
Edi sepertinya masih mencintai Riska dan dia rela untuk beradu argument dengan Jo, semenjak putus dari Edi memang Riska sangat kelihatan lebih cantik. Ya karena mungkin memang dia dulu tidak pernah di rawat kemudian bersama Jo jadi di rawat dan di perhatikan Jo mulai dari penampilan, dan yang lainnya karena Jo tidak munafik dari pada dia melihat sisi cantik orang lain lebih baik dia membuat calon istrinya menjadi lebih cantik, toh nanti dia juga yang akan di bangga-banggakan Ketika orang lain melihat calon istrinya cantik.
Di saat mereka sedang asik mengobrol sambil nongkrong dikantin tiba-tiba Edi Kembali lagi dan membawa gerombolannya, dia berniat memberi pelajaran Jo karena dia sudah sombong untuk bermesraan di depan Edi.
Edi yang tidak terima langsung memukul Jo karena dia merasa akan ada yang membela nantinya.
Plakkkkkkk
“Edi, kamu kenapa sih tiba-tiba mukul Jo kayak gitu kan dia nggak salah apa-apa kenapa kamu pukul dia”. Tanya Riska kaget dengan sikap Edi
“Diam kamu, ini urusan aku dengan dia jadi kamu nggak usah ikut campur deh”.
“Hey jangan lupa kamu kalau aku ini adalah calon istri Jo, kenapa kamu bilang aku nggak boleh ikut campur? Asal kamu tahu ya Ed, bahkan nyawapun aku berikan kepadamu demi membela Jo. Apa sih salah Jo sama kamu sampai kamu kayak gini”.
“Kamu mau tahu apa salahnya dia?”.
Plaaakkk plaaaakkkk ( Edi memukul Jo 2 kali lagi )
“Stop,,, kamu udah gila ya Ed?”.
“Iya aku udah gila karena kamu tolak cintaku Ris”.
“Hey jangan lupa kamu Ed, kamu loh dulu yang selalu mengabaikan aku bahkan kamu loh yang udah sia-siakan aku, kamu berikan aku sama Jo padahal aku bukan barang dan dulu aku tidak suka dengan Jo tapia pa Ed? Kamu
selalu memaksaku untuk jadian dan menerima lamaran Jo”.
“Aku nggak terima semua itu”.
__ADS_1
“Hey kenapa kamu nggak terima? Padahal kan kamu sendiri yang kasih aku ke Jo bukan? Dan kamu selalu saja mengejarku Ketika kamu tahu bahwa aku dan Jo sangat Bahagia. Dan bodohnya aku tuh kenapa aku masih bisa
terpengaruh sama kamu sedangkan aku sudah tahu bahwa kamu tidak sebaik yang aku kira, kamu adalah manusia yang paling jahat yang pernah aku kenal Ed”.
“Aku tidak terima karena kamu begitu Bahagia dengan Jo Mangkannya aku cemburu melihatnya”.
“Ha seorang Edi cemburu? Sejak kapan kamu punya rasa cemburu denganku Edi, bukannya dulu kamu selalu bilang kalau buat apa sih cemburu itu akan membuat dirimu sakit hati loh. Kenapa malah kamu sekarang cemburu sama aku haha ada apa dengan seorang Edi yang tadinya menyia-nyiakan sebuah berlian demi
sebuah batu akik yang Cuma bisa bersinar Ketika mendapatkan cahaya”.
“Aku benar-benar menyesal telah melepasmu Ris, aku selalu saja mikirin kamu dan cemburu dengan semua postinganmu, kenapa aku sama kamu dulu tidak pernah berfoto semesra itu lalu kamu upload dalam sosial mediamu? Mungkin memang kamu malu ya untuk mengunggah fotoku di media?”.
“Hey bukannya aku dulu sering ya mengajakmu tapi kamu selalu bilang kalau aku terlalu lebay yang apa dikit selalu di masukan kedalam sosial media, kamu lupa?”.
