
"Iya Mbak tahu Riska,Mbak juga ngerti kalau kamu punya trauma yang sangat menyakitkan. Tapi kamu juga harus ingat Ris, tidak semua lelaki itu sama kayak gitu, trauma itu memang boleh Ris tapi jangan selalu di ingat dan di perpanjang seperti halnya aku, kalau di tanya aku kecewa atau tidak dengan masa laluku? Jujur aku kecewa, kalau di tanya apa aku sakit hati? Iya aku sakit hati, tapi aku selalu mengingat kebaikan apa yang dia lakukan untukku. Kalau mengingat keburukannya pasti aku akan sangat membencinya Ris, sampai kapanpun aku nggak akan pernah bisa menerima kenyataan itu, dalam hati rasanya ingin memakinya,ingin marah sama dia kenapa dia tega menyakiti aku,kenapa dia tega selingkuh dari aku bahkan sampai punya anak. Kamu tahu gimana rasanya di perlakukan seperti itu? Aku seperti tersambar petir di siang bolong Ris,aku benar-benar menyesal kenapa aku bisa setia sama orang yang nggak pernah menghargai aku Ris".
"Tapi apa Mbak masih cinta sama dia Mbak?".
"Ya, kalau ditanya apa aku masih cinta? Jawabannya iya Ris aku masih sangat mencintainya tapi apalah daya aku yang nggak bisa berbuat apa-apa, penghianatan ini seperti tidak mengurangi rasa cintaku sama dia sedikitpun,ya aku memang terkesan egois Ris tapi mau gimana lagi?".
"Kalau misal dia minta balikan lagi sama Mbak apakah Mbak mau?".
"Entahlah Ris aku juga bingung dengan keadaanku sekarang, aku memang baru dengar berita itu dari satu sisi saja dan belum mengetahuinya secara gamblang,itu yang membuatku belum benar-benar yakin".
"Mbak sadar, dia itu sudah punya istri, dia juga sudah punya anak, harusnya Mbak itu jangan lagi mau dekat dengannya mbak".
"Aku sudah coba untuk tidak memikirkan dia Ris,aku coba untuk tidak lagi mencintainya tapi aku belum bisa".
"Mbak, apa mbak tidak ingat kalau dia sudah punya istri dan anak Mbak? kasian anaknya Mbak kalau nanti Mbak balikan lagi sama dia".
"Tapi aku tahu banyak tentang dia Ris, walaupun dia nggak pacaran sama aku pasti dia nggak akan tinggal diam untuk pacaran sama perempuan-perempuan cantik jadi dari pada anaknya benar-benar kehilangan bapaknya apakah nggak sebaiknya dia sama aku?".
"Jangan bodoh Mbak,kalau mbak sama dia pasti nggak akan pernah bahagia karena statusnya sekarang beda Mbak, satu hal lagi apakah anaknya nggak akan benar-benar kehilangan bapaknya padahal jelas-jelas kalau dia masih mencintai kamu Mbak".
"Entahlah Ris, aku nggak tahu apa yang aku pikirkan saat ini. padahal aku dulu pernah memiliki impian-impian yang sangat indah bersama dia tapi seketika itu juga hancur karena dia menghianati aku".
"Mbak dia itu sudah berhianat sama Mbak apa iya Mbak masih mau sama orang yang sudah berhianat seperti itu?,Harusnya Mbak itu sadar jangan sampai terlena lagi sama dia dan harusnya Mbak juga bersyukur ketika Allah menunjukkan semua sama Mbak karena Allah masih sayang sama Mbak bukan malah menuruti perasaan Mbak kalau mau balikan sama dia,inget Mbak dia itu sudah punya istri dan anak,Mbak juga tahu kalau dia punya istri dan anak hasil dari perswlingkuhannha Mbak. Jadi aku mohon sama Mbak jangan sampai balikan lagi sama dia karena itu akan membuat Mbak makin sakit hati".
"Iya Ris aku akan coba hilangkan perasaanku yang masih mencintai dia".
