System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 42


__ADS_3

Sungguh kerja sama yang menganggumkan. Albezro tersenyum bangga karena ia mendapat rekan kerja sama yang jeli dan tau apa yang harus ia lakukan.


"Good job Mila," ucap Albezro mengacungkan jempolnya.


Saat monster itu menyerang mereka pun bersiap, Albezro dan Mila bersama-sama melompat ke atas, mereka pun menerjang monster itu lalu menebaskan senjata laser mereka.


"Mau gunakan punya ku?" tawar Albezro kepada Mila dengan mengangkat senjata lasernya.


"Senjata laser mu sangat beda dengan senjata laser di sekolah, tentu saja aku mau," ucap Mila mengambil senjata laser milik Albezro dan ia memotong tangan monster itu lalu memotong badannya.


Para bala bantuan pun datang, mereka menembakkan senjata laser ke arah para monster.


"Untuk kalian, ayo mundur," terdengar suara dari pesawat tempur milik pemburu.


"Ya sudah kita mundur," ajak Albezro. Mila mengangguk dan mereka pun mundur.


[Ding Ding]


[Anda mendapat penambahan 600 poin]

__ADS_1


[Poin Anda menjadi 6.700 poin]


Albezro dan Mila berkumpul dengan para murid yang lain, di sana juga ada beberapa guru pembimbing dan beberapa suster yang membantu mengobati para murid yang terluka.


Dari arah timur terdengar suara teriakan.


"Aaaaaaaaaaaaa!" ternyata mereka Kini dan kedua temannya yang berlari ke arah tempat perkumpulan para murid.


"Apa yang terjadi?" yang guru pembimbing.


"Ada … ada monster," jawab Kino terpogoh-pogoh karena kelelahan berlari.


"Dari arah mana mereka?" tanya guru pembimbing itu antusias.


Albezro dan Mila lewat di depan Kino berjalan beriringan.


"Ck! Aku tidak tahu jika orang terkuat di sekolah ternyata ada pengecut, mereka mengatakan aku tidak berguna, lalu bagaimana dengan murid terkuat lari saat monster datang ya? Dia pasti lebih rendah dari murid tidak berguna ini," ucap Albezro sambil lewat.


"Aku juga tidak menyangka ternyata dia sepayah itu," sahut Mila.

__ADS_1


"Kalian ya! Mengatai ku ya!" teriak Kino geram. Ia menarik bahu Albezro membuat Albezro membalikkan badannya.


"Kita? Mengatai mu? Kau merasa begitu?" tanya Albezro mengangkat alisnya sambil menyengir.


"Benarkan! Kau mengejek ku! Lalu siapa lagi yang kau ejek! Kau ingin bertarung dengan ku!" teriak Kino dengan membelalakkan matanya.


"Kapan aku mengatakan itu kau? Apa aku ada menyebut nama mu? Tidak kan? Kenapa kau merasa?" tanya Albezro.


"Meskipun secara tidak langsung, tapi itu jelas kau tunjukkan pada ku, kau ingin bermusuhan dengan ku!" seru Kino tambah murka, ia menarik kerah baju Albezro.


"Ck! Sejak kapan kita berteman? Kau memang musuh ku sejak dulu." Albezro menarik tangan Kino dengan kuat melepaskan dari kerah bajunya.


"Lihat saja kau! Aku tidak akan melepaskan mu!" desis Kino.


"Oh ya? Aku tidak sabar ingin berada di genggaman mu!" tantang Albezro.


"Kau juga, aku salah menyukai mu, ternyata kau wanita j*lang!" seru Kino melihat ke arah Mila.


"Hush! Kau itu pria apa perempuan! Mulut mu ini mau ku gosok dengan gosokkan ****** wajan ya! Benar-benar nggak ada akhlak, dasar bocah!" ucap Albezro ketus.

__ADS_1


"Kau bilang aku bocah! Sialan! beraninya kau katakan itu pada ku!" teriak Kino dengan wajah merah padam.


"Jika kau bukan bocah, ayo kita bertarung melawan monster, jika kau duluan bisa mengalahkan monster, maka aku akan menganggap mu suhu dan bersujud di kaki mu!" tantang Albezro tersenyum licik.


__ADS_2