System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 37


__ADS_3

Mereka pun pergi menuju ruang bawah tanah. Tentu saja sebelumya mereka sudah menggunakan baju pelindung dan persiapan lainnya.


Mereka pun naik motor terbang menuju ruang bawah tanah.


Sesampainya di sana, mereka pun turn dari motor terbang.


"Ini pakai jam tangannya." pak Hendra memberikan sebuah jam tangan yang bisa menghitung berapa kekuatan tempur Albezro.


Albezro memakainya dan mereka pun masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam ruang bawah tanah. Mereka pun berjalan.


"Kenapa Bapak yang menjadi guru pembimbing, bukankah Bapak kerjanya menunggu warung Bapak?" tanya Albezro.


"Awalnya Bapak menolak ingin menjadi guru pembimbing, ketika mendengar nama kamu Bapak langsung setuju. Dulunya bapak juga seorang guru pembimbing, tapi Bapak lebih memutuskan untuk berjualan saja, karena sejak murid Bapak meninggal di dalam genggaman monster di depan mata bapak. Bapak merasa bersalah karena tidak bisa melindunginya, akhirnya Bapak tidak ingin jadi guru pembimbing lagi," ucap pak Hendra mengingat waktu silam.


Albezro mengangguk-angguk. "Tapi kali ini kenapa bapak setuju?" tanya Albezro.


"Kali ini Bapak percaya jika kau akan jadi bintang yang bersinar, karena dari yang bapak lihat kamu bahkan bisa mengalahkan jendral monster sendirian, lebih tepatnya kamu yang melindungi Bapak, buka Bapak yang melindungi kamu," ucap pak Hendra tersenyum menepuk pundak Albezro.

__ADS_1


Saat sedang berjalan sedikit lebih dalam. Di sana sudah terlihat jika ada beberapa murid yang sedang bertarung melawan prajurit monster yang di temani guru pembimbingnya.


"Kita di sana saja, di sini sudah banyak murid-muridnya," ajak pak Hendra.


Mereka pun masuk ke dalam lagi dan di sana banyak para pemburu yang sedang bertarung.


Albezro membelakangi pak Hendra dan ia mengambil beberapa bom dari Systemnya.


"Ini pak, ambil," ucap Albezro memberikan 10 buah bom kepada pak Hendra.


"Untuk apa? Bapak banyak bawa kok, untuk kamu saja," tolak pak Hendra.


"Pak, bom ini berbeda dari bom yang Bapak bawa, ini cara kerja sangat efektif, nih aku tes dulu," ucap Albezro melemparkan bomnya dari kejauhan dengan kuat dan mengenai prajurit monster tersebut. Monster itu langsung mati di tempat.


[Ding Ding]


[Poin Anda menjadi 5100]


"Wah, benar-benar ampuh sekali, dari mana kau mendapatkannya?" tanya pak Hendra.

__ADS_1


"Oh itu ya … aku … eh pak itu ada jendral monster yang akan keluar dari tanah," tunjuk Albezro.


Mereka pun berlari menuju tempat monster itu dan Albezro langsung memotong kepala jendral dengan senjata lasernya.


Syuut!


[Ding Ding]


[Anda mendapat penambahan 200 poin]


[Poin Anda menjadi 5300 poin]


Tiba-tiba saja dari belakang, jendral monster datang dan ingin menangkap mereka, Albezro menendang pak Hendra dan ia malah tertangkap oleh monster itu.


"Albezrooooooooo!" teriak pak Hendra. Akan tetapi Albezro malah di telan oleh monster itu.


"Tidak! Tidak! Tidak! Jangan lakukan itu!" teriak pak Hendra melemparkan bom yang di berikan oleh Albezro tadi ke arah monster tersebut.


"Tidak! Apa … apa aku akan mengulang kesalahan yang sama?" tanya pak Hendra terbelalak dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Karena satu bom tidak membuat membuat jendral monster itu mati, seharusnya ada 3 bom yang di lemparkan, akan tetapi Albezro tidak mengatakan tadi kepada pak Hendra.


Pak Hendra benar-benar merasa terpukul di tambah ia ingat kejadian waktu itu.


__ADS_2