“Aku mana pernah bilang gitu”.
dan Mbak Nisa juga tidak pernah merespon kamu tapi kamu selalu saja mengejarnya, kamu selalu perhatian dengan dia sehingga membuat aku cemburu denganmu. Aku seperti orang bodoh yang selalu menanti seseorang yang hatinya memang sudah lama bukan di peruntukkan untukku, tapi aku selalu saja bersikeras untuk memperahankan.
Kamu tahu kenapa? Karena memulai hubungan dengan orang yang baru itu tidak akan pernah bisa senyaman dan sebaik seperti hubungan sebelumnya.
Aku yang polos bisa-bisanya seperti kesetanan memarahi Mbak Nisa yang memang sudah jelas dia tidak salah apapun, aku maki-maki dia di depan umum dan dia sampai nangis sesegukan. Coba kamu pikir kenapa aku bisa sebodoh dan setega itu dengan orang yang benar-benar perhatian sama aku dan sayang sama aku”.
“Tapi kan itu Mbak Nisa juga sudah menjelaskan sama kamu kalau dia sama aku nggak ada apa-apa tapi kamu tidak percaya”.
“Hey, aku kayak gini karena aku memang sedang hilang arah, dan kamu Cuma bisa diam tanpa kata sedikitpun malah justru seperti mempermalukan aku di depan umum hingga akhirnya aku pergi dari tempat dimana aku merasa bahwa itu yang marah-marah barusan bukan diriku tapi jiwa orang lain”.
“Aku udah coba melerai dan juga aku udah coba buat bilang ke kamu bahwa aku sama dia nggak kenapa-kenapa gitu, nggak ada apa-apa loh kenapa kamu bisa sewot gitu sih?”.
__ADS_1
“Kan sudah aku bilang bahwa aku ini cemburu, entah kenapa aku bisa kayak gitu, apa karena aku terlalu cinta sama kamu atau bagaimana sampai aku bisa kesetanan gitu marahin Mbak Nisa”.
“Itu karena memang pemikiranmu aja yang selalu negative dan juga kamu selalu saja cemburu nggak jelas gitu udah kayak anak kecil aja”.
“Sekarang aku tanya sama kamu Jo”.
“Iya sayang mau tanya apa?”
“Mau tanya, apakah aku jika cemburu seperti anak kecil? Apa aku jika meminta sesuatu selalu merengek sama kamu itu artinya aku masih kayak anak kecil? Terus kamu marah nggak gitu kalau aku glendotan nggak jelas terus kalau kamu lagi sama cewek gitu dan aku cemburu wajar nggak sih atau kamu malah risih gitu sama aku?”.
“Enggak dong sayang malah justru kalau mau manja, minta gendong, minta ini itu aku anggap karena kamu memang butuh sosok yang selalu menyayangimu, mendo’akanmu dan satu frekuensi gitu sama kamu”.
“Kamu senang atau merasa terbebani?”.
“Ya seneng dong masak nggak seneng, nanti kalau pasangannya cuek jadi nggak bisa mesra-mesra lagi kan, kalau sudah menikah keharmonisan dalam rumah tangga itu kuncinya tidak boleh saling tuduh, tidak boleh saling
menyimpan benci atau dendam, sebagai suami kan juga di wajibkan untuk memuliakan istrinya, jadi pada intinya kalau kita saling bermanja-manja dan saling menghargai, saling membahagiakan apalagi suami yang selalu sayang dengan istri dan keluarganya, tidak mengeluarkan kata kotor sama sekali walaupun semarah apapun dia”.
“Semua akan berjalan dengan sebagaimana mestinya ya yang?”.
“Iya dong, Allah nggak akan menempatkan seorang suami ( Laki-Laki ) kedalam nerakanya dan tidak akan di beri ujian kesiksaan untuknya sebagaimana dia memperlakukan istrinya (sebagai ratu dalam rumah tangga”.
“Betul sekali sayang”.
Lanjut nggak nih?
Mohon maaf ya outhor sedang melakukan proses skripsi jadi updatenya lumayan lama ya…
__ADS_1