
"Aku ingin bertarung dengan mu," ucap Kino berdiri di hadapan Albezro.
Albezro melihat kiri dan kanan. "Kau sebenarnya mau apa lagi? Apa kau tidak percaya dengan kekuatan ku yang sudah menggeserkan nama mu itu?" tanya Albezro.
"Tidak percaya sama sekali, aku akan merebut kembali sebagai murid terkuat di sekolah, karena sebutan itu tidak pantas untuk mu, sebutan murid terkuat di sekolah hanya boleh menjadi milik ku, tidak ada yang boleh menggunakan sebutan itu!" seru Kino.
"Hey! Pikiran mu benar-benar dangal ya? Siapa pun yang bisa mengalahkan monster yang terbanyak dan dengan kekuatan yang sudah di ukur jam kekuatan maka itu sudah di pastikan akan menjadi terkuat, kalau kau ingin menjadi murid terkuat sana kau bunuh monster yang banyak. Malam ini aku tidak ingin meladeni mu, aku capek mau istirahat," tolak Albezro.
"Oh, kau takut ya, yang sebenarnya kau itu tidak bisa apa-apa! Tapi tidak tahu dengan cara apa kau menggunakan sesuatu membuat kau menjadi terkuat di sekolah, kau pasti gunakan cara curang agar bisa mendapatkan gelar murid terkuat di sekolah! Ayo ngaku kamu!" tuduh Kino.
"Curang seperti apa? Sudah sangat jelas jika ada pak Hendra sebagai guru pembimbing yang bersama ku, bagaimana aku bisa curang pikirkan itu!" ucap Albezro kesal.
__ADS_1
"Ah; Aku tidak peduli! Pokoknya aku ingin melawan mu malam ini juga! Aku ingin mengetes kekuatan ku! Jika kau tidak berani bertarung dengan ku lebih baik kau ke kantor pak Firgon dan menyatakan diri untuk mundur dari gelar murid terkuat," ucap Kino menatap tajam Albezro.
"Jika aku tidak mau kenapa? Ada hal yang lebih bermanfaat yang ingin aku lakukan dari pada meladeni mu yang hanya buang-buang waktu saja," ucap Albezro berbalik badan dan hendak pergi meninggalkan Kino.
Dari belakang Kino mencengram kuat bahu Albezro lalu menariknya dan melemparkan Albezro ke belakang.
Bruuuk!
Albezro terpental dan terjerembab ke tanah.
"He-he-he, gini donk! Ayo ke tempat lapangan," ajak Kino tersenyum licik. Ia naik motor terbangnya dan menuju lapangan besar yang berjarak 4 kilo dari sekolahnya.
__ADS_1
Albezro juga mengambil motor terbang milik pak Hendra yang kini sudah menjadi miliknya juga menuju lapangan.
Sesampainya di sana, Albezro pun turun dari motor terbangnya. Kino sudah berdiri dengan tegap dan percaya dirinya melihat Albezro yang menghampirinya.
"Mati saja kau!" teriak Kino tanpa aba-aba yang langsung menyerang Albezro.
Kino pun melayangkan pukulannya ke arah Albezro dan secepatnya Albezro menghindar. Dari gerakan Kino yang sangat gesit itu membuat Albezro belum ada kesempatan untuk menyerangnya balik.
Dari pukulan Kino itu sendiri mempunyai energi yang berbeda dari yang manusia miliki, ada bau dan apa bila energi kekuatan itu mengalir pada seluruh tubuhnya dan mengenai kulit lawan maka lawan cidera seperti terkena luka bakar dan beracun.
'Apa ini sesungguhnya kekuatan Kino? Aku merasa memang sangat kuat,' batin Albezro.
__ADS_1
Buukk!
Sebuah tinjuan mengenai lengan Albezro yang kebetulan saat itu Albezro memakai baju lengan pendek dan mengenai langsung di kulitnya.