
Saat itu jam 4 sore dan Nisa segera pergi dari rumah karena takut kemalaman, Nisa menghampiri ambar dulu di pesantren karena saat itu ambar mondok di salah satu pesantren, setelah melakukan perjalanan 30 menit akhirnya nisa sampai ke pondok pesantren yang ambar tempati. Mereka berdua langsung bergegas ke tempat persami itu, sesampainya di sana Nisa langsung parkir motornya dan mereka di jemput oleh Fandy. Baru saja datang, mereka sudah dapat sambutan yang kurang enak dari teman - teman Fandy dan juga guru - guru disitu, sesekali mereka melontarkan candaan kepada Fandy bahwa saat kegiatan dia membawa pacarnya dan rela buat undangan untuk pacarnya padahal tadinya undangan itu sudah pas. Nisa memang mendengar celotehan mereka yang menyakitkan itu tapi tetap diam dan percaya bahwa Fandy melakukan hal yang buat dia senang. Fandy meninggalkan Nisa sendiri dengan berpamitan bahwa Fandy mau ke teman yang lain dulu untuk mengatur semua kegiatan, sempat Nisa tidak mau di tinggal tapi mai bagaimana lagi kan sudah di beri tahu dari awal kalo memang tidak bisa terus menemani pada saat nanti kegiatan, dari mulai kegiatan sampai akhir kegiatan.
Nisa sudah mulai merasa kalo Fandy cuek sama dia, Nisa ajak Ambar cari tempat duduk karena tidak ada yang menyediakan tempat duduk atau mempersilahkannya duduk.
Bahkan makan pun Fandy tidak menawari Nisa ataupun menanyakan sudah makan atau belum. Nisa memang sedikit malas untuk makan jika tidak disuruh, apa lagi saat kegiatan seperti ini hanya orang lain yang selalu di pikirkan bukan dirinya sendiri jangankan untuk makan, untuk minum aja dia tidak sempat hanya ambar yang memperhatikan Nisa.
Ambar mengambilkan makanan Nisa tapi Nisa menolak, Nisa bilang nanti aja yang lain kan belum makan. Padahal Nisa belum makan dari pagi karena saking senangnya mau ikut kegiatan dia jadi lupa makan, Nisa memang susah untuk makan jika ada keinginan yang belum tercapai. Yah memang sedikit egois dan keras kepala, tapi sahabat dan juga pacarnya sangat sabar menghadapi Nisa.
Hari sudah mulai masuk waktu maghrib dan semua peserta kegiatan persami di istirahatkan supaya ada waktu untuk sholat istirahat dan makan karena kegiatan masih banyak dan waktu masih panjang, supaya mereka ada energi untuk kegiatan.
Saat istirahat pun Fandy tidak mencari Nisa dimana, entah lupa atau tidak perduli. Waktu menunjukan pukul 18.15 Fandy mulai mencari Nisa dengan tujuan untuk mengajaknya sholat dan makan. Tidak lama akhirnya mereka bertemu dan Nisa sudah sholat tapi belum makan, Nisa sedikit kesal dengan Fandy tapi mau gimana lagi? ya ini hobi Fandy dan Nisa harus terima itu semua, apapun resikonya karena Nisa tidak mau bertengkar lagi hanya karena hal sepele. Ya walaupun memang sebenarnya berat menerima hobi Fandy yang harus memperhatikan semua peserta apalagi pesertanya kebanyakan perempuan dan Fandy juga ketua pelaksana pasti semua tertuju padanya, meminta bantuannya, bahkan sesekali ada yang sedikit manja mencari perhatiannya. Tak heran jika sesekali Nisa cemburu, itu hal wajar, tapi Fandy sebenarnya tidak mau menanggapi kemanjaan mereka tetapi dia tetap harus bersikap profesional sebagai mana mestinya menjadi ketua pelaksana, mencoba untuk tidak perduli jika pasangannya cemburu ataupun ingin manja juga karena menurut Fandy, pacarnya adalah tamu undangan dan jabatannya pun lebih tinggi dari peserta atau bisa di bilang dia adalah pembina. Jadi jika dia ingin manja tidak akan di perduli kan Fandy apapun alasannya, karena Fandy tidak mau di cap sebagai pimpinan yang tidak profesional dan hanya mau pacaran saja disitu.
