TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
TAK KU SANGKA PACARKU TELAH BERISTRI


__ADS_3

Ari : "Tapi aku saat itu tidak ada pilihan Nisa, aku harus menyelesaikan urusanku".


Annisa : "Iya Ari, aku paham. Dan apapun alasanmu aku sudah memaafkan mu, tapi maaf aku tidak bisa menerimamu seperti awal kita bertemu".


Ari : "Kenapa nisa?"


Annisa : "Suatu saat kamu akan tau jawabannya".


Ari : "Kenapa nggak kamu ceritakan saja ke aku sekarang?".


Annisa : "Maaf ari aku banyak urusan jadi aku tinggal dulu".


Ari bingung dan penasaran apa yang ingin Nisa jelaskan kepadanya. Karena Nisa malah lebih tertutup untuk sekarang ini, tak banyak cerita bahkan Nisa banyak diam tak seperti awal pertama ketemu. Apa mungkin Nisa ada laki - laki lain.


Ari memendam pertanyaan demi pertanyaan yang ingin dia sampaikan ke Nisa.


Nisa sebenarnya sudah tidak mau berhubungan dengan Ari lagi karena Nisa sudah punya Fandy. Nisa berkata jujur ke Fandy bahwa ada laki - laki yang dulu pernah kenal dengan Nisa sebelum nisa kenal Fandy.


Annisa : "Mas, ada yang mau aku omongin ke kamu".


Fandy : "Tentang apa Nisa?"


Annisa : "Tapi kamu jangan marah dulu ya ke aku, dan kamu juga jangan salah faham dulu ke aku".


Fandy : "Iya aku janji nggak langsung marah atau salah faham ke kamu, emangnya kenapa sih?"


Annisa : "Ada laki - laki yang menghubungiku".


Fandy : "Memangnya siapa laki - laki itu?"


Annisa : "Mungkin kamu kenal orangnya".


Fandy : "Kalo kamu nggak ngomong siapa orangnya ya mana aku tau sih Nisa".


Annisa : "Namanya Ari , mungkin kamu mengenalnya".


Fandy : "Ari?" Dalam hati fandy berkata, tidak mungkin Ari yang aku kenal.


Annisa : "Iya Ari, apa kamu merasa kamu mengenal nama itu?". Mengetes kemarahan Fandy


Fandy : "Aku tidak tahu Ari siapa yang kamu maksud".


Annisa : "Yah Ari temanmu, Ari yang satu sekolah sama kamu".


Fandy : " Ari sasongko?" tanya Fandy terkejut.


Annisa : "Iya Ari sasongko, kamu mengenalnya?"


Fandy : "Iya aku mengenalnya, dia memang satu sekolah denganku tapi kita beda kelas".


Annisa : "Nah, dia adalah orang yang aku maksud barusan, yang menghubungi aku".


Fandy : "Untuk apa dia WA kamu? ada keperluan?".

__ADS_1


Annisa : "Iya, dia bilang ada perlu denganku".


Fandy : "Perlu apa?".


Annisa : "Sebelum aku kenal kamu, aku lebih dulu kenal dengan Ari. Aku tak menceritakan kepadamu karena menurutku itu nggak penting karena cuma masa laluku. Awal aku kenal dia aku tidak pernah percaya apa katanya, maka dari itu aku berbuat sama denganmu. Baru beberapa hari aku mengenal Ari, dia tiba - tiba menghilang begitu saja.


Fandy : "Lalu kenapa kamu menerimaku? kenapa tidak kamu cari tau tentang Ari padahal kamu dekat dengannya".


Annisa : "Awal aku kenal kamu, aku tidak percaya terhadap semua kata - katamu. Tapi aku mencoba untuk menerimamu karena kamu juga menerimaku apa adanya, tapi jujur aku kecewa sama kamu".


Jantung Fandy sudah berdebar kencang takut Nisa mengungkit kebohongannya. Tapi Fandy mencoba untuk tetap tenang


Fandy : "Oh kamu kecewa kenapa?". Tanya Fandy sambil takut.


Annisa : "Maaf, aku kecewa karena orang yang benar - benar aku percaya dan membuat hatiku ingin membuka lembaran baru dengannya dengan menerimanya justru malah membohongiku".


Fandy : Fandy terkejut, dalam hati dia berkata "Apakah dia sudah tau kalau aku berbohong", dia tanya ke Nisa, membohongi soal apa?.


Annisa : "Kamu pura - pura tidak tahu atau memang lupa akan apa yang kamu lakukan dibelakang ku?".


