
Merekapun saling ikut mata pelajaran, dan setelah beberapa jam bel istirahat berbunyi....
***
kriiiinggggg saatnya istirahat yang pertama....
Riska yang lebih dulu selesai kelas bergegas keluar ruangan dan menuju ke kantin untuk menunggu Nisa di kantin tempat mereka janjian, dan entah kenapa di kantin tiba-tiba ada Edi yang sedang duduk sambil ngobrol dengan pemilik kantin.
"Aduh kenapa ada Edi sih, padahal kan aku mau ngomong penting banget sama Mbak Nisa tapi kenapa selalu ada dia". Kata Riska dalam hatinya yang sedang cemas memikirkan dia harus bagaimana, akan pindah tempat ngobrol atau bagaimana.
Edi yang sedang duduk santai masih belum melihat Riska yang sedang berada di depan kantin sedang memperhatikannya.
Tiba-tiba Nisa datang dari belakang dan ngagetin Riska karena sedang berdiri diam di depan kantin bukan malah masuk.
***
"Doooorrrr, kamu ngapain malah di sini? kenapa kamu nggak masuk aja sih kan katanya janjian sama aku di kantin kok malah di luar sih?". ( kagetnya Nisa ke Riska sambil menepuk pundaknya )
"Eh Mbak Nisa,,, ngagetin aja sih Mbak".
"Lagian aku perhatikan kamu dari tadi berdiri di sini gelisah malah cuma mandangi tempatnya aja nggak masuk-masuk, memangnya ada apa sih, atau kamu nungguin aku ya?".
"Hehe iya Mbak aku nungguin kamu soalnya dari tadi aku liatin kelasmu dan sudah mulai keluar kelas".
"Emmm ada Edi ternyata pantesan aja nggak mau masuk ke kantin, udah yuk masuk sama aku".
"Nggak gitu Mbak, kan aku mau ngobrol banyak sama Mbak tapi ada dia jadi ya canggung gitu lah Mbak nggak bisa los".
"Alah nggak bisa los apa kamu yang malu dan masih suka sama Edi haha".
"Apaan sih Mbak, jangan mulai deh Mbak aku sama Jo udah baik-baik aja nih nggak beda pendapat dan aku juga udah nggak emosi lagi sama si Jo mb jadi jangan godain aku gitu Mbak".
"Iya deh iya,,, yaudah yuk kita masuk kita ngobrol di dalam".
"Boleh nggak sih Mbak kalau kita ngobrolnya di luar aja? aku males banget loh kalau ada dia Mbak".
__ADS_1
"Jangan gitu ah, kalian kan sebelum jadian sudah berteman jadi kalau misalnya sudah putus ya harus kembali jadi teman baik jangan langsung benci gitu, Nggak baik loh Ris benci sama seseorang".
"Ya aku itu nggak benci Mbak cuma kayak ngerasa gimana ya, kalau aku bilang kecewa ya kecewe tapi kalau aku bilang benci sebenarnya aku nggak benci, cuma lebih ke menghindari fitnah aja gitu Mbak kan aku sudah sama Jo masa aku di situ tanpa Jo Mbak nanti di kira aku kesitu sengaja ketemu Edi lagi Mbak".
"Enggak, kan ada aku jadi dia nggak akan pernah berfikir kalau kamu kesini untuk menemui Edi tapi kamu kesini untuk menemui aku".
"Iya sih Mbak tapi kan aku nggak enak aja sama Jo masa iya aku ketemu Mbak tapi di sana ada Edi kan ya gimana gitu loh rasanya Mbak, aku merasa seperti menghianati walaupun aku nggak menghianati sih tapi ya namanya nggak enak itu gimana sih".
"Iya aku tahu kok, nggak usah berfikir jelek gitu ah sama orang nanti kalau benar-benar terjadi gimana, Jo itu sudah sangat pengertian loh sama kamu jadi jangan selalu berfikir negatif".
"Emmm gimana ya Mbak, kan aku juga takut gitu kalau dia ninggalin aku sama seperti Edi ninggalin aku Mbak".
"Jangan takut dia itu baik, dia tidak akan meninggalkan kamu dalam kondisimu seperti apