TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Riska yang sudah meminta maaf ke Ambar sebenarnya masih menyimpan


dendam, tetapi Edi melarangnya karena bisa menghancurkan dirinya sendiri. Saat


itu Riska yang masih kesal karena kata-kata Ambar mencoba untuk tersenyum


supaya dia tidak di sudutkan atau di anggap sebagai Wanita yang tidak tau aturan,


apa lagi Ambar kalau bicara suka menyakitkan hati, mangkannya Riska lebih


memilih untuk diam saja.


Mereka duduk berdampingan, makan bersama dan masih ada Edi


juga disana. Edi yang masih merasa canggung dengan Nisa karena cintanya selalu


di tolak, Nisa juga merasa tidak enak dengan Riska dan Edi kenapa bisa menjadi


seperti ini. Di saat ada Ambar disana semua baik-baik saja, Riska dan Edi juga


bersikap biasa saja ke Nisa, tetapi jika Ambar dan Aisyah tidak bersama Nisa


maka Riska dan Edi cuek dengan Nisa, tidak mau menyapa Nisa, bahkan tidak mau melihat


Nisa sedikitpun.


Setelah mereka makan, Riska yang sudah habis duluan segera pamit


karena sudah tidak tahan jika bersama dengan mereka di warung itu.


“Ibu,,, saya sudah selesai makan bu, tolong dong di total


ini habis berapa bu”. Ujar Riska kepada ibu penjaga kantin karena dia sudah selesai


makan dan meminta tolong untuk di hitung habisnya berapa.


“Iya Riska,,, bagaimana?”. Tanya ibu kantin yang tidak


mendengar bahwa Riska meminta untuk di hitung jumlah makanan yang di makan


Riska dan segera membayarnya.


“Ini bu, Riska minta tolong di hitungkan karena Riska sudah


selesai bu”.


“Oh iya Riska tadi makan apa saja?”.


“Makan nasi+sayur, telur dadar, gorengan tahu bakso bu,


minumnya Es Teh bu”.


“Oh ya Ris, untuk nasi+sayur 7.000, telur dadar 3.000, tahu


bakso 1.000, es teh nya 3.000 Ris jadi totalnya 14.000”.


“Ini ya bu uangnya”. Sambil menyodorkan uangnya ke ibu penjaga


kantin sebesar 50.000.


“Uangnya nggak ada yang kecil aja Ris?”.


“Nggak ada bu, adanya Cuma itu bu kan hari senin ini”.


“Yasudah Ris tunggu sebentar ya ibu ambil kembalian dulu”.


Sambil nunggu kembalian, Riska di tanya Ambar.


“Kok kamu buru-buru banget sih Ris, ada apa emang?”.


“Tidak apa-apa kok Mbak, aku Cuma pengen langsung ke kelas


aja gitu”.

__ADS_1


“Kok tumben buru-buru banget, biasanya kan kamu masih


nungguin kita dulu dan masih bercanda ngumpul disini sampai jam masuk kelas,


sampai bel sekolah berbunyi, aneh banget deh”.


“Apa sih Mbak, tidak kenapa-kenapa kok Mbak, kan aku capek


aja gitu loh soalnya kemarin aku baru ada acara jadi bentar aja udah capek Mbak”.


“Oh, bukan karena males sama kita ya?”.


“Husss Beb kamu nggak boleh gitu”. Sahut Nisa


“Ya kan aneh aja gitu ya, biasanya dia itu suka ngumpul sama


kita semua sampai masuk lagi tapi kamu lihat sekarang dia buru-buru balik


kedalam kelas”.


“Yasudah sih biarin aja dia lagian juga urusan dia kamu


nggak perlu ikut campur Beb, dia juga kan punya privasi kehidupan yang tidak semua


tentang kita, dia juga mungkin saja lagi pengen ngumpul sama temen kelasnya”.


“Iya Beb aku juga tahu itu tap ikan nggak biasanya dia seperti


itu”.


“Iya nih Mbak ambar suka berprasangka buruk sama aku,


padahal kan aku biasa saja dan aku juga pengen sesekali ngumpul bareng sama


temen kelasku, masa iya aku harus ngumpul sama kalian terus nanti bosan haha”. Ujar


Riska dengan penuh candaan


“Ya aku nggak nyudutin kamu kok, Ok kamu punya privasi yang nggak


sama kita, kamu mau kemana, sama siapa dan mau ngapain, jadi kalau kamu kayak gini


ya pasti orang curiga dong”.


“Ya memang Mbak aja yang selalu curigaan sama aku gara-gara


masalah aku sama Mbak Nisa kemarin kan?”.


“Nggaklah sok tahu banget kamu, kalau kamu kayak gitu mah


urusan kamu bukan urusan aku”.


“Ya tapi ada buktinya kan kalau kamu memang kenapa-kenapa


tapi kamu nggak mau cerita karena kamu beranggapan bahwa Nisa dan aku itu jahat”.


“Hih susah ya ngomong sama kamu Mbak, yasudah sih kalau kamu


nggak nerima aku atau kamu nggak suka lihat aku ya tinggal kamu tutup aja mata


kamu supaya kamu nggak bisa lihat aku, dan kalau kamu nggak suka mendengar aku


berbicara ya tinggal tutup aja telingamu tidak usah mendengarkan apapun ocehanku,


nanti kalau ada kata-kata yang gimana juga pasti kamu kena mental jadi jangan


sok berani sama aku deh Mbak”.


“Aku kena mental? Kamu kali yang kena mental karena kamu itu


kan baperan, kalau dengar kata-kata yang nggak enak dikit juga marah, brontak nggak


jelas kayak anak kecil baru tantrum aja sih”.

__ADS_1


“Hih sudah dong jangan seperti itu kalian, aku itu sedih kalau


melihat kalian tidak bisa akur gitu”.


“Iya-iya Beb”.


“Dan kamu Riska, jangan suka membantah orang yang lebih tua


nanti kamu dosa loh”.


“Iya Mbak… aku minta maaf kalau kata-kata aku menyakiti hati


Mbak Nisa dan Mbak Ambar”.


“Iya deh sudah kita maafkan”.


“Terimakasih Mbak”.


“Iya sama-sama”.


Akhirnya Riska sudah mendapatkan kembaliannya kemudian Riska


pamit untuk Kembali kedalam kelas, dan tidak lama Edi yang tadi sedang asik


makan juga mau Kembali kedalam kelas, sempat di tahan juga oleh Ambar dan


Aisyah karena tidak biasanya dia seperti ini.


“Ini juga anak satu yang susah banget di bilangin, kamu mau


ke kelas juga”.


“Hehe iya Mbak soalnya aku memang ada keperluan dikelas”.


“Keperluan apa sih Ed, lagian kamu ketahuan banget bohongnya”.


“Ketahuan gimana sih Mbak aku itu memang ada keperluan”.


“Iya deh percaya kalau kamu ada keperluan”.


“Ya nggak gitu juga kali Mbak, kesannya seperti aku itu


bohong dan beralasan yang nggak jelas, aku bukan Riska yang suka bohong


ngelantur gitu”.


“Iya deh Iya aku percaya aja gitu”.


“Ya kesannya seperti nggak ikhlas gitu deh ya sama aku”.


“Udah ikhlas kok, santai aja deh kamu itu”.


"Kalau sudah ikhlas ya jangan nyindir-nyindir lagi gitu dong Mbak kan aku tersinggung".


"Ya kalau memang kamu tidak seperti itu kenapa harus tersinggung sih".


"Ya aku memang tidak seperti itu Mbak tapi aku punya perasaan juga, kan tadinya aku berantem sama Mbak Nisa dan Mbak Nisa juga sudah diam saja tapi Mbak yang selalu mancing-mancing emosi aku kan".


"Aku nggak mancing emosi kamu loh, mungkin kamu aja yang baperan".


"Hih sudah-sudah, apaan sih kalian itu". Ujar Nisa kesal


"Dia tuh Mbak suka cari gara-gara".


"Ambar sudah, kamu Riska juga sudah jangan membantah atau menanggapi kata-kata Ambar lagi, sekarang kamu balik kelas".


"Huuuuuu". Sorak Ambar


"Ambar,,, sudah dong jangan kayak anak kecil".


"Tauk tuh,,,".


"Kamu juga Riska,,, tolong diam".

__ADS_1


 


Kalian jangan lupa like dan komen ya biar author makin semangat lagi.....


__ADS_2