
"Baiklah." angguk Zay menurut.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Albezro melihat kira-kira apa yang ia perlukan agar bisa naik ke atas.
[Melompat ketinggian 10 meter]
[Pembelian skill melompat tinggi 150 poin]
[Klik]
Albezro memencet pembelian skill.
[Gunakan poin untuk melompat tinggi]
[Lompat tinggi di aktifkan]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
__ADS_1
80%…
90%…
100%…
Selesai.
[Poin Anda di potong 150 poin]
[Sisa poin Anda 7.000 poin]
[Lompat tinggi siap di gunakan]
Albezro pun melompat dengan skill yang ia dapatkan dan terasa seperti terbang ke atas, Albezro menginjak dinding tembok itu dan ia pun melompat lagi dan akhirnya sampai di atas.
"Buka mata mu, kita sudah sampai," ucap Albezro.
Perlahan-lahan Zay membuka matanya dan ia terkejut karena entah seperti apa tiba-tiba saja mereka sudah di atas saja.
"Eh, kita sudah sampai?" tanya Zay melihat sekeliling.
Albezro pun menuntun Zay ke tempat aman di sebuah gundukkan tanah yang cukup tinggi lalu mendudukkan Zay di samping gundukkan itu.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda membunuh jendral monster]
[Selamat Anda mendapatkan 1.000 poin]
[Level pertumbuhan\=25]
[Kekuatan\=38]
[Kecepatan\=38]
[Kelincahan\=38]
__ADS_1
[Kecerdasan\=38]
[Kemampuan\=38]
[Keberanian\=38]
[Poin \=8.000]
Albezro mengambil kotak P3K dari dalam tasnya, ia pun mengambil alat laser radiasi untuk di gunakan pengobatan di tangan Zay.
Albezro meletakan alat di atas tangan Zay yang patah tadi. Dengan cahaya radiasi itu membuat perlahan-lahan tulang Zay kembali menyatu dengan sendirinya.
Akan tetapi alat ini tidak bisa di gunakan dalam waktu lama, atau kulit akan menjadi terbakar akibat cahaya radiasi yang kuat.
"Ukhhhhhhh!" Zay merasa kesakitan.
"Tahan ya, ini akan menyembuhkan tulang mu yang patah meskipun tidak 100% tapi ini sangat membantu untuk pemulihan yang cepat," ucap Albezro.
"Tidak apa-apa, aku bisa tahan," ucap Zay mengangguk.
Terlihat kulit Zay sedikit menghitam, Albezro mengangkat alat itu.
"Bagaimana? Apa ada perubahan?" tanya Albezro.
"Iya, aku merasa sedikit bisa di gerakkan." angguk Zay.
"Tapi alat ini tidak bisa di gunakan lagi atau daging mu akan mateng, jadi sisanya penyembuhan lainnya, terutama banyak istirahat saja. Itu akan sangat membantu," jawab Albezro.
"Iya, terima kasih banyak, aku tidak tahu ternyata kau sebaik ini dan sangat peduli dengan sesama," ucap Zay tersenyum bangga.
"Jadi bagaimana? Apa kau pulang saja, nanti aku akan beri tahu pada guru pembimbing jika kau terluka," ucap Albezro.
"Sebenarnya aku masih ingin ikut dengan mu, tapi jika keadaan ku seperti ini malah akan membebankan mu, jadi lebih baik aku pulang dan istirahat saja," ucap Zay.
"Baiklah, aku akan mengantar ke gerbang utama," ucap Albezro.
"Tidak usah, kamu sibuk saja dengan latihan mu, aku bisa pulang sendiri," tolak Zay.
"Keadaan mu tidak baik-baik saja, jika ada jendral monster nanti gimana? Kamu terluka seperti ini tidak akan bisa bertarung maksimal. Lagian aku juga ingin melihat Yadi, di mana dia saat ini," ucap Albezro.
__ADS_1
"Oh begitu ya. Ya udah." angguk Zay senang. Mereka pun berjalan untuk keluar dari ruang bawah tanah tersebut.