TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Akhirnya mereka berdua pulang kerumah, dan keesokan harinya Riska yang sudah punya janji dengan Nisa segera menghubungi Nisa lagi untuk mengingatkan supaya tidak lupa, ya walaupun memang tidak mungkin kalau Nisa bisa lupa jika ada janji dengan orang..


Sebelum berangkat ke sekolah, Riska menelpon Nisa terlebih dahulu untuk menanyakan apakah dia sudah berangkat sekolah atau belum karena mereka berdua janjian setelah istirahat pertamaa yaitu jam 9 pagi, maksud Riska jika dia bisa berangkat barengan dengan Nisa mungkin tidak akan menjadi canggung karena sudah mulai pendekatan berbicara sedikit demi sedikit, ya walaupun Nisa memang sudah melupakan semua masalahnya dengan Riska tapi Riska tetap merasa tidak enak hati.


****


"Halo Mbak Nisa, ini aku Riska Mbak".


"Iya Ris aku tahu kok kan nomormu juga aku simpan jadi nggak usah bilang ini kamu".


"Ya takutnya kan nomorku nggak kamu simpan Mbak jadi dari pada aku di tanya ini siapa dan membuat aku sakit hati kan lebih baik aku langsung bilang kalau ini aku Riska gitu".


"Haha iya deh, ada apa nih kok tumben pagi banget udah telphon lagian nanti juga masuk sekolah kan".


"Iya Mbak memang nanti masuk sekolah tapi aku pengen aja telpon kamu dulu dari pada nanti aku jadi canggung di sekolah Mbak".


"Canggung apaan sih Ris kayak baru kenal aja deh kamu itu, kan kita juga udah kenal lama masa iya kamu masih canggung aja biasanya juga curhat cerewet nggak karuan kan".


"Ya kan itu dulu sebelum aku menuduh kamu Mbak, sekarang aku malu, mau ngomong aja harus merangkai kata dulu supaya tidak menyakiti hati kamu lagi nantinya jadi ya gitu deh Mbak".


"Haduh kayak anak kecil aja deh kamu, kayak masalahnya tuh besar banget gitu. Yaudah sih kan masalahnya juga udah dulu, lagian juga aku tidak pernah menganggap kita ada masalah kok jadi enjoy aja nggak usah di pikirkan banget gitu lah".


"Ya mungkin kamu di mulut bisa bilang gitu Mbak tapi kan aku yang berbuat kesalahan jadi masih merasa bersalah aja gitu apa lagi kan aku permalukan kamu di depan anak-anak satu sekolah jadi aku bisa sadar dan membayangkan gimana malunya kamu karena itu".


"Udah tenang saja, anak-anak tuh nggak percaya sama apa yang kamu tuduhkan karena mereka kenal kamu bagaimana orangnya dan aku bagaimana orangnya. Mereka selalu menilai kamu orang yang tempramental padahal kamu bukan orang yang seperti itu".


"Karena apa Mbak kok mereka sampai bilang gitu".


"Ya kamu taulah, karena kamu itu kan sering banget marah-marah sama aku dan kamu juga sering marah-marah dengan Edi padahal dia nggak salah apa-apa jadi tuh kelihatan banget seperti orang yang tempramental gitu loh".

__ADS_1


"Masa iya cuma gitu aja di bilangnya tempramental, padahal kan juga aku biasa saja tapi di anggapnya seperti itu".


"Ya kamu sering banget kan nuduh Edi selingkuh, nuduh dia yang tidak-tidak sampai dia nggak tahan dengan kamu jadi kalau kamu menuduh aku seperti apapun mereka tidak akan pernah percaya karena mereka mengenalku dengan baik dan mengenalmu dengan ciri khas kamu itu".


"Iya sih karena kamu kan baik kalau aku kan buruk jadi ya nggak ada yang percaya sama aku gitu".


"Sudahlah yuk mandi terus berangkat, kita cerita di sekolah aja supaya enak nanti malah telat lagi".


"Baru juga jam berapa sih".


