System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 62


__ADS_3

"Hey kau Yadi! Kenapa kau diam seperti pengecut! Sana bantu mereka, bukannya kau ingin menghabisi 10 monster, jangan permalukan diri mu donk ," ucap Albezro menyengir.


Yadi menatap Albezro tajam, ia benar-benar di buat kesal oleh ucapan Albezro.


"Aku sedang terluka, mana bisa aku ikut bertarung lagi," tolak Yadi.


"Jangan banyak alasan kamu, bilang saja kau takut," ucap Albezro memutar bola matanya.


"Mana ada aku takut, aku terluka itu juga gara-gara kamu! Ku sudah mengalihkan perhatian ku membuat aku di libas oleh monster itu, kau pasti sengaja agar membuat ku terluka, ngaku aja kamu!" tuduh Yadi.


"Hey! Jangan salah aku jika kau terluka, tapi salahkan saja diri mu yang tidak cukup kuat dan tidak punya kemampuan tapi sombong mu selangit, seharusnya kau punya kemampuan dulu baru menantang orang. nyali mu aja yang besar tapi nggak punya kekuatan apapun, nggak sadar diri!" ejek Albezro.


"Sial! Kau mempermainkan ku! Kau juga kekuatan mu entah dapat dari mana dan jangan-jangan kau bekerja sama dengan monster itu! Sebenarnya itu patut di pertanyakan oleh guru pembimbing, bukanya tiba-tiba mereka memberi mu penghargaan dan menjadi murid terkuat di sekolah!" seru Yadi ketus.

__ADS_1


"Cih! Bilang saja kau iri, apa mata mu buta! Aku menghabisi para monster itu di depan mata kepala mu sendiri! Sana kamu coba cek di lubang yang kau dorong aku tadi, apa masih tersisa para jendral monster tadi? Ini adalah akibat dari orang tidak punya kemampuan, taunya memfitnah orang sembarangan saja, sungguh menyebalkan!" ucap Albezro kesal. Ia pun keluar ruangan bawah tanah itu.


Akan tetapi tiba-tiba saja dari belakang, Yadi menembakkan senjata lasernya ke arah Albezro.


Albezro salto belakang dan menghindari laser tersebut.


"Hey! Kau! Kau ini kenapa sih? Jika itu senjata laser yang tidak di modifikasi hanya untuk membunuh monster mungkin aku sudah mati! Kau pasti sudah gila ya!" umpat Albezro.


"Heh! Entah kenapa aku sangat membenci mu! Rasanya aku ingin melenyapkan dirimu saat ini juga," ucap Yadi menatap tajam Albezro.


"Kenapa kalian memanggil ku! Kan ada di hebat di sini, minta bantuan saja dengannya," jawab Yadi kesal.


"Wah pujian itu akhirnya keluar juga dari mulut mu, terima kasih," ucap Albezro tersenyum manis membuat Yadi tambah kesal.

__ADS_1


"Ah! Menyebalkan!" Yadi pun pergi keluar dari ruang bawah tersebut.


"Sial! Yadi itu benar-benar menyebalkan! Dia malah kabur! Dasar pecundang!" denggus mereka kesal.


"Hey kamu! Tolong bantu kami!" pinta mereka.


"Aku membantu kalian aku dapat keuntungan apa?" tanya Albezro bercekak pinggang.


"Hey! Ini bukan saatnya tawar menawar, keselamatan manusia adalah hal yang terpenting!" ucap mereka.


"Ayolah, aku tadi sudah membunuh 2 jendral monster, itu sudah sangat meringankan beban kalian, teman kalian yang pecundang itu sudah kabur, jadi aku bukan siapa-siapa kalian, jadi aku minta imbalan donk," ucap Albezro.


"Baiklah, aku akan beri kamu yang batu permata merah, " jawab mereka.

__ADS_1


"He-he-he setuju," jawab Albezro menyengir.


__ADS_2