
“Ya sudah sih Mbak nggak usah marah-marah gitu kan aku Cuma kasih tahu aja dari pada nanti menyesal akhirnya”.
“Iya kan aku tadi bilang kalau aku terimakasih sudah di ingatkan dan aku juga terimakasih kamu perduli sama kita semua, tapi maaf ya Riska aku, Aisyah dan Nisa itu sudah sahabatan lama dan aku sama mereka nggak mungkin saling menyakiti hanya karena laki-laki, kalaupun kita mencintai laki-laki yang sama maka kita tidak akan mementingkan egois kita masing-masing hanya untuk laki-laki yang sementara untuk kita”.
“Iya Mbak Ambar,,”.
“Lagian kamu kenapa tiba-tiba seperti itu kok kayak kamu sendiri baru saja mengalami ya”.
“Ya coba saja tanyakan sama teman Mbak itu, yang Mbak bela katanya tidak mau jadi pelakor mumpung semuanya ada di
sini”.
“Maksudnya gimana sih…”.
“Ya itu coba tanya sama teman Mbak yang satu itu tuh gimana dia merebut pacar orang padahal di awal katanya
nggak doyan sama laki orang tapi kenyataannya di embat juga itu”.
“Pacar siapa yang di ambil sama Nisa?”.
“Ya pacarku lah Mbak siapa lagi”.
“Hah…. Edi maksud kamu?”.
“Ya iyalah Mbak siapa lagi kalau bukan Edi kan pacarku juga Cuma Edi”.
“Ya siapa tahu aja kan kamu punya pacar selain Edi gitu”.
“Ngaco nih Mbak.. Ya enggak lah ya aku orangnya nggak suka gitu Mbak”.
“Katamu kan apa yang nggak mungkin bisa menjadi mungkin”.
__ADS_1
“Ya iya tapi aku nggak suka gitu Mbak”.
“Masa sih kok aku nggak percaya ya”.
“Kenapa nggak percaya Mbak?”.
“Ya kan kamu juga bisa bilang seperti itu karena kamu belum mengenal Nisa kan jadi aku juga boleh dong kalau nggakpercaya sama kamu karena aku baru mengenal kamu?”.
“Tapi kan aku bisa di percaya Mbak tidak seperti teman Mbak itu yang muna*ik”.
“Tolong di jaga ya bicaranya, saya dari tadi sudah sabar sama kata-kata kamu yang jelek-jelekin saya loh, saya mencoba untuk menutupi semuanya supaya tidak terjadi salah paham lagi dan kamu juga bisa lebih menjaga perasaan kita semua, demi kebaikan kita semua karena aku tahu kalau sahabatku tahu masalah ini mereka bukan akan menghakimi aku tapi mereka akan menghakimi kamu karena di sini kamu yang salah dan aku yang terpojokkan. Tapi kamu nggak bisa ngerti itu semua,kalau memang kamu mau menjelaskan semuanya dan mereka tahu masalah antara kita nggakpapa ayo kamu ngomong depan mereka apa yang kamu ingin luapkan, mereka akan dengan senang hati kok mendengarkan cerita kamu”. Nisa yang sudah mulai geram tiba-tiba angkat bicara karena dari tadi Riska tidak bisa di ajak kompromi untuk menutupi semuanya
“Ya memang kenyataannya gitu kok, kalau memang kamu itu suka merebut cowo orang, buktinya Edi mau sama kamu”.
“Kamu nggak bisa mencerna kata-kata ambar tadi ya”.
“Kalau kamu nggak menggoda pasti Edi nggak akan suka sama kamu”.
“Sebentar-sebentar, ini kenapa sih Beb…. Ada apa sebenarnya kok aku bingung di sini”.
“Coba kamu tanya sama Riska itu sebenarnya dia ngomong apa dan apa maksud dia seperti itu, supaya dia puas mencurahkan semua egoisnya dan tuduhannya di sini”.
“Ada apa sih Ris sebenarnya? Dari tadi tuh kamu selalu menyindir seperti itu ternyata kamu nyindir Nisa?”.