"Iya memang baru jam segini tapi ya nanti kan dandannya lumayan lama jadi ya jangan mandi mepet-mepet waktu nanti malah telat kan nggak bagus juga jadi sasaran guru kayak kamu itu yang selalu telat, terlalu menyepelekan waktu, membuang-buang waktu yang ada".


"Yaudah deh yuk mandi, nanti kita ketemu di sekolah ya kalau datengnya bareng tapi kalau datengnya nggak bareng ya kita ketemu waktu jam istirahat saja gitu jadi biar enak ngobrolnya sambil makan hehe".


"Oke deh siap, yaudah sana mandi".


Akhirnya mereka mandi terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah, Nisa yang lebih dulu selesai mandi langsung bersiap-siap untuk dandan begitupun Riska di rumahnya juga selesai mandi jadi langsung dandan.


Setelah mereka berdua sama-sama selesai maka langsung berangkat ke sekolah. sesampainya di sekolah ternyata mereka barengan masuknya yaitu jam 6.45, itu pertama kalinya Riska berangkat sekolah tidak telat bahkan malah terlalu pagi karena Riska memang selain dia tempramental, dia juga tidak bisa tepat waktu jadi selalu saja tidak bisa di siplin.


Nisa selalu mengajarkan Riska disiplin tetapi dia tidak bisa karena sepertinya sudah mendarah daging dengan tubuhnya.


Tapi kali ini demi bertemu dengan Nisa maka Riska rela untuk berangkat pagi, padahal sebenarnya Riska berangkat siang saja sudah tidak apa-apa karena kan ketemunya juga masih istirahat pertama yaitu jam 9 pagi.


***


"Mbak Nisa..".


"Hey Riska, aku kira kamu belum datang loh ternyata kita barengan padahal kan biasanya kamu berangkat siang".

__ADS_1


"Iya nih,, demi Mbak Nisa aku rela deh berangkat pagi".


"Kok demi aku sih, kenapa memangnya?".


"Ya kan Mbak Nisa mengajarkan aku untuk tepat waktu jadi aku mau belajar untuk tepat waktu dan disiplin gitu".


"Bagus deh haha seorang Riska yang terkenal ratunya terlambat dan juga tempramental jadi bisa lebih disiplin, jangan cuma sebentar ya semoga saja selamanya supaya bisa mendapatkan nama baik juga di sekolah tidak di cap lagi sebagai ratu terlambat dan tempramental haha".


"Ah Mbak Nisa ini bisa saja sih, kan aku juga sudah mau menikah Mbak masa iya aku nggak baik terus kan jadi nanti kasihan suamiku Mbak. Ya walaupun suamiku sabar orangnya tapi ya jangan seenaknya sendiri kan Mbak aku sebagai istri nanti malah suamiku nggak betah lagi sama aku".


"Berubah itu jangan demi orang lain, nanti kalau orang itu sudah tidak baik sama kamu atau dia berubah menjadi jutek sama kamu kan malah kamu sakit hati dan bisa membuat kamu lebih menjadi tempramental lagi".


"Emang iya ya Mbak? kan aku juga tidak tahu Mbak masalah seperti itu yang penting aku bisa baik aja sama orang dan merubah sikapku yang buruk ini menjadi lebih baik Mbak kayak kamu gitu loh".


"Kamu tidak akan bisa menjadi seperti orang lain Ris jadi jangan pernah menginginkan menjadi orang lain".


"Terus aku harus seperti apa dong Mbak kenapa nggak boleh ini dan itu".


"Ya karena kamu tidak akan bisa menjadi orang lain, kamu punya jati diri sendiri".


"Maksudnya Mbak?".


"Sudah yuk kita masuk itu bel sudah berbunyi".


"Oke deh Mbak kita bahas nanti lagi saja".


"Oke, yuk masuk".


Mereka berduapun masuk ke kelas masing-masing setelah mendengar bel sekolah berbunyi menunjukkan untuk masuk.

__ADS_1


__ADS_2