
Terlihat di wajah pak Firgon yang sangat menyayangkan kejadian tersebut.
"Iya, aku aka bantu selidiki Pak," ucap Albezro.
Motor terbang terus melaju dan tak lama kemudian, mereka pun sampai di gerbang ruang bawah tanah.
Zay mendekati Albezro murid yang tadi ingin satu kelompok Albezro.
Mereka pun bersama-sama masuk ke dalam ruang bawah tanah.
Sesampainya di sana, Albezro dan Zay berjalan masuk lebih dalam.
Pok!
Sebuah tepukan di bahunya dari belakang, membuat Albezro terkejut dan menodongkan senjatanya ke arah orang yang menepuk bahunya. Dan ternyata itu adalah Yadi.
"Bagaimana? Apa kau sudah siap?" tanya Yadi menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Setelah masuk ke sini tidak ada kata tidak siap," ucap Albezro bercekak pinggang.
"Baiklah, kalau begitu, ayo pergi," ajak Yadi yang tersenyum penuh misteri.
"Entah kenapa aku melihat jika dia punya rencana buruk," bisik Zay.
"Aku tahu itu, kita lihat apa yang dia rencanakan," ucap Albezro.
Albezro pun mengikuti Yadi, Yadi membawa ke tempat yang lebih dalam lagi dan terlihat di sana tempatnya sepi.
"Kenapa kau membawa kamu ke sini? Di sini tidak ada monster," ucap Albezro.
Albezro dan Zay pun jatuh ke dalam, dan di dalam lobang itu ada 10 jendral monster.
"Ha-ha-ha, sudah berusaha payah aku menemukan lubang ini dan ternyata lubang tempat persembunyian para jendral monster, jadi berdoa saja agar kalian bisa selamat, jika tidak selamat jalan ke neraka," ucap Yadi tertawa.
"Oh, hanya ini saja rencana mu? Tidak ada lain kah?" tanya Albezro menyengir.
__ADS_1
Yadi menekuk alisnya merasa heran dengan ucapan Albezro. "Hm? Apa ini tidak cukup? Di saat seperti ini saja kau masih sombong, kesombongan mu itu sungguh di luar batas. Kalau begitu selamat menikmati di dalam lubang sana," ucap Yadi pergi meninggalkan Albezro.
"Bagaimana?" tanya temannya.
"Heh! Biarkan saja mereka, mereka tidak akan selamat karena di dalam lubang ini penuh dengan jendral monster, kalau selamat pun mereka akan terluka parah. Di dalam lubang juga sudah aku taruh alat magnetik yang membuat sinyal bantuan mereka tidak berfungsi. Terima kasih ya sudah memberi tahu tempat itu," ucap Yadi.
"Tidak masalah, ayo pergi," ajak temannya. Mereka pun pergi dari tempat tersebut dan menuju tempat lain.
"Albezro, bagaimana ini? Semua yang ada di sini jendral monster semua," ucap Zay ketakutan.
"Gunakan semua kekuatan mu, dengan begitu kita akan tahu batas kemampuan kita," ucap Albezro.
"Tapi apa kita akan selamat?" tanya Zay ragu-ragu.
"Ayo saja, apa kau kau mati begitu saja tanpa perlawanan, ayo maju," ucap Albezro mengeluarkan senjata lasernya. Ia mengengam kedua pedang laser di tangannya lalu berlari ke arah para jendral monster tersebut.
"Kalian maju sana, hanya bocah ingusan itu seharusnya sekali pukul akan mati," ucap salah satu jendral monster yang lain.
__ADS_1
Albezro pun tanpa basa basi melawan para monster itu, mereka pun bertarung, para monster itu berusaha menangkap Albezro, akan tetapi Albezro memotong tangan monster itu hingga sebelah tangan monster itu putus.
"Aaaaaaaa!" teriak monster itu karena dari tangannya yang terpotong mengeluarkan cairan hitam limbah beracun.