
"Heh! Siapa takut!" tantang Kino.
Mereka pun pergi menuju ke arah timur.
"Hi-hi-hi, lumayan buat nambah pasukan buat nyerang monster," ucap Albezro pelan sambil tertawa kecil.
'Aku malah menerima tantangan bocah licik ini!' batin Kino kesal. Tadi saja dia bersusah payah lari dari cengkeraman para monster itu, sekarang ia malah mengantarkan diri.
"Hey! Ayo ikut!" teriak Kino kepada Sandi dan Yohan.
"Untuk apa? Kami nggak mau mati dengan sia-sia," tolak Sandi menggeleng.
"Ayo, jika tidak jangan temanan dengan ku lagi," ucap Kino membelalakkan matanya.
"Siapa peduli, aku lebih sayang nyawaku, kamu yang menerima tantangan dia ya udah pergi saja kamu," ucap Sandi.
"Sial! Lihat saja kalian!" ucap Kino kesal.
Dengan wajah yang penuh dendam, Kino mengikuti Albezro dan Mila. Sesampainya di sana ada beberapa monster yang menyerangnya guru pembimbing mereka.
"Ayo kita tanding siapa yang duluan bisa membunuh monster itu," ucap Albezro.
Mereka berdua pun berlari ke arah monster tersebut, Albezro dengan santainya mengambil bom lalu melemparkannya ke arah monster sasaran Kino.
Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!
Monster itu pun langsung mati. Kino melihat ke arah Albezro dengan murka.
__ADS_1
"Hey! Ini adalah mangsa ku! Kenapa kau mengambilnya!" teriak Kino geram.
"Heh! Memangnya ada peraturan begitu? Jika kau tidak senang kau bisa melakukan itu pada ku juga nanti," ucap Albezro tersenyum manis.
"Sialan! Kau mempermainkan ku ya! Akan ku balas kau!" teriak Kino geram.
"Heh! Jika kau sangat kuat ayo habisi monster ini, dengan begitu baru aku akan mengakuinya, atau kau bisa membunuh monster lebih banyak dari ku itu akan sangat bagus," ucap Albezro.
"Baiklah akan ku tunjukkan seberapa kuatnya aku," ucap Kino terpancing emosi.
Albezro tersenyum menyengir. "Lumayan buat mengurangi meskipun cuma satu monster," ucap Albezro.
"Kamu di sini saja untuk jaga-jaga," ucap Albezro kepada Mila.
"Baiklah." angguk Mila.
Albezro mengeluarkan senjata lasernya dan memegang di kedua tangan lalu melompat dan menghabisi monster itu.
Syaaat!
Syaaat!
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda membunuh jendral monster]
__ADS_1
[Selamat Anda mendapatkan 500 poin]
[Level pertumbuhan\=24]
[Kekuatan\=35]
[Kecepatan\=35]
[Kelincahan\=35]
[Kecerdasan\=35]
[Kemampuan\=35]
[Keberanian\=35]
[Poin \=7.200]
"Jika begini terus maka kota tidak akan aman, jadi harus ada pemburu yang berpatroli, dan menambah banyak pemburu di sini. Para monster ini semakin kuat, entah bagaimana mereka bisa begini," ucap salah satu guru pembimbing khawatir.
"Iya, ini adalah masalah serius, jika di biarkan maka para monster ini akan meraja lela di kota dan melukai warga kota," ucap guru pembimbing yang lain.
"Oh ya, kalian sangat hebat, terutama kamu, rasanya kami sudah cocok jadi pemburu level S. Dari yang ku lihat cara tempur kamu tadi sangat mengagumkan," puji salah satu guru pembimbing menepuk pundak Albezro.
"Terima kasih pak," ucap Albezro.
"Baiklah, mari kita pulang dan beristirahat untuk memulihkan tubuh," ajak guru pembimbing itu.
__ADS_1
"Baik Pak." angguk Albezro.
Kino melihat itu memandang sinis. "Cih! Sungguh menyebalkan! Jadi kau ingin aku menerima tantangan mu biar kau bisa berlagak sombong dan agar aku melihat kau mendapatkan pujian? Ini yang kau inginkan sesungguhnya!" tebak Kino.