System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 71


__ADS_3

Pak Firgon memegang tubuhnya, ia pun mengecek bagian tubuh Yesin dan mendapati lembah beracun yang menandakan jika Yesin juga melakukan kerja sama dengan monster.


Akan tetapi kini tubuhnya terbujur kaku sehingga mereka tidak bisa bertanya alasannya kenapa ia bisa melakukan kerja sama dengan para monster tersebut.


Hujan rintik-rintik jatuh ke bumi, mereka pun menguburkan para mayat itu di tanah lalu mengirimnya doa.


"Jika ada kehidupan selanjutnya, akan ku pastikan jika kau tidak akan melakukan kesalahan lagi. Maafkan aku Yesin, aku yang tidak perduli dengan mu hingga tidak tahu apa yang kau alami saat ini, maafkan aku," ucap pak Firgon mengengam kedua tangannya dengan erat dengan hati yang penuh penyesalan.


"Ayo pak Firgon kita pulang, malam juga semakin larut. Kita butuh istirahat untuk menjalani kegiatan besok, nggak bagus berlama-lama kita dalam kesedihan karena masih banyak yang membutuhkan kita," ucap pak Hendra.


Pak Firgon mengangguk, ia menyeka air matanya dan mereka pun naik di atas motor terbang dan melaju di udara.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda membunuh jendral monster dan prajurit monster]


[Selamat Anda mendapatkan 3000 poin]


[Level pertumbuhan\=29]


[Kekuatan\=43]


[Kecepatan\=43]


[Kelincahan\=43]


[Kecerdasan\=43]


[Kemampuan\=43]


[Keberanian\=43]


[Poin \=10.000 poin]


Setelah sampai di depan rumah pak Hendra, Albezro juga berpamitan untuk pulang.


"Baiklah, kamu hati-hati di jalan ya," ucap pak Hendra.


"Baik pak." angguk Albezro. Ia pun kembali melaju dan menuju asrama.


Sesampainya di asrama, Albezro pun masuk ke dalam kamarnya.


"Ah, sangat melelahkan sekali," ucap Albezro menjatuhkan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


Ia pun memejamkan matanya untuk segera tidur.


***


Ke esokkan harinya Albezro pun bangun.


"Hm … Tumben gadis itu tidak membangunkan ku?" tanya Albezro melihat pintu kamarnya.


Ia tersenyum saat melihat pintu kamarnya, pintu itu adalah saksi bisu jika mereka sering bersama.


"Apa jangan-jangan dia menunggu ku di kamarnya untuk membersihkan kamarnya?" tanya Alfazro berpikir.


"Ah sudahlah, aku harus mandi dulu, nanti akan ku temui dia jika aku tidak mau membersihkan kamarnya," ucap Albezro bangun dan ia menyambar handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Albezro sudah memakai seragam dan ia keluar dari kamarnya.


Saat ia berjalan di koridor, semua guru sibuk dan mereka buru-buru naik motor terbangnya. Terlihat pak Hendra dan pak Firgon juga tegang.


"Ayo kita cari Albezro saja, mana tau dia bisa melacak keberadaannya," ajak pak Hendra.


"Iya kamu benar." angguk pak Firgon.


Para murid juga buru-buru naik motor terbang mereka, dan hanya sebagian saja yang tinggal di sekolah untuk menjaga sekolah takutnya ada serangan yang tak di sangka.


"Lho? Ada apa ini Pak?" tanya Albezro saat melihat mereka tergesa-gesa.


"Gawat Albezro, Mila di culik monster," jawab pak Hendra dengan nafas tersengal-sengal.


"Apa! Mila di culik? Bukankah dia tadi malam tidur di rumah orang tuanya?" tanya Albezro ikut panik.


"Iya, tadi pagi papanya mengabari kamu jika Mila tidak ada di dalam kamarnya dan juga ada bekas limbah beracun di kamarnya, yang berarti jika Mila di culik. Kamu coba lacak di mana keberadaannya?" ucap pak Firgon.


"Baik Pak, aku akan lacak keberadaan Mila." angguk Albezro.


[Gunakan poin untuk melacak Mila]


[Pelacak di aktifkan]


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…

__ADS_1


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di potong 500 poin]


[Sisa poin Anda 9.500 poin]


Albezro melihat lokasi terkini di mana Mila berada. Saat itu ia melihat keberadaan Mila berada di sekolah.


"Pak, Mila ada di sekolah," ucap Albezro.


"Ha? Kamu serius? Coba lihat mana yang kau lihat itu?" tanya pak Firgon tak sabaran.


"Hm … Sebenarnya hanya aku yang bisa melihatnya, orang lain tidak bisa melihatnya," ucap Albezro pelan.


"Ya sudah, ayo kita ikuti di mana lokasinya," ucap pak Hendra.


"Saat ini dia tidak ada dalam kamarnya, tapi lebih tepat dia berada di belakang asrama," ucap Albezro.


"Baik kita ke sana sekarang," ucap mereka. Mereka pun berlari menuju belakang asrama.


Asrama cukup besar dan membuat mereka harus berlari untuk cepat mencapai tujuannya.


"Tidak jauh lagi," ucap Albezro melihat titik lokasi Mila.


"Mila!" teriak Albezro yang berlari ke arah Mila yang tergeletak pingsan yang terduduk di samping tembok dengan tubuh yang terikat.


Saat Albezro mendekatinya, tiba-tiba saja tubuh Mila di tarik dengan tali.

__ADS_1


__ADS_2