Nisa selalu memperhatikan Fandy, dari mulai kegiatannya, gerak geriknya dan apapun yang di lakukan Fandy. Semakin lama Nisa memperhatikan Fandy maka Nisa semakin tau dia harus bagaimana, selama Fandy mengurus kegiatan dan adik - adik peserta Nisa menunggu bersama ambar dan duduk bersama ambar, tiba - tiba ada yang samperin mereka berdua yaitu seorang laki - laki yang juga tamu, parasnya memang tampan dan menawan dia dari SMA negri 1 geyer, namanya Rifa'i dan dia menyapa Nisa juga ambar.
Rifa'i : Hay kak, boleh ikut duduk?.
Ambar : boleh silahkan.
Nisa cuek karena memang begitulah sifatnya, nah kalo Ambar ya jangan di tanya lagi dia memang sedikit centil orangnya.
__ADS_1
Rifa'i : Boleh kenalan dulu kak?.
Ambar : Boleh kak.
Rifa'i : Saya Rifa'i dari SMA negri 1 geyer kak, disini sebagai tamu undangan, kaka namanya siapa?.
Ambar : Nama saya Ambar kak, oh tamu juga hehe kok baru kelihatan.
Rifa'i : Hehe iya kak karena juga baru datang, tadi ada urusan sedikit. Kalo kakaknya yang ini namanya siapa(sambil menunjuk Nisa yang sedang melamun).
Ambar : Beby,,, heh Beby, kamu di tanyain tuh ( panggil Ambar berkali - kali ).
Ambar : Kamu gimana sih orang dari tadi dia di sini kok, kamu aja yang dari tadi bengong nggak jelas. Maaf ya kak kalo temenku ini nggak ngeh kalo kakak ada disini.
Rifa'i : Iya nggak papa kok kak hehe.
Nisa : Halo kak nama saya Nisa, nama kakak siapa?.
Rifa'i : Rama saya Rifa'i , kamu bisa panggil aku Fa'i kak.
__ADS_1
Nisa : Oh iya kak Fa'i, senang bertemu denganmu kak. Oh iya kaka dari sma mana?.
Rifa'i : Aku dari sma negri 1 geyer kak, kakak dari sma mana?.
Nisa : Aku dari SMK Karangtanjung kak, kaka kesini sama siapa?.
Rifa'i : Oh aku sendiri kak kebetulan teman satu undangan ku tidak bisa hadir, karena memang ada halangan sedikit katanya dan yang lain tidak hadir karena di sekolah juga ada acara penerimaan juga kak sama seperti ini.
Kalo kak Nisa sendiri kesini sama siapa kak?.
Ambar : Nggak lihat nih sama orang disini (sahut Ambar sinis).
Rifa'i : Maaf kak saya nggak tahu kalo kakak itu satu sekolah sama kak Nisa ini, soalnya tadi juga nggak kasih tau dari SMK mana hehe
Nisa : Iya nih, main nyamber - nyamber aja sih kamu, kan aku yang di tanya kenapa kamu yang jawab haha
Ambar : Lagian sih kalian ngobrol berdua asik banget sampai lupa nih kalo ada aku di sini. (Muka kesal)
Nisa : Ya ampun Beby gitu aja kok ngambek, kan kak Rifa'i baru tanya satu - satu nah dia tanya aku dulu nanti habis itu juga bakal nanya kamu, ya kan kak Fa'i?
__ADS_1
Rifa'i : Hehe iya kak, kaka jangan salah faham dulu ya.