System Pemburu Monster

System Pemburu Monster
BAB 28


__ADS_3

[Kekebalan tubuh dari racun di aktifkan]


Leon terus menembak Albezro, karena kali ini dia sudah kebal dari racun, jadi ia tidak


menghindar lagi.


Dalam keadaan mulut yang tertutup, Mila berteriak sambil menangis.


Albezro mengambil senjata laser milik Leon lalu mengengamnya dengan kuat dan senjata itu pun hancur.


"A-apa!" Leon terkejut senjatanya hancur begitu saja, yang lebih terkejut lagi adalah Albezro jangankan mati, terluka saja tidak.


"Kau … kau kenapa bisa …."


Beluk sempat Leon mengatakan ucapannya, Albezro menarik kerah bajunya lalu melemparnya ke tanah dengan kuat, lalu ia di angkat dan di banting ke dinding goa membuat goa tanah itu bergetar dan akan runtuh.


Yun, Ferdi dan Raka mereka segera ingin menyelamatkan diri. Tapi Albezro berada di mulut goa tidak akan membiarkan mereka pergi. Albezro menarik ketiga orang itu lalu menariknya lalu melemparkannya ke dalam goa itu. Meskipun goa itu terbuat dari tanah, tapi di dalamnya ada batu-batuan besar.


Goa itu pun bergetar hebat dan akan runtuh.


"Hey! Apa yang kau lakukan! Kita bisa mati jika tidak keluar!" teriak Yun yang merintih kesakitan karena di lempar Albezro tadi.


"Saat kalian melempar ku ke jendral monster tadi apa kalian berpikir aku mati atau tidak? Jika mati ayo mati bersama," ucap Albezro.

__ADS_1


Yun mencoba menerobos Albezro, tapi Albezro menangkapnya lagi dan melemparkannya ke dalam dan seketika goa itu runtuh, Albezro langsung memeluk Mila dan melindungi dengan tubuhnya.


"Albezro," ucap Mila menatap wajah Albezro yang sedang melindunginya. Mila balik memeluk Albezro dan memejamkan matanya dalam pelukan Albezro.


"Terima kasih Albezro," lirihnya pelan.


Beberapa menit kemudian, reruntuhan itu sudah rata dengan tanah.


Dengan susah payah Albezro pun keluar dari reruntuhan goa itu, ia memeluk Mila dan membawanya keluar dari tempat tersebut.


"Mila, kau baik-baik saja?" tanya Albezro.


"Aku tidak apa-apa," ucap Mila tersenyum padahal sikutnya terluka.


Albezro melihat kebelakang dan terlihat mereka pingsan akibat terkena reruntuhan tanah dan bebatuan itu.


"Ayo aku obati luka mu," ajak Albezro.


"Terima kasih," ucap Mila tersenyum.


Albezro membawa ke tempat aman dan duduk di dekat gundukkan tanah.


"Kamu tunggu dekat sini dulu ya, aku pergi sebentar aja," ucap Albezro.

__ADS_1


"Ya udah, jangan lama-lama ya," ucap Mila.


"Iya." angguk Albezro. Albezro pun pergi tidak jauh dari sana, Albezro memantau Mila berharap ia tidak ada gangguan.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


[Gunakan poin untuk membeli peralatan P3K]


[Poin 50 poin]


Albezro pun membeli P3K dari toko perlengkapannya.


[Ding Ding]


[Poin Anda di potong 50 poin]


[Sisa poin Anda 1000 poin]


Albezro pun mengambil perlengkapan P3K dari system' dan membawanya mendekat ke arah Mila.


"Sini aku obati," ucap Albezro meraih siku Mila yang terluka. Dengan pelan, Albezro mengobatinya dengan alat pembersih kuman, alat itu berbentuk lampu tapi terbuat dari cahaya radiasi yang tidak berbahaya. Albezro pun menempel dengan plester lalu mengikat dengan kain kasa.

__ADS_1


"Kamu haus?" tanya Albezro mengambil air minum dari tasnya dan memberikan kepada Mei.


"Terima kasih," ucap Mila menerima botol mineral itu dan meneguknya.


__ADS_2