__ADS_1
"Sadar Mbak, mencintai suami orang itu berdosa,jangan sampai Allah murka dengan apa yang mbak lakukan".
"Ya sudah Ris kamu juga jangan sedih-sedih lagi nanti juga akan ada gantinya yang lebih baik lagi karena kamu juga baik,nanti juga akan ada yang menerima kamu apa adanha kok walaupun kamu sering egois dan keras kepala tapi Mbak yakin kamu akan mendapatkan yang lebih baik lagi dari Edi karena Edi itu nggak baik buat kamu".
"Memangnya dia kenapa Mbak? Apa yang Mbak ketahui tentang doa Mbak?".
"Aku tidak mau menceritakannya nanti dikira aku jelekkan satu sama lain Ris, biarklah nanti kamu tahu sendiri gimana kelakuan dia".
"Tapi aku juga pengen tahu Mbak kenapa dia bisa mengambil keputusan seperti ini padahal aku masih sangat mencintai dia Mbak".
"Tidak semua laki-laki sama seperti mantanku Ris tapi aku ingatkan kamu untuk tidak usah terlalu berharap lagi sama Edi, plis percaya sama aku ya".
Tapi kenapa Mbak tolong jelaskan sama aku Mbak apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa aku tidak boleh lagi berharap dari dia, apa dia sudah punya pacar baru Mbak?".
"Nanti kamu juga akan tahu jawabannya Ris, jangan paksa aku untuk menjawab semua pertanyaanmu".
"Ris dengarkan aku, jangan sampai kamu menyesal karena kebodohan yang sudah kamu ambil".
"Ya mangkannya Mbak bilang sama aku kenapa aku nggak boleh dekat-dekat dengan Edi lagi Mbak? Apa jangan-jangan Mbak suka ya sama Edi?". Tanya Riska curiga
"Nanti kalau aku bilang sama kamu dikiranya aku fitnah lagi, mending nanti kamu amati sendiri aja gimana Edi supaya kamu tahu bagaimana dia sebenarnya. Aku nggak mau kalau nanti kalian musuhin aku di kira aku mengadu domba antara kamu dan Edi".
"Nggak Mbak aku yakin Edi nggak akan lakuin itu, coba deh Mbak cerita sedikit saja".
"Sudahlah Ris aku mau ke kelas dulu, kamu jangan sedih-sedih terus.. Ok?".
__ADS_1
"Oke deh Mbak...".
Saat itu Nisa jalan keluar dari kelas Riska karena dia tidak mau nantinya akan timbul pertanyaan mengenai Edi yang sebenarnya, bisa-bisa dia yang akan terpojokkan karena pertanyaan Riska.
Saat keluar dari kelas Riska, Nisa bertemu dengan Edi lagi tapi kali ini dia tidak mau berhenti jika di minta buat menemuinya karena takut Riska semakin salah paham sama dia.
Panggil Edi...
"Nisa... Tunggu". Teriak Edi panggil Nisa
Saat mendengar Edi memanggilnya bukannya berhenti malah terus melanjutkan perjalanannya karena malas berdepat dengan Edi lagi.
"Nisa,,, Hey... ". Edi memanggilnya lagi karena dia heran kenapa Nisa tidak berhenti ketika dia memanggilnya.
Tapi Nisa tetap tidak berhenti justru dia mempercepat jalannya supaya tidak di kejar Edi.
Edi yang sadar kalau Nisa menghindar darinya kemudian lari mengejar sampai turun kebawah, Edi merasa kalau Nisa tidak mau berhenti karena ada Riska di kelasnya pasti dia akan mengintip lagi dari balik pintu.
Plak plak plak... (suara sepatu Edi berlari)
Tiba-tiba menarik tangan Nisa.
"Tunggu....". Kata Edi dengan menarik tangan Nisa
Nisa yang tadi sudah berjalan cepat sontak kaget saat Edi menarik tangannya...
__ADS_1
Jangan lupa dukungan komentarnya ya teman-teman supaya penulis lebih semangat lagi nulisnya.
Terimakasih