System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 72


__ADS_3

"Kenapa ini?" tanya Albezro terkejut.


Mereka bertiga pun mengejar Mila yang seperti di tarik dengan tali hingga memasuki hutan belakang yang berjarak hingga beberapa kilo meter.


Akhirnya Albezro pun bisa menangkap Mila dan memeluknya.


Albezro membalikkan tubuhnya dan tali itu terus di tarik.


Pak Firgon dan pak Hendra terus mengejarnya dan akhir Albezro dan Mila masuk ke dalam sebuah lubang.


Akan tetapi lubang itu pun tertutup hingga menimbun Albezro dan Mila di dalamnya.


'Sial! Jika seperti ini maka kami akan mati,' batin Albezro. Sedangkan Mila masih tidak sadarkan diri.


[Gunakan poin untuk membuat ruang khusus dan di dalam ada oksigen]


[Ruang khusus di aktifkan]


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…

__ADS_1


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Sisa poin Anda 9.000 poin]


Terbentuklah sebuah ruang khusus seperti balon dan Albezro masuk ke dalam bersama Mila dan pintu balon itu pun tertutup. Tali yang menyeret Mila tadi pun putus, Albezro membuka tali itu dari ikatan tubuh Mila dan melepaskannya.


"Mila! Mila!" panggil Albezro khawatir. Akan tetapi Mila tetap tidak bangun.


"Mila! Ayo donk bangun," panggil Albezro mengguncang tubuh Mila, tapi tidak ada jawaban membuat hatinya semakin resah. Ia mulai berpikir yang tidak-tidak dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Mila." Albezro memeluknya dengan erat.


"Jika kau hidup tolong bersuaralah," ucap Albezro yang air matanya menetes. Albezro mencoba mengecek nafasnya dan itu antara ada dan tidak.


Urat nadinya dan detak jantungnya juga tak terdengar.

__ADS_1


"Milaaaaaaaaaaa!" teriak Albezro memeluk Mila dengan kuat sambil menangis.


"Mila, tolong hidup donk, jangan tinggalkan aku. Aku janji akan jaga kamu dengan baik, aku mencintai mu," ucap Albezro.


"Ha-ha-ha, kau adalah bernama Albezro?" terdengar suara monster di balik tanah tersebut, akan tetapi Albezro tidak melihat keberadaan monster itu di tengah tumpukkan tanah tersebut.


"Memangnya kenapa jika Albezro?" tanya Albezro.


"Kau adalah manusia terkuat yang pernah ada, kau sudah banyak membunuh para monster dan kami para monster di rugikan. Untung saja hanya ada satu seperti mu, jika ada beberapa orang sepertimu bisa-bisa populasi kami bisa musnah, jadi aku sengaja menjebak orang yang sering bersama mu agar kau masuk perangkap kami."


"Dari mana kau bisa tahu aku selalu bersamanya? Jangan bilang ada orang dalam yang memberi tahu masalah ini, kau pasti bekerja sama dengan orang dalam kan? Katakan siapa!" teriak Albezro.


"He-he-he, kau sangat pintar ya, tapi karena kau sudah ada di dalam wilayah ku, maka kau tidak akan bisa selamat," ucap monster itu tersenyum senang.


Ia pun mengambil balon besar yang di dalamnya ada Albezro dan Mila lalu membawanya ke tengah lapang di bawah tanah.


"Mati saja kau!" teriak monster itu melempar bola itu lalu ia menginjaknya. Akan tetapi itu di luar dugaannya, bola itu sangat keras dan tidak bisa di injak.


Monster itu memanggil teman-temannya yang lain untuk menghancurkan bola tersebut. Mereka pun bersama-sama ingin memecahkannya, tapi itu tidak bisa.


Mereka mengambil sebuah palu besar lalu memukul bola itu lagi. Tapi pukulan mereka memantul.


"Sial! Pelindungnya sangat keras! Dengan cara apa lagi kita memecahkannya?" tanya monster itu.


Albezro membuka sedikit penutup lalu melemparkan bom ke arah monster itu dan seketika monster itu mati semua.


Albezro melihat sesuatu di antara genangan limbah pabrik itu ada sesuatu, ia pun keluar dan mengambilnya.


Ia pun melihat ternyata alat tersebut adalah alat untuk mengetahui di mana saja manusia pengkhianat itu bekerja.

__ADS_1


__ADS_2