
Albezro menekuk alisnya karena merasa heran, seharusnya bekas tinju itu seharusnya lebam bukan menghitam seperti bekas luka bakar.
"Kau … apa yang kau gunakan ini?" tanya Albezro.
"He-he-he, memang kenapa? Kamu terluka ya? Apa kau merasakan kehebatan ku?" tanya Kino tertawa.
"Ini tidak hebat sama sekali, karena yang kau lukai adalah aku, mungkin kalau orang lain sudah terluka parah," ucap Albezro melihat luka di tangannya yang perlahan-lahan pulih dan bekas hitamnya mengecil, tapi yang terlihat ada juga warna hijau yang menandakan itu adalah racun.
"Oh ya, kalau gitu rasakan lagi kekuatan ku!" ucap Kino. Ia kembali menyerang Albezro, Albezro menghindar lalu meninju perut Kino.
Akan tetapi itu tidak berpengaruh pada Kino, perutnya terasa sangat keras.
Tinju Albezro memantul seperti ada energi aneh.
"Ha-ha-ha, apa kau merasa kekuatan ku? Apa kau merasa kehebatan ku?" ucap Kino tertawa.
Albezro pun memukul Kino terus menerus dan memang itu tidak membuat Kino goyah, ia terus tertawa saat Albezro memukulnya.
"Ha-ha-ha, pukulan mu itu seperti sedang mengelitik ku saja, sama sekali tidak sakit," ucap Kino tertawa.
__ADS_1
Kino menarik tangannya dan meninju Albezro hingga Albezro terpental.
Kino berjalan mendekati Albezro sambil mencengkram kerah baju Albezro.
"Kau harus mengakui kekuatan ku ini, kau sudah kalah sekarang," ucap Kino menyengir.
Kino mengangkat tangannya dan ingin meninju Albezro. Akan tetapi Albezro menahan tinju Kino.
"Kau pikir aku selemah itu? Kau yang hanya tidak tahu kekuatan ku seperti apa, tapi … kekuatan mu yang sangat aneh ini pasti ada rahasia pada diri mu," ucap Albezro menatap Kino dalam.
Kino menatap datar Albezro dan berpikir jika kekuatannya memang ia dapatkan dari monster dan mengkhianati manusia.
Albezro pun menghindar dan berguling ke samping, Albezro pun menangkap tinju Kino dan mendorong Kino kebelakang.
Kino pun tak mau kalah, ia berlari ke arah Albezro dan menerpa tubuh Albezro hingga mereka sama-sama terjatuh.
Mereka pun bergulat dan saling melukai. Kino mencekik leher Albezro, Albezro juga mencekik leher Kino.
Albezro pun menendang perut Kino membuat terjatuh kebelakang.
__ADS_1
Albezro menerpa tubuh Kino dan menduduki tubuh Kino lalu menghajar wajah Kino dengan kekuatan penuh.
Bak! Buk! Bak! Buk!
Kino memegang tangan Albezro dengan kuat. Albezro menarik tangannya dan melepaskan dari pegangan Kino.
Tangan Albezro yang di pegang itu membekas warna hitam lagi.
Albezro merasa sedikit kesakitan karena pegangan Kino yang tidak biasa.
'Aku akan teliti kekuatan apa yang di gunakan oleh Kino ini,' batin Albezro memegang tangannya.
"Ha-ha-ha, bagaimana? Apa kau kesakitan! Kalau begitu akan ku tambah lagi rasa sakitnya," ucap Kino berlari ke arah Albezro lagi, sekali pun wajahnya sudah babak belur tapi ia tidak merasa kesakitan itu, padahal darah di wajahnya mengalir.
'Anak ini, apa dia tidak merasa kesakitan?' tanya Albezro dalam hati, karena ia terlihat tampak bersemangat.
Albezro menghindar dari serangan Kino lalu menangkap tubuh Kino dan melemparnya.
Bruuk!
__ADS_1
Kino terpental, akan tetapi ia bangun lagi seolah-olah dia kebal.