TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Setelah Perpisahan


__ADS_3

Setelah Nisa memutuskan untuk pergi meninggalkan Ari, Nisa melanjutkan hidupnya untuk fokus pada pendidikannya supaya dirinya segera lulus. Saat itu Nisa kelas 3 SMK dan memang sebenarnya dia sangat sedih,galau,tidak percaya ternyata pacar yang tadinya dia banggakan,dia lindungi,dia agung-agungkan di depan semua temannya,sahabat dan keluarganya ternyata malah menghianati dirinya.


Seperti tersambar petir di siang bolong saat mendengar bahwa pacarku selingkuh di belakangku sampai menghamilinya bahkan punya anak, seketika hatiku hancur berkeping-keping. Aku merasa tidak punya semangat hidup lagi,makan tidak enak,tidur juga tidak nyenyak karena ini,nilai sekolah juga jadi jelek gara-gara ini.


Di saat hatinya sedang patah ada laki-laki yang datang mendekatinya,namanya Zain dan Edi. Zain dan Edi adalah adik kelas Nisa yang memang kebetulan sudah lama menyimpan rasa ke Nisa tapi Edi saat itu masih punya pacar yaitu Riska sedangkan Zain masih sendiri atau jomblo, Zain menyimpan rasanya saat itu karena tahu kalau Nisa punya pacar sedangkan Edi berani mengungkapkan perasaannya ke Nisa walaupun Edi sudah punya pacar,memang terlalu nekat si edi ini dia mengungkapkan di depan ruang guru dia rela nunggu Nisa yang saat itu ke kamar mandi.


Nisa keluar kamar mandi melihat Edi ada di depan ruang guru lalu Nisa buru-buru untuk masuk kelas karena dia tidak mau terjadi salah paham antara dia dan Riska pacarnya Edi karena Riska juga masih satu sekolah dengan Edi dan Zain, Riska itu dekat sekali dengan Nisa ya bisa di bilang sudah seperti kakak beradik karena Riska juga sudah menganggap Nisa seperti kakaknya sendiri, Riska sering cerita tentang semua masalahnya ke Nisa termasuk ketika dia bertengkar dengan Edi atau cemburu dengan Edi. Edi adalah laki-laki yang menurut nisa itu songong atau sombong jadi Nisa tidak mau,dan ketika berjalan cepat untuk ke kelas tiba-tiba edi tarik tangan Nisa.


"Nis tunggu,Nisa tunggu..". Panggil Nisa dengan menarik tangannya sambil menahan.


"Apa sih Ed lepasin tangan aku".


"Enggak aku nggak akan lepasin tangan kamu, plis tunggu sebentar kita ngobrol Nis, bentar aja". Edi memohon sambil matanya berkaca, pasang muka yang melas supaya di kasihani Nisa.


"Edi plis aku mohon lepasin tangan aku Ed, aku nggak mau antara aku dan Riska terjadi salah paham Ed".

__ADS_1


"Enggak Nis nggak akan terjadi salah paham kalau kamu nggak cerita sama Riska,lagian aku cuma sebentar aja kok Nis mumpung semua lagi pada masuk kelas ini".


"Iya memang ini jam masuk tapi aku nggak mau tiba-tiba nanti ada Riska atau temannya yang turun ke kamar mandi dan melihat kita ada di sini Ed nanti apa yang dia pikirkan tentang aku pasti dia akan berfikir kalau aku ada apa-apa sama kamu".


"Ya biarin lah biar dia sekalian tahu kalau aku cinta sama kamu, lagian aku tuh capek sama dia yang selalu saja overthinking,nggak dewasa,suka marah nggak jelas,cemburuan kan aku jadi males kalau berantem tiap hari Nis".


"Aku juga egois,cemburuan,suka marah nggak jelas kok".


"Tapi kamu kan masih bisa dewasa Nis aku tau kok karena kamu setiap ada masalah selalu menyikapi dengan baik".


"Edi aku nggak mau cari masalah sama Riska, aku nggak mau ada salah paham di antara kita semua Ed. Aku udah anggap kamu dan Riska seperti adikku sendiri yang harus aku bimbing dan aku tuntun dengan baik, aku selalu menasehati Riska dengan hal baik Ed, aku juga melarang Riska untuk menghianati kamu,untuk selalu sabar dalam menghadapi kamu dan selalu sabar menghadapi masalah-masalah yang menimpa hubungan kalian,aku nggak mau cuma karena ke egoisan kamu semuanya jadi hancur Ed".


"Cukup Edi,kamu tidak seharusnya berbicara seperti itu sama aku. Dengar ya Ed aku ini kakak kelas kamu yang seharusnya kamu hargai bukan seenaknya sendiri seperti ini".


"Bukan aku tidak menghargai kamu Nis tapi ini masalah hati yang tidak bisa lagi di nego".

__ADS_1


"Kamu egois Ed, kamu lebih mementingkan diri kamu sendiri dari pada orang lain,sadar Edi kamu itu masih milik Riska adik kelasku yang begitu dekat denganku bahkan seperti adikku sendiri. Kamu juga tau kalau Riska juga punya beberapa teman yang aku perlakukan sama dengan Riska jadi kamu tau kan bagaimana jika kamu hancurkan pertemananku dengan pacarmu itu?".


"Semua akan baik-baik saja Nis percaya sama aku,nanti seolah kita belum ada apa-apa dan jangan sampai Riska tahu soal ini dulu sebelum aku benar-benar memutuskan hubunganku dengan Riska,plin Nis percaya sama aku semua akan baik-baik saja".


"Maaf Ed aku tidak mencintai kamu dan aku hanya menganggap kamu sebagai teman,aku tidak mau terjadi salah paham dengan Riska apa lagi jika Riska tahu ini semua pasti akan jadi masalah besar,bukan hanya di musuhi Riska bahkan aku juga akan di musuhi teman-temannya Riska Ed mereka akan kecewa sama aku karena aku tidak bisa menjadi panutan yang baik untuk mereka,dan satu lagi Ed jika nanti Riska ataupun temannya itu tahu bahwa kita sering ngobrol dan kamu sering menemuiku seperti ini maka semua akan hancur seketika dan kamu tahu Riska akan menganggapku seorang penghianat,seorang pelakor karena menurutnya aku sudah merebut kamu dari dia padahal kalau dia bertengkar denganmu dia selalu curhat kepadaku dan selalu aku beri masukan untuk tetap bertahan dan tidak pergi dari kamu harusnya kamu berterimakasih karena pacarmu tetap bertahan untukmu walaupun rasa kecewa di hatinya sangat besar".


"Berarti dia bertahan juga karena terpaksa kan? bukan lagi ada cinta di antara aku dan Riska Nis".


"Asal kamu tahu ya Ed dia tetap bertahan karena rasa cintanya untukmu lebih besar dari pada rasa kecewa yang telah kamu buat dan rasa egois yang selalu menggebu di dalam hatinya seakan berbisik untuk berpisah sama kamu tapi dia selalu melawan rasa egois itu supaya dia tetap bisa bersama kamu,seharusnya kamu sadar Ed ada orang yang tulus mencintai kamu,menerima kamu apa adanya dan dia bersedia menemani kamu dalam keadaan apapun tanpa menuntut apa-apa dari kamu, seharusnya kamu sadar Ed. Kamu bilang pengen jadi pacarku dan meninggalkan Riska karena kamu sudah merasa tidak cocok karena Riska egois menurutmu, bagaimana jika nanti kamu bersamaku lalu tahu bagaimana sifat asliku yang belum pernah kamu tahu Ed,berarti kamu akan memperlakukanku sama seperti Riska".


"Ya nggak gitu Nis pasti aku akan..".


Tiba-tiba Riska turun dari tangga lantai kelasnya dan sontak kaget karena melihat pacarnya ngobrol serius dengan Nisa yang dia anggap seperti kakaknya itu,tapi Riska tidak tahu apa yang mereka bicarakan karena jarak dari tangga untuk menuju ke lantai dua dengan ruang guru terlalu jauh.


"Edi..". Teriak riska dari tangga padahal semua kelas masih full.

__ADS_1


Nisa dan Edi menengok ke tangga seketika kaget.


Lanjut Part berikutnya...➡️


__ADS_2