“Ya gimana ya soalnya dia nggak tahu diri sih jadi aku kesel aja gitu kalau ada orang yang seperti itu”.
“Coba kamu jelaskan apa kesalahan dia”.
“Ya dia merebut Edi dari aku Mbak”.
“Sebentar… Merebut Edi? Pacaran sama Edi gitu maksudnya?”.
__ADS_1
“Ya pastinya tapi mereka nggak mau ngaku kalau mereka sudah pacarana di belakang aku”.
“Kamu pacaran sama Edi Beb? Kayaknya nggak mungkin deh kalau Nisa pacaran sama Edi soalnya aku tahu banget dia gimana”.
“Tanpa aku jelaskan harusnya kamu juga sudah tahu lah Beb kan aku juga sering cerita sama kalian, aku cerita
semua tentang Edi dari A sampai Z”.
“Iya aku tahu kok dan aku ngerti kalau kamu nggak akan seperti itu, dan kamu Edi seharusnya kamu tidak diam saja seperti ini, kamu sebagai laki-laki harus bisa menjelaskan semuanya ke Riska supaya tidak terjadi salah paham”.
“Ya aku juga sudah menjelaskan Mbak tapi dia yang selalu membesarkan egoisnya, dia tidak mau menerima penjelasan aku dan selalu menghakimi Nisa seakan Nisa yang merebut aku darinya, padahal dia yang nggak pernah bisa menahan egoisnya”.
“Dia tadi mempermalukan aku di depan umum loh, padahal kan aku juga nggak ngapa-ngapain, apa kamu nggak tahu tadi?”. Tanya Nisa kepada Aisyah dan Ambar tentang kejadian tadi
“Nggak,,, aku nggak tahu memangnya tadi ada apa? Kebetulan tadi aku baru foto copy”.
“Oh ada ribut-ribut di depan tadi beb waktu aku masih di kamar mandi? Itu kamu beb?”.
“Iya tadi itu aku, Edi dan Riska yang ribut di depan kelas dan di depan anak-anak yang lain karena ini anak satu yang buat semuanya jadi heboh,,, dia menuduhku merebut Edi darinya saat diamendengar Edi menyatakan cintanya di depan semua siswa, karena aku nggak mau dan aku kesal dengan kelakuan Edi jadi aku samperin dia dan aku tampar di depan semua orang karena aku merasa dia nggak sopan sama aku dan ternyata di situ ada Riska yang mau ke kamar mandi dan dia salah paham, dia langsung memojokkan aku sebagai orang yang merebut Edi dari dia karena sebelum Edi menyatakan cintanya di depan umum dia memutuskan hubungannya sama Riska sampai buat Riska nggak terima karena dia masih mencintai Edi, nah di situ Riska masih ngajak balikan Edi tapi Edi tidak mau karena permasalahan mereka yaitu sikap Riska yang membuat Edi males sama Riska, dia sudah capek sama sikap Riska dan aku mencoba menenangkan Riska walaupun aku tahu kalau Edi nggak akan pernah mau balikan sama Riska lagi”.
“Tapi memang kamu yang kegat*elan karena kamu yang membuat Edi nyaman sama kamu”.
“Kalau Edi nyaman sama aku terus aku bisa apa, kan kamu juga tahu kalau dia tidak suka sama kelakuan kamu dan kamu juga tahu kalau aku memang sifatnya seperti ini, sikapnya ya kayak gini sama orang, jangankan Edi, kamu saja bisa nyaman sama aku kok kalau kamu nggak terima ya salahkan Edi atau kamu harunya juga intropeksi diri gimana caranya kamu bisa membuat nyaman pasangan kamu bukan malah menyudutkan orang lain seperti itu”.
Jangan lupa Like dan Komennya ya
teman-teman supaya author lebih semangat lagi untuk menulis… jangan lupa juga
share ke teman-teman kalian kalau di rasa ceritanya bagus. Terimakasih
__ADS_1