System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 55


__ADS_3

"Lihatlah, aku melihat mereka semakin dekat," bisik salah satu murid kepada temannya.


"Aku juga merasa begitu, padahal pria bersama Mila adalah orang yang paling bodoh di sekolah, tiba-tiba saja dia menjadi kuat, entah latihan seperti apa yang membuat ia menjadi murid terkuat di sekolah," ucap temannya penasaran.


"Tidak tahu juga, entah apa yang dia gunakan, mungkin kata pria kemaren bilang itu benar kali, dia mendapatkan kekuatan dari monster," ucap teman yang satunya.


"Kalau dia bersekongkol dengan monster sudah pasti ketahuan donk, ini para guru pembimbing malah menyatakan jika dia adalah murid terkuat," ucap murid yang lain.


Seorang murid pria mengrebek meja Albezro.


"Kamu lagi kamu lagi," ucap Mila yang terlihat kesal.


"Maaf ya Mila, kita tidak punya urusan, aku hanya berurusan dengannya saja," ucap murid tersebut.

__ADS_1


"Seharusnya kita juga tidak punya urusan, tapi kau mencari masalah dengan ku, aku sendiri tidak tahu apa kesalahan ku membuat mu marah," ucap Albezro berdiri.


"Itu karena kau manusia lemah, atas dasar apa kau tiba-tiba menjadi murid terkuat di sekolah, karena ini sangat membingungkan," ucap murid itu yang bernama Yadi.


"Tentu saja atas dasar aku punya kekuatan ku sendiri, kekuatan itu asli dari diri ku sendiri, bukan dari monster yang kau sebutkan. Jika aku mendapatkan kekuatan dari monster kenapa aku membunuh monster? Otomatis para monster itu tidak terima karena aku mendapatkan kekuatan dari monster tapi aku membunuh rasnya, pikir donk!" ucap Albezro menunjuk kepalanya.


"Hm … Tapi kenapa kau tadi malam tidak datang, bukanya kita sudah berjanji akan bertemu di ruang bawah tanah agar aku bisa melihat mu langsung jika kau memang benar-benar membunuh monster," ucap Yadi lagi.


Albezro ingat jika ia di tantang oleh Kino untuk bertarung malamnya.


"Hey! Kau sungguh tidak menganggap ku! Pokoknya hari ini kita bertarung melawan monster, lihat siapa yang paling banyak membunuh monster, jika kau banyak membunuh monster maka aku akan mengakui kekuatan mu itu, tapi jika aku lebih banyak membunuh monster itu maka kau harus bersujud di kaki ku," tantang Yadi.


"Oke! Tidak masalah, tapi bisakah untuk saat ini kau tidak menganggu acara sarapan ku? Aku akan sangat berterima kasih jika kau pergi," ucap Albezro.

__ADS_1


"Heh! Lihat saja nanti, aku pasti akan mengalahkan mu," ucap Yadi tersenyum licik.


"Ya ya ya, kita lihat siapa yang mengalahkan siapa," jawab Albezro mengangkat alisnya dengan menaikan ujung sudut bibirnya.


Yadi pun pergi, entah apa yang ia lakukan, yang pastinya dia sudah merencanakan sesuatu.


"Albezro, mereka pasti sudah melakukan sesuatu untuk mencelakakan kami," ingat Mila khawatir.


"Apa pun yang mereka rencanakan itu tidak berpengaruh pada ku, anggap saja sedang bermain-main dengan anak kecil," ucap Albezro melahap roti hingga habis.


"Bagaimana jika mereka melakukan sesuatu yang besar, entah itu perangkap? Atau sejenisnya yang bisa melukai mu?" tanya Mila dengan mengangkat alisnya.


"Kamu kenapa sih? Khawatir ya sama aku," ucap Albezro tersenyum senang.

__ADS_1


"Ish! Aku itu serius tau, kamu malah main-main," ucap Mila manyun sambil melipatkan tangannya.


__ADS_2