System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 58


__ADS_3

"Maju!" teriak Albezro kepada Zay. Ini juga agar Zay berani.


Zay pun melompat ke atas dan ia pun mengangkat tinggi pedang lasernya lalu memotong tangan yang sebelahnya lagi.


Monster itu kesakitan dan mundur kebelakang, monster yang lain pun maju sekaligus 2 monster.


"Ayo maju!" ucap Albezro. Mereka berdua pun maju ke depan bersama. Albezro pun menyerang jendral monster tersebut.


Monster itu mengibaskan tangan besarnya ke arah Albezro, Albezro melompat dan menghindari tangan besar itu lalu ia mendarat di atas bahu monster tersebut.


Albezro pun memenggal kepala jendral monster tersebut membuat jendral monster itu tumbang dan mati.


Terlihat di sebelah kiri Zay sedang berjuang melawan jendral monster yang seharusnya bukan tandingannya, tapi sebisa mungkin ia harus bisa melukai monster itu.


Saat Zay dapat memotong telinga jendral monster, monster itu pun mengibas Zay membuat Zay terjatuh ke tanah.


"Akhhhhhhhhh!" teriak Zay kesakitan.


"Zay! Kau tidak apa-apa?" tanya Albezro mendekati Zay.

__ADS_1


"Aku … Aku tidak apa-apa. Awas di belakang mu!" teriak Zay menunjuk di belakang Albezro karena jendral monster sudah mengangkat tangannya untuk memukul Albezro.


Albezro menahan tangan monster itu dengan kuat. Dengan susah payah Zay bangun dan melukai tangan jendral monster tersebut hingga tangan monster itu terluka.


Tangan monster itu terlepas dan Albezro pun langsung mengambil senjata api laser dan menembakkan ke arah mata monster itu.


Jendral monster mengibaskan-kibaskan tangannya, ia sangat murka karena matanya yang rusak.


"Biar aku aku yang menghabisi monster ini," ucap Zay.


"Oke, aku akan melawan monster lain," ucap Albezro mengangguk.


Kedua monster itu menangkap Albezro, akan tetapi Albezro pun menghindar dan melompat melewati tangan para monster.


Albezro tersenyum menyengir, ia pun mengambil beberapa bom lalu melempar ke arah monster itu. Jendral monster itu pun mati.


Zay juga sudah selesai membunuh monster tadi, melihat 3 monster datang ke arah Albezro, Zay juga datang lagi untuk membantu.


Albezro dan Zay pun bersama-sama menyerang jendral monster itu. Zay terbang karena di tendang jendral monster itu. Albezro pun berlari untuk menyambut Zay, akan tetapi Zay keburu mendarat ke tanah membuat ia kesakitan dan tangan kirinya patah.

__ADS_1


"Aaaaaaaa!" teriak Zay kesakitan memegang tangannya.


"Zay! Zay!" teriak Albezro.


"Ta … ngan ku … patah," ucap Zay tersendat menahan sakit.


"Ya sudah, kamu di sini saja, biar aku yang melawan mereka," ucap Albezro.


"Iya, kamu juga … hati-hati," pesan Zay.


"Kamu jangan khawatir," ucap Albezro mengeluarkan senjata api laser, tapi Albezro memasukkan api di dalam senjatanya.


Albezro pun berlari ke arah para monster itu lalu menebak senjata api ke arah para monster itu terus menerus dan membuat hujan api.


Monster itu kesakitan dan meliat-liatkan tubuhnya karena para monster itu tidak tahan dengan api. Perlahan-lahan tubuh monster itu terbakar.


"Ayo kita keluar," ajak Albezro meraih tangan Zay dan mengendongnya.


Lubang itu cukup dalam, untuk naik ke atas butuh beberapa puluh meter tali untuk naik ke atas.

__ADS_1


"Zay, kau pejamkan mata mu, mungkin ini sedikit menakutkan, agar kau tidak takut jadi pejamkan mata mu," pinta Albezro.


__ADS_2