
"Riska..... dengarkan aku dulu".
"Aku nggak butuh ya penjelasan dari kamu..!! sontak riska yang sedang marah
"Iya memang Aku suka sama Nisa,,,, !!!" Jawab Edi lantang karena sudah tidak tahan dengan kelakuan Riska yang brontak seperti itu.
"Oh gitu ya,,, Jadi benar selama ini dugaanku kalau kalian memang ada main di belakangku".
"Aku nggak pernah ada main di belakang kamu, lagian aku sama Nisa memang belum pacaran. Kalau kamu tanya aku selama ini suka sama Nisa? Aku jawab iya memang aku suka sama Nisa sudah dari lama, aku berusaha untuk mendekati dia dan berusaha meyakinkan dia kalau aku benar-benar mencintainya".
"Selama ini berarti kamu hianati aku?".
"Tidak,,, kalau kamu bilang aku menghianati kamu itu jawabannya tidak, karena aku tidak pernah menghianati kamu dengan siapapun termasuk Nisa, aku hanya mencintai dia tapi tidak sebaliknya. Nisa nggak pernah cinta sama aku, dia juga tidak mau pacaran sama aku, kamu tahu kenapa? karena dia menghargai kamu sebagai adiknya".
"Alah... Omong kosong itu semua, aku nggak pernah percaya lagi sama kamu apa lagi dia..." Ujar Riska dengan menunjuk ke arah Nisa
"Ris kamu harus percaya sama aku,, aku nggak pernah mau jadian sama Edi apa lagi kamu masih mencintai Edi Ris, dia sebenarnya masih mencintai kamu tapi kamu tidak bisa merubah sikap kamu, keegoisan kamu, dan nggak bisa menjaga etika kamu ketika bersama dia".
"Seharusnya dia mengingatkan aku,, bukan malah berhianat sama kamu di belakangku, dan kamu juga jadi wanita gatel banget sih udah tau dia itu pacarku tapi kamu masih juga berusaha merebutnya".
__ADS_1
"Aku tidak merebut Ris,,, aku aja nggak jadian kok sama Edi, banyak saksinya di sini kalau aku nggak menerima Edi sebagai pacarku".
"Alah aku nggak percaya sama omongan kamu".
"Udah dong Ris jangan salahkan Nisa terus, dia nggak bersalah, di sini aku yang salah. Karena aku nggak bisa menahan rasaku sama dia, aku merasa di perhatikan, aku merasa di sayangi, aku merasa nyaman sama dia".
"Kenapa kamu membuat nyaman pacarku padahal kamu tahu kalau aku sangat mencintai dia?". Tanya Riska ke Nisa
"Aku tidak pernah membuat nyaman siapapun, dan aku nggak pernah memperhatikan siapapun dengan berlebihan, aku perlakukan Edi sama dengan aku memperlakukanmu karena kalian sama-sama adikku".
"Tapi kenapa dia bisa nyaman sama kamu?".
"Munaf*k kamu... kalau kamu tidak mencintainya kenapa kamu mau di ajak ngobrol sama dia?".
"Hanya sekedar ngobrol Ris nggak lebih, ngobrol juga karena aku bahas kamu bukan ngobrol tentang perasaan dia ke aku. Aku nggak pernah perduli mau dia suka sama aku atau cinta sama aku, kalau bagiku teman ya teman aku nggak mau semua berantakan hanya karena cinta".
"Iya Ris,, Nisa itu nggak salah, yang salah aku karena aku mencintai dia padahal aku tahu kalau dia adalah temanmu, aku yang sebenarnya nggak tahu diri Ris". Jawab Edi dengan membela Nisa
"Kenapa kamu selalu belain perempuan muna*ik ini? kamu putus dari aku karena ingin jadian sama dia gitu, pantesan ya belakangan ini kamu sering kepergok ngobrol sama dia dan kalau aku tanya kalian hanya bahas aku dan bo*ohnya aku bisa percaya sama kalian gitu aja".
__ADS_1
"Iya memang kalau kamu mergokin aku itu karena bahas kamu kok nggak bahas yang lain, Nisa juga nggak pernah mau kalau aku membahas perasaanku ke dia karena dia menjaga betul gimana perasaan kamu. Kalau dia nggak menjaga perasaan kamu mungkin dia akan menerima aku sebagai pacarnya tapi sayangnya dia nggak suka sama aku, dia lebih memilih untuk sendiri karena masih sakit hati sama mantan kekasihnya".
"Dia cuma sandiwara, sebenarnya dia cinta sama kamu tapi karena kamu masih milikku jadi dia tidak berani untuk mengganggu kamu".
"Kamu itu jangan selalu menyimpulkan hal yang nggak kamu tahu, ini yang nggak aku suka dari kamu karena kamu nggak pernah bisa berubah, nggak pernah bisa menghargai aku sebagai pacar kamu".
"Kamu yang nggak pernah bersyukur punya aku, kamu memang sudah suka sama dia dari lama mangkannya apapun yang aku lakukan selalu salah di mata kamu, dulu walaupun aku melakukan kesalahan apapun tapi kamu masih bisa memaklumi katamu kalau aku manja itu wajar karena kamu juga suka sama wanita yang manja tapi kenapa sekarang malah berubah? kamu nggak mau kalau aku manja, kamu bilang aku egois, nggak bisa ngertiin kamu dan masih banyak lagi alasan kamu untuk meninggalkan aku dan kemarin aku yakin kamu sengaja memancing emosiku supaya aku bisa marah sama kamu di depan umum kemudian kamu jadi ada alasan untuk putus dari aku".
"Nggak kok, emang kamunya aja yang selalu emosian kalau ada apa-apa dan kamu juga selalu cemburu dengan hal yang nggak jelas, hal yang nggak pernah kamu pahami dan tahu akar dari permasalahannya yang jelas. Kamu juga nggak pernah mau aku nasehati misal kamu melakukan hal yang nggak baik kamu kalau aku nasehati selalu kamu abaikan".
"Seharusnya kamu lebih sabar dong menghadapi aku yang kayak gini".
"Aku harus lebih sabar kamu bilang? Hey sadar Riska, aku kurang sabar gimana sama kamu selama ini? 1 tahun kita menjalin hubungan bukan lebih baik malah makin buruk, aku yang selalu ngertiin kamu tapi kamu nggak pernah bisa ngertiin aku. Kamu yang nggak pernah bisa mengerti posisi aku, kamu yang selalu over protektif membuat aku capek sama semuanya. Aku mencoba mengerti dan memahami semua tentang kamu tapi sifat kamu yang selalu berfikiran negatif sama aku yang membuat aku makin lama makin nggak nyaman dan aku ingin semuanya selesai".
"Aku curiga itu wajar dong karena aku pernah membebaskan seseorang untuk bergaul sama siapapun tapi dia malah menghianatiku".
"Siapa, mantan kamu?.... Inget Riska aku bukan mantan kamu yang bisa dengan gampangnya mendua, aku bukan mantan kamu yang emosian dan suka main kasar sama kamu. Aku nggak seperti itu Ris jadi jangan kamu samain aku sama mantan kamu yang nggak jelas itu, aku capek kamu selalu aja berpikir negatif, selalu nggak percaya sama aku padahal aku nggak ada niatan buat selingkuh dari kamu...!!!
Jangan lupa like, komen, kasih tips dan juga share ke akun sosial media kalian supaya banyak yang baca dan juga aouthor bisa lebih semangat nulisnya.
__ADS_1