
"Yasudah sih biarin aja beb orang Nisa juga nggak mau sama Edi kok jadi jangan di paksa".
Kata Aisyah
"Iya sih haha yasudahlah aku juga nggak mau kalau sahabat tercintaku ini tersakiti lagi cuma karena laki-laki yang tidak bertanggung jawab ya kan, nanti tau-tau dia juga berani kayak Ari kan malah sakit hati lagi ya beb".
"Nah betul jadi harus berhati-hati lagi kalau memilih laki-laki, jangan sampai masalalu yang buruk menimpa lagi, kan aku juga pengen bahagia, di sayang , di jadikan ratu selayaknya perempuan diluar sana".
"Yeee kalau itu aku juga mau".
"Ya bener kan haha siapa coba perempuan yang tidak mu di jadikan ratu sama pasangannya? kalau memang dia tidak mau di jadikan ratu sama pasangan dan merasa bisa hidup sendiri ya berarti dia wanita yang mandiri haha bukan wanita yang bod*h ya".
"Iya beb haha, yasudah kita happy aja dulu dengan kejombloan kita, malah kita bebas mau ngapain aja kalau kayak gini, nggak punya pacar, nggak punya gebetan, mau kemana-mana nggak harus izin dulu ya kan".
"Iya dong, nggak ada yang ngomel marah-marah juga, kita mau jalan jam berapapun atau sampai jam berapa juga nggak akan ada yang marahin kecuali orang tua kita".
"Iyalah, yang penting kita nggak pergi malam juga orang tua oke-oke aja ya kan, paling juga ditanya mau pergi kemana sama siapa, selebihnya tergantung kita pulangnya jam berapa dan harus tahu diri juga".
"Iya beb,,, eh nanti istirahat ke dua kita ke kantin yuk, aku laper banget soalnya".
__ADS_1
"Kenapa harus nunggu istirahat kedua kan sekarang kamu juga bisa makan".
"Hih kayak kamu baru kenal aku aja, kan aku kalau makan harus banyak dan nggak mau buru-buru jadi nanti aja kalau istirahat ke dua kan lebih panjang tuh waktunya jadi aku bisa menikmati makananku secara perlahan".
"Iya ya kan kamu makannya banyak, padahal badannya kecil loh, beda sama aku gini tapi malah makan paling banyak dia".
"Kecil-kecil makannya banyak, jadi larinya nasi kemana beb".
"Ke lambung sebelah kanan dan kiri haha".
"Berarti kamu punya lambung dua ya haha"
"Aneh-aneh aja ya ini anak, masa iya bakal kelaparan, kan aku juga lambungnya satu tapi nggak kelaparan juga tuh haha kamu itu bisa aja ya kalau menghibur temannya".
"Iya aku memang paling bisa menghibur teman, tapi tidak bisa menghibur diri aku sendiri".
"Ya iyalah, kamu itu kalau sedih juga ya harusnya orang lain yang menghibur, mana bisa kamu menghibur diri kamu sendiri, aneh-aneh aja".
"Haha betul sekali, selagi aku dibebaskan atau bebas dari apapun maka aku akan happy selamanya, nggak punya pacar nggak masalah tapi nanti kalau waktunya menikah ya menikah ya nggak, pacaran cuma bikin sakit hati aja".
__ADS_1
"Iya betul sekali, pacaran hanya buat sakit hati aja karena kita apa-apa nggak bebas, dan kalau di larang atau melarang masih yang bilang *Apaan sih kan kamu belum jadi siapa-siapa aku jadi nggak usah sok ngatur atau melarang aku deh* gitu ya kan, coba kalau udah suami pasti banyak ngeyelnya tapi tetap nurut ya walaupun memang buat suami kesel sama kita tapi kan kita bakal dosa jadi mikir-mikir kalau mau nyakitin hati suami".
"nah iya tuh, kalau misal dia melarang juga pasti larangannya baik, kita juga tidak bisa apa-apa karena memang kan kita harus nurut sama suami".
"Iya dong, mangkannya itu hayuk nikah buruan haha".
"Ya nggak sekarang juga dong, kita sebagai perempuan harusnya lebih berfikir secara matang, karena kita harus memikirkan bagaimana nanti anak kita, bagaimana sekolahnya, kehidupannya, dan bagaimana juga masa depannya, semua harus kita fikirkan, bagaimana nanti cara mengelola uang suami supaya tidak terlalu boros, bagaimana nanti kalau suami tidak bekerja, itu kita harus punya penghasilan sendiri juga walaupun memang tidak lebih besar dari gaji suami, tapi setidaknya kita punya penghasilan untuk jaga-jaga nanti suami tidak punya uang, kita masih bisa bayar sekolah anak, kita masih bisa kasih uang jajan ke anak tanpa harus membebani suami atau memaksa suami untuk segera bekerja, ya walaupun kita memang kadang harus sedikit memaksakan kalau suami tidak mengerti akan tanggung jawabnya, tapi kalau suami mengerti akan tanggung jawab ya kita nggak usah capek-capek kasih tahu dia lagi".
"Mangkannya beb cari suami harus hati-hati, harus selektif bener-bener karena kalau tidak pasti akan berdampak di kemudian hari, semua rumah tangga itu bisa saja sewaktu-waktu berantakan karena masalah ekonomi, keturunan, kesetiaan, dan juga KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga".
"Iya beb, dan kita juga harus punya bekal walaupun hanya menjadi wanita yang berpendidikan tinggi, supaya tidak di remehkan atau di injak-injak oleh laki-laki, kita berpendidikan tinggi kan tidak hanya untuk menyaingi laki-laki tapi untuk bekal kita sendiri karena seorang ibu itu adalah madrasah utama bagi anaknya, dan anak itu kan awal bicara yang menuntun ibunya jadi kalau ibunya tidak berpendidikan atau dalam arti SDM nya rendah maka tidak baik juga itu nanti dampaknya karena ibunya sering kasar ngomel-ngomel dan sering banget keluar kata-kata yang tidak layak di dengar seperti Anj*ng, Ba*i, Baji**an kan nanti yang rugi juga kita sendiri karena anak kita jadi kasar tidak tahu adab dan juga akan tidak sopan ketika berbicara dengan orang lain".
"Kita harus benar-benar memperhatikan lagi calon kita dan memperbaiki diri kita juga beb, semua harus seimbang karena kalau seimbang itu baik".
"Nah iya tuh haha".
Tiba-tiba Edi lewat didepan kelas Nisa untuk kembali ke kelasnya tanpa melirik Nisa sekalipun karena mungkin Edi masih kesal dengan Nisa, cintanya di tolak Nisa dan dia juga tidak mau membahas tentang percintaan lagi, setelah kejadian tersebut Edi jadi berubah dan Nisa merasa dia menjauh secara perlahan. Padahal Nisa ingin kalau mereka tetap menjadi sahabat ataupun teman karena Nisa tidak suka dengan yang namanya permusuhan mangkanya dia juga sedikit kecewa dengan Edi karena tidak konsisten dengan janji-janji persahabatannya di awal, dia melupakan segalanya setelah mencintai, ya memang tidak salah ketika kita mancintai seseorang dan cinta datang secara tiba-tiba tanpa diminta.
Mau lanjutnya? yuk like dulu gaes
__ADS_1