System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 66


__ADS_3

"Oh ya? Itu pasti sangat luar biasa aku sangat ingin melihatnya," ucap Albezro senang.


Setelah mereka makan papa Mila membawa mereka menuju ruangan tempat ia meneliti senjata.


"Om sudah menggunakan mesin milik ayah mu, kamu memang benar-benar anak Altar, mesin itu malah menciptakan sesuatu yang bagus. Ini sangat luar biasa, dengan begini maka senjata yang ada di sekolah mu bisa di ganti dengan yang baru," ucap papa Mila senang.


Ya, papa Mila adalah kontribusi terbesar untuk sekolah mereka, senjata yang ada di sekolahnya itu berasal dari papa Mila dan pekerja yang lain.


Maka dari itu, tidak ada yang mau menganggu Mila, para guru juga sangat menjaga Mila, hanya saja Mila sendiri yang ingin mandiri, ia tidak ingin menjadi anak yang cengeng.


Mereka pun masuk ke dalam tempat di mana mesin yang pernah Albezro perbaiki.


"Ini adalah senjata yang Om hasilkan dari mesin ayah mu, apa kau ingin mencobanya?" tanya papa Mila.


"Mau Om," jawab Albezro.

__ADS_1


"Oke, cara kerjanya sama seperti senjata api laser lainnya, hanya perlu menembakkan saja," ucap papa Mila memberikan senjata tersebut.


Albezro mengambil senjata tersebut dan ia menembakkan ke arah patung monster yang sengaja di buat sebagai tempat pengetesan.


Albezro mengarahkannya senjatanya ke arah monster itu lalu menembakkan.


Dor!


Duaaaarrrrrrrrr!


"Waw, ini sangat luar biasa, Om memasukan laser dan bom di sini, ini paduan kekuatan yang sangat hebat, semoga saja senjata ini sangat membantu para pemburu secepatnya untuk memusnahkan para Monster-monster itu," ucap Albezro berharap.


"Jadi menurut mu ini sudah bisa di produksi banyak?" tanya papa Mila.


"Tentu saja Om, lebih cepat lebih baik, mereka pasti sangat membutuhkan senjata seperti ini," ucap Albezro.

__ADS_1


"Baiklah, Om akan menghubungi pihak sekolah untuk peluncuran senjata baru, tapi jika misalnya ada kerusakan pada mesin lagi Om minta bantuan kamu ya untuk memperbaikinya," ucap papa Mila menyengir.


"Om tidak perlu sungkan jika ingin meminta pertolongan ku, aku juga ingin memberi yang terbaik demi keselamatan umat manusia. Jika ada yang bisa aku tolong aku pasti akan membantu Om," jawab Albezro tersenyum.


Papa Mila tersentuh dan menatap Albezro penuh harapan.


'Altar, lihatlah anak mu, sekali pun kau sudah tiada, tapi aku melihat sosok diri mu di dalam dirinya, aku merasa sudah ada pengganti mu, terima kasih sudah memberikan anak yang berbakat seperti diri mu, terima kasih karena sudah meninggalkan jejak pada anakmu, aku bersyukur karena kau tidak hilang sepenuhnya. Anak mu adalah anakku juga, aku akan memperlakukan anak mu sama seperti anakku juga,' batin papa Mila dengan mata berkaca-kaca.


"Eh Om, Om baik-baik saja kan?" tanya Albezro melihat mata papa Mila sedikit berair.


"Ah, Om tidak apa-apa kok, hanya kelilipan saja. Oh ya, nanti saat peluncuran senjata baru ini Om mau kamu yang meluncurkannya di sekolah mu, Om mau kamu yang memimpinnya dan mempromosikan senjata ini," ucap papa Mila.


"Hm? Kok aku Om, kalau aku yang mempromosikannya takutnya bakal nggak ada yang bisa menggunakannya," ucap Albezro.


"Ha? Kenapa bisa begitu?" tanya papa Mila terkejut.

__ADS_1


"Kalau aku menjelaskan cara pengunaannya pasti nggak ada yang dengar, secara mereka banyak yang tidak menyukai ku," jawab Albezro.


__ADS_2