
Hai kalian apa kabar? maaf ya kalau author nggak pernah upload lagi soalnya baru proses skripsi nih, do'ain author lulus ya tahun ini...
Oke sekarang kita lanjut untuk ceritanya ya, kalian pasti sudah menunggu lama kan..
Setelah mereka berbincang-bincang, akhirnya bel sekolahpun berbunyi dan mereka juga sudah mendengarnya. Jho dan juga Rizka yang sudah mendengar bel itu langsung bergegas untuk masuk ke dalam kelasnya karena mereka ada mata pelajaran yang di ajar oleh guru super jutek dan juga galak, namanya ibu fitria.
Nisa berpamitan dengan Jho untuk masuk kelas karena memang mereka berbeda kelas.
"Wah bel sekolah sudah berbunyi, yuk kita masuk kelas nanti telat lagi masuknya soalnya di kelasku jam ini yang ngajar bu fitria jadi nggak bisa telat sedikitpun".
"Wah yasudah sayang kamu masuk kelas ya, nanti kalau kamu nggak masuk kelas sekarang malah nanti di hukum ya kan. Kamu kan tahu sendiri bu fitria itu seperti apa kejamnya".
"Iya ih aku sebel banget sama bu fitria karena dia hanya bisa baik dan lembut dengan murid laki-laki saja kalau sama murid perempuan mana bisa dia baik yang ada malah di hukum terus kalau telat atau berbuat kesalahan gitu".
"Iya kalau sama laki-laki tuh centil banget kayak cantik aja tuh orang, heran deh ya".
"Eh jangan gitu sayang, itu namanya kamu menghina fisiknya".
"Eh maaf sayang, aku bukan bermaksud untuk menghina fisik tapi aku cuma risih aja gitu loh kalau dia deketin aku".
"Emang kamu pernah di deketin?".
"Pernah lah, aku waktu tanya soal pelajaran malah dia seenaknya sendiri gitu loh kayak goda-godain aku terus juga kayak manja-manja gimana gitu padahal ya kita semua tuh nggak respon dia bahkan respon dia hanya karena pelajaran saja tapi kelakuannya membuatku risih dengannya".
__ADS_1
"Atau kamu nyamar jadi wanita saja yang pasti kamu nggak akan di sukai olehnya".
"Kamu pikir aku apa yang suruh jadi wanita, mau di bawa kemana harga diriku ke sekolah kok ngondek jadi wanita".
"Ya terus gimana dong yang biar kamu nggak di ganggu gitu sama dia, kan aku juga cemburu yang kalau kamu di deketin terus sama bu fitria. Nanti aku jadi ada saingannya buat nempel-nempel sama kamu yang".
"Ih apaan sih yang, ya enggak lah masa sayangku ini minder sih sama wanita seperti bu fitria. Lagian kan juga masih cantikan kamu sayang dari pada bu fitria dan aku juga nggak akan berpaling dari kamu hanya demi wanita lain yang tidak aku cintai".
"Ya kan kalau kamu di deketin terus sama dia, di tempel-tempel terus sama dia nanti lama-lama kamu suka loh yang sama dia".
"Kamu percaya kan sama aku yang? aku nggak akan suka sama perempuan seperti itu".
"Ya kali aja kan yang, soalnya kan namanya juga laki-laki pasti akan melihat dari sisi fisiknya, kalau fisiknya nggak mendukung berarti ya kenyamanannya yang".
"Bohong banget sih, berarti kamu nggak suka sama ibu gitu? kan ya nggak mungkin yang".
"Ya maksud aku orang luar sayang, aku nggak akan suka sama wanita luar manapun selain kamu sayang jadi tolong jangan berfikir seperti itu sama aku yang".
"Ya namanya pasangan pasti kan ada rasa takutnya yang, masa iya aku harus diam saja gitu kalau kamu di dekati wanita lain? aku harus senyum bahagia gitu? kan ya nggak mungkin yang, itu namanya aku nggak normal yang kalau aki diam saja".
"Ya nggak gitu juga dong yang, maksudnya jangan nuduh-nuduh aku yang nggak akan aku lakukan yang jadi plis ya percaya sama aku kalau aku tidak akan pernah menghianati kamu".
"Iya deh kalau gitu aku nggak akan cemburu marah-marah lagi, maaf kalau buat kamu risih ya. Emang dasarnya aku nggak bisa dewasa jadi aku nggak bisa menahan rasa cemburuku sama kamu".
__ADS_1
"Loh kok gitu sih yang, jangan gitu dong. Aku nggak risih yang, aku juga nggak nyalahin kamu kalau kamu mau cemburu itu wajar sayang tapi jangan berasumsi kalau aku akan sama wanita lain yang, aku tidak akan mendekati wanita manapun selain kamu".
"Alah itu cuma gombal aja, paling juga kamu bakalan marah sama aku bahkan kamu akan merasa risih lama-lama melihat kelakuan aku yang cemburuan".
"Aku bukan dia yang, kalau kamu mau cemburu juga itu hak kamu kan jadi aku nggak akan melarangnya sayang. Aku mencintai kamu sebelum aku mengenalmu, sebelum aku tahu wajah aslimu seperti apa, sebelum aku tahu fisikmu selengkap apa dan aku juga sudah berjanji dengan diriku sendiri sebelum aku bertemu denganmu kalau aku akan menerima kamu apa adanya, melengkapi kekuranganmu, menerima kelebihanmu dan setelah aku meng khitbahmu aku akan bertanggung jawab atas kamu sampai nanti. Dan aku akan menjadi garda depan di saat ada yang menyakiti kamu".
"Aku nggak akan pernah bisa menjadi dewasa seperti orang di luaran sana yang, kalau memang kamu mau cari orang yang lebih dewasa aku tidak apa-apa yang".
"Kamu tuh ngomong apa sih sayang, kamu lagi PMS ya atau lagi kenapa? yuk yuk kita beli ice cream atau coklat biar mood kamu balik lagi yang dari pada kamu ngomel-ngomel gitu sama aku cuma karena bu fitri".
"Nggak tahu ya, aku merasa sedih aja gitu kalau lagi sama kamu pas kamu cerita soal wanita lain dan aku juga nggak bisa menahan rasa emosiku untuk rasa cemburuku".
"Kamu jangan selalu menyalahkan diri kamu sendiri gitu dong sayang, aku tuh cuma cinta sama ibuku, ibumu dan kamu, jadi plis jangan membuat pikiranku kacau karena kamu sedih terus gitu yang. Aku minta maaf kalau memang kamu nggak suka dengan ceritaku tadi tapi aku harus bagaimana yang kalau kamu nggak suka sama bu fitri? apa aku harus pindah dari sekolah ini supaya aku nggak di dekati bu fitri lagi yang?".
"Ya nggak harus pindah sekolah juga yang".
"Terus gimana yang? aku harus menghindar yang seperti apa lagi supaya kamu nggak marah sama aku kan aku ada mata pelajarannya bu fitri jadi mau bagaimanapun aku menghindar maka dia akan selalu ada".
"Aku masuk kelas dulu yang, aku butuh tenang dulu".
"Yasudah semoga nanti pas sudah waktunya istirahat bisa balik lagi ya moodnya".
Rizka tanpa pamit langsung bergegas jalan ke kelasnya.
__ADS_1