
"Edi..". Teriak Riska dari tangga arah lantai dua.
"Riska...". Dengan ekspresi Edi yang terkejut.
Di situ Nisa berusaha tetap tenang supaya tidak membuat Riska curiga dengan apa yang di katakan Edi tadi untuknya.
"Kamu ngapain di sini yang kan ini masih jam masuk kelas". Tanya nya ke Edi dengan lirikan yang mengarah ke Nisa.
"Ini yang tadi habis dari kamar mandi".
"Kamar mandi?".
"Iya yang kamar mandi".
"Terus mbak Nisa juga ngapain di sini?".
"Iya Nis aku tadi baru dari kamar mandi eh ketemu Edi yang juga dari kamar mandi Nis katanya mau cerita, tadinya baru mulai mau masuk ke pembahasan tapi kamunya pas datang".
"Cerita? cerita apa emang mbak? kok edi nggak cerita sama aku malah sama kamu mbak?.
"Ya kan ceritanya soal kamu masa iya dia mau ceritanya ke kamu".
"Cerita soal aku apaan ya mbak kok aku nggak tahu".
"Kan surprice gitu masa iya di sebutin ke kamunya nanti juga akan tahu sendiri kok".
"Yakin cuma itu aja? kok ngobrolnya kayak udah lama banget ya mbak".
"Perasaan kamu aja itu Ris kan kamu tadi juga baru turun kan mana mungkin kamu langsung bisa menyimpulkan kalau ngobrolku lama".
"Iya sayang kamu jangan mikir yang aneh-aneh ya apa lagi ke mbak Nisa kan juga aku nggak mungkin sama mbak Nisa karena dia sudah aku anggap seperti kakak sendiri juga yang".
__ADS_1
"Ya aku percaya kok sama mbak Nisa nggak mungkin juga dia hianati aku dengan kamu,aku tadi cuma kaget aja kamu nggak balas chattku dari 20 menit yang lalu pas aku turun ternyata kamu ada di sini".
"Iya yang aku nggak bawa HP ke kamar mandinya,Hpku baru aku carger di kelas tadi soalnya kan mumpung jam kosong jadi di carger dulu supaya nanti pas ada jam pelajaran sudah bisa di ambil yang kan kamu tahu kalau gurunya membosankan aku selalu chatt kamu gitu yang,biar bisa selalu chatt kamu".
"Iya juga sih yang,aku ke kamar mandi dulu ya yang,mbak,tungguin aku yang biar ke atasnya barengan".
"Iya dik ke kamar mandi sana mbak mau ke kelas".
"Iya mbak".
Setelah Riska masuk ke kamar mandi Nisa bergegas jalan ke kelas supaya tidak menimbulkan benar-benar salah paham. Tapi lagi-lagi Edi menghalangi jalan Nisa untuk masuk kelas karena Edi merasa Nisa belum menjawab pertanyaannya tadi dan juga termasuk cintanya.
"Nisa,Nisa tunggu". Sambil menggenggam tangan Nisa,menariknya supaya tidak pergi.
"Apa lagi sih Ed,kamu mau Riska tahu kalau sebenarnya kamu nemuin aku untuk menyatakan sesuatu bukan untuk menceritakan masalahmu dengan Riska? plis Ed jangan cari masalah,mengadu domba aku dan Riska?".
"Oke gini aja,kita jalan dulu selama satu minggu full jika nanti pada akhirnya kamu tidak mencintai aku atau ada rasa denganku maka aku akan pergi dari kehidupan kamu tapi jika nanti aku menang dalam persoalan ini kamu harus mau jadi pacarku sampai aku memutuskan hubunganku dengan Riska,gimana?".
"Iya aku tahu Nis tapi kalau kamu nggak cerita pasti dia nggak akan pernah tahu apa yang kita lakukan di belakang dia".
"Jangan bodoh kamu Ed,Riska itu baik dan sudah perfect bisa segalanya lalu kamu mau meninggalkan dia demi orang yang belum kamu kenal seperti aku? buka matamu Edi".
"Kamu itu selalu merendah di depanku Nis".
"Aku tidak merendah,ya memang kenyataannya seperti itu kan. Kamu belum tahu aku,belum mengenalku,kamu belum tahu siapa aku yang sebenarnya tapi kamu sudah berani mencintai aku tanpa kamu pikirkan siapa yang masih bersamamu saat ini,Riska kurang apa sih buat kamu Ed?".
"Dia itu manja Nis tidak bisa dewasa seperti kamu apa lagi dia cemburuan tanpa dia sadari cemburunya itu membuat aku ilfeel dengan dia".
"Apa kamu tahu kalau aku orangnya sangat manja,egois,cemburuan? apa kamu tahu semua keburukanku Ed?, kamu baru mengenal aku beberapa bulan tapi kamu sudah bisa menyimpulkan kalau aku baik. Kalau baikku cuma karena ingin di perlakukan baik juga oleh orang lain apakah kamu masih sanggup menerimaku,apa kamu tidak akan memperkakukanku sama seperti Riska?".
"Tidak,aku tidak akan pernah memperlakukanmu sama seperti Riska. Kita jalani dulu Nis supaya kamu tahu keseriusan aku ke kamu gimana".
__ADS_1
"Edi Widodo, aku minta sama kamu tolong jangan pernah lagi menyatakan apapun sama aku karena jawabanku akan tetap sama *aku tidak mau jadi pacar kamu* dan asal kamu tahu Ed walaupun aku jomblo atau aku ini tidak punya pasangan tapi aku tidak mau merebut milik orang lain, aku tahu bagaimana rasanya jika pasanganku di rebut oleh orang lain itu sakit sekali Ed".
"Kamu kan tidak merebut aku dari siapapun Nis, aku yang mau sama kamu dan aku yang meminta kamu menjadi pacarku".
"Tidak merebut katamu? Edi kamu sadar nggak sih kalau kamu itu sudah punya pacar? lihat Riska Ed dia ada di sana sedang berjuang buat kamu tapi kamu tidak menganggapnya ada,aku tahu bagaimana rasanya jika di perlakukan seperti itu. Kamu lupa kalau aku ini juga perempuan?".
"Iya aku tahu tapi kan aku tidak akan menyakiti kamu,tidak akan membiarkanmu meneteskan air mata kesedihan Nis. Oke kalau memang kamu tidak mau menerimaku karena aku masih bersama Riska maka aku akan segera memutuskan hubunganku dengan Riska,tapi aku mohon Nis semua aku lakuin buat kamu".
"Nggak Ed kamu jangan nekat ya jangan sampai kamu memutuskan hubungan kamu dengan Riska,kalau sampai aku dengar kamu putus sama Riska atau Riska nangis-nangis nemuin aku bilang kalau kamu putusin dia,aku akan benar-benar marah sama kamu dan aku benar-benar kecewa sama kamu Ed".
"Harus berapa kali aku bilang kalau aku akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan kamu termasuk dengan putus dari Riska karena kamu tidak mau di anggap pelakor kan,kamu juga tidak mau di anggap sebagai alasan kenapa aku putus dari dia kan?".
"Gila kamu ya, kamu pikir kalau kamu sudah melakukan apapun untuk mendapatkanku aku langsung mau sama kamu? enggak Ed kamu salah,justru aku malah benci sama kamu".
Tiba-tiba Riska keluar dari kamar mandi mau ke kelasnya, dia mendapati Nisa dan Edi masih berada di depan ruang guru. Dengan menaruh rasa curiga Riska tetap diam dulu kalau semuanya belum terbukti,dia tidak mau pertemanannya dengan Nisa hancur hanya karena salah paham kecemburuan yang tidak jelas adanya.
creekkkk ( suara membuka pintu kamar mandi )
"Loh mbak Nisa,kok mbak Nisa masih di sini?". Tanya Riska heran.
"Emmm itu de,mau nungguin kamu soalnya ada yang mau aku bicarakan".
"Tentang apa ya mbak?".
"Tentang rahasia".
"Iya mbak".
"Tapi tunggu istirahat dulu ya".
"oke mbak".
__ADS_1
Lanjut Part berikutnya...➡️