalkan, jadi mengharuskan aku untuk pergi. Aku benar-benar minta maaf Om," ucap Albezro merasa bersalah.
"Ah, tidak apa-apa, selesai saja dulu masalah mu itu, tidur di rumah Om bisa kapan saja kok. Kapan kamu mau Mila yang akan membawa mu," ucap papa Mila.
__ADS_1
"Terima kasih Om, kalau begitu aku permisi dulu," ucap Albezro.
"Kamu hati-hati di jalan," pesan papa Mila.
"Iya Om." angguk Albezro.
Albezro pun keluar dari ruangan tersebut dan di antar oleh papa Mila.
"Aku permisi dulu Om," ucap Albezro sekali lagi.
"Lho udah mau pulang aja," tiba-tiba Mila muncul.
"Hm iya." angguk Mila.
"Ya udah aku pergi dulu," ucap Albezro naik motor terbangnya dan ia pun melaju di udara.
"He-he-he, kamu menurut banget apa yang di ucapkan Albezro," goda papanya.
__ADS_1
"Ayolah Pa, aku memang ingin nginap di rumah aja malam ini, lagian dia juga sudah bilang kalau dia ada urusan malam ini. Jadi aku juga memutuskan untuk tinggal di rumah aja," jawab Mila melipatgandakan tangannya.
"Jika itu keinginan mu sendiri kau pasti membantah ucapan Albezro seperti "Ye aku emang mau tinggal di sini, nggak perlu kamu atur-atur aku" gitu," ucap papa Mila menyenggol bahu sang putrinya.
"Ah Papa! Tolong jangan goda aku deh! Udah ah, aku mau masuk kamar aja," ucap Mila manyun, tapi saat ia berbalik badan Mila tersenyum.
"Ingat ya Mila, kamu jangan lepaskan dia, dia sama berharga seperti ayahnya, Pepet terus," ucap papa Mila sambil tertawa. Ia pun kembali masuk ke dalam ruangannya.
Sedangkan Mila menutup pintu kamarnya dan melompat di atas ranjang kesayangannya.
Perjalan beberapa menit akhirnya Albezro pun sampai di depan rumah pak Hendra.
"Pak Hendra!" panggil Albezro.
"Itu dia, bocah nakal itu sudah datang," ucap pak Hendra keluar dari dalam rumahnya.
"Hey masuk," ajak pak Hendra masuk kembali ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Albezro pun masuk ke dalam rumah dan di sana sudah ada pak Firgon dan kepala sekolah.
"Maaf Pak, apa saya terlambat?" tanya Albezro canggung.