Fandy : " Aku benar-benat tidak tau apa maksudmu Nisa".


Annisa : "Selama kamu menghilang tak ada kabar, kamu kemana?".


Fandy : "Anu , aku ada urusan Nisa".


Annisa : "Urusan apa?".


Fandy : "Keponakanku kemarin datang ke rumah Nisa".


Fandy : " Yang dari semarang Nisa".


Annisa : "Oh, dari semarang ya?".


Fandy : "Iya Nisa, memangnya kenapa?".


Annisa : "Kamu nggak lagi bohong kan sama aku?".


Fandy : "Enggak Nisa, aku nggak bohong sama kamu".


Annisa : "Emangnya kalo sama keponakan itu bisa mesra - mesra ya?".


Fandy : "Fandy merunduk, mesra - mesra yang seperti apa sih maksud kamu Nisa?".


Annisa : "Aku tanya aja kok, emang harus mesra gitu ya?".


Fandy : "Kamu lihat aku?".


Annisa : "Kan aku cuma tanya aja ke kamu, harusnya kamu jawab bisa atau tidak".


Fandy : "Ya tidak bisa". jawaban fandy dengan takut.


Annisa : "Oh gitu, kemarin aku liat kamu mesra sama perempuan. Aku pikir itu keponakan yang kamu ceritakan barusan, tapi aku kok merasa tidak percaya".

__ADS_1


Fandy : "Kamu salah lihat paling Nisa".


Annisa : "Oh salah lihat ya, kalo ini bener kamu nggak sih?" sambil menunjukan foto Fandy dengan wanita itu.


Fandy : "Oh itu Nisa, anu bukan maksud aku buat bohongi kamu Nisa, tapi".


Annisa : "Tapi apa? tapi kamu takut aku marah? ah basi tau nggak sih".


Fandy : "Bukan gitu Nisa".


Annisa : "Terus gimana? jelasin dong ke aku".


Fandy : "Oke aku jelasin ke kamu Nisa".


Annisa : "Ya sudah jelasin aja dia siapa".


Fandy : "Yang datang itu sebenarnya mantanku nisa".


Annisa : "Ha ha ha sudah aku duga".


Fandy : "Tapi aku udah nggak ada hubungan apa - apa Nisa sama dia".


Annisa : "Mau hubungan sama dia juga tidak apa - apa".


Fandy : "Kemarin itu dia tiba - tiba datang ke aku, terus nangis - nangis Nisa, aku kasihan melihatnya".


Annisa : "Berarti kalo ada seribu wanita yang datang ke kamu nangis - nangis kamu bakal bantu dan juga bisa peluk - peluk dia? bisa ngajak dia menginap di tempatmu? bisa mesra gitu ya?


Fandy : " Ya enggak gitu juga Nisa".


Annisa : "Terus gimana dong? yang jelas makanya".


Fandy : "Dia aku suruh pulang tidak mau Nisa, aku kasihan karena dia wanita, masa iya aku mau memaksa dia untuk pulang. Udah aku paksa sih tapi dia tidak mau, masa iya aku harus kasar sama dia kan nggak mungkin Nisa".


Annisa : "Apa dia tau kamu punya pacar?".


Fandy : "Tidak nisa" jawab Fandy merunduk.


Annisa : "Kamu tidak memberitahu dia kalo kamu punya pacar?".


Fandy : "Tidak Nisa, karena waktu itu dia masih nangis dan sedih".


Annisa : "Oh gitu ya? kenapa bisa sampai berhari - hari? apa kamu di hari berikutnya setelah dia tenang kamu tidak memberitahu dia kalo kamu punya pacar?.


Fandy : "Belum Nisa".


Annisa : "Itu namanya kamu yang sengaja untuk tidak memberitahu dia tentang aku, dan kamu tidak mau kalo orang lain tau bahwa kamu punya pacar. Iya kan?"


Fandy : "Enggak Nisa bukan gitu, aku bukan orang yang kayak gitu Nisa".


Annisa : "Buktinya kan kamu bisa tuh nggak kasih tau dia kalo kamu punya pacar".


Fandy : "Karena aku masih kasihan sama dia Nisa" .

__ADS_1


Annisa : " Terus kenapa kamu nggak hubungi aku? kenapa kamu tidak mau angkat telpon ku? kenapa kamu tidak ada kabar saat itu? kamu terbawa suasana?" nada Nisa tinggi.


Lanjut episode 8


__ADS_2