
"Tidak kok, kami juga baru datang," jawab pak Yusen.
Terlihat kepala sekolah, pak Firgon dan pak Hendra serius membuat Alfazro menjadi canggung, entah apa yang ingin ia lakukan.
"Ini adalah perkara yang serius, Kino sudah tidak bisa di selamatkan lagi, limbah pabrik itu sudah menjadi bagian dari tubuhnya sekarang. Selain membunuhnya apa lagi yang bisa kita lakukan, pertama dia sudah menjadi pengkhianat dan bekerja sama dengan monster, kedua dia tidak bisa tertolong lagi, meskipun di beri hidup pun dia akan tetap bekerja sama dengan monster. Monster itu sekarang licik, mereka menggunakan para manusia untuk menjadi pengikut mereka dan mengkhianati manusia, membuat manusia bekerja untuk mereka. Ini sangat menyedihkan," ucap pak kepala sekolah sedih.
"Entah berapa banyak yang berkhianat lagi," sahut pak Firgon sedih.
"Kita akan melakukan tes untuk para murid, takutnya ada salah satu di antara mereka yang menggunakan kekuatan monster, jika tidak kita tidak tahu kapan semua ini akan berlangsung lebih lama lagi. Untung saja Albezro menemukan," ucap pak Hendra.
"Tapi Albezro juga harus di tes juga, kamu mendadak mendapatkan kekuatan luar biasa ini juga sangat aneh," ucap pak Firgon.
__ADS_1
"Tidak masalah, aku merasa tidak bekerja sama dengan para monster itu," jawab Albezro mantap.
"Kamu sangat luas biasa, menjawab dengan tegas dan mempu membuktikannya," puji kepala sekolah.
"Yang jadi masalahnya adalah bagaimana kita akan memberi tahu kepada keluarga Kino, jika kita membunuh Kino maka mereka pasti tidak akan setuju dan pasti akan merawatnya di rumah, yang kita takutkan adalah ketika orang tua Kino lengah Kino pasti akan kabur dari rumah dan akan berkumpul dengan para monster. Dengan begini dia pasti akan membenci sekolah kita dan bersama monster menyerang sekolah kita, ini bisa jadi masalah besar," ucap pak Firgon khawatir.
"Benar, jadi bagaimana ini? Sebenarnya saya juga tidak tega untuk membunuh Kino, tapi ini demi keselamatan umat manusia, kita tidak akan membiarkan orang pengkhianat hidup," ucap pak Hendra.
"Coba kamu lihat di mana Kino," ucap pak Firgon.
Mereka pun bersama-sama menuju ke ruangan khusus milik pak Hendra, biasanya jika pak Hendra tidak punya pekerjaan dia selalu meneliti tentang monster dan cara membunuh monster dengan cepat. Akan tetapi ia masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.
__ADS_1
Saat sampai di sana, kapsul kaca tempat pembiusan itu pecah dan hanya menyisakan asap yang keluar dari kapsul kaca itu.
"Dimana dia?" tanya pak Hendra terkejut.
Albezro melihat sekeliling, tidak ada tanda-tanda jika ia keluar dari ruangan tersebut karena tembok masih terlihat utuh. Albezro juga melihat ke atas, tembok atas juga tidak ada yang bolong.
Albezro pun berjalan menuju sudut ruangan yang tertutup sebuah taplak berwarna putih.
Saat di dekati, di sekitarnya ada bekas tanah hitam. Albezro pun membukanya dan ternyata di sana ada lubang besar.
"Pak! Dia kabur lewat sini!" panggil Albezro. Para guru itu pun menghampiri Albezro dan melihat lubang besar tersebut.
__ADS_1
"Ini sangat aneh, aku sudah memasukkan ke dalam kapsul bius kenapa dia bisa kabur? Seharusnya dia pingsan dan mana bisa orang pingsan kabur?" tanya pak Hendra bingung.
"Atau jangan-jangan ada monster yang menculiknya?" tebak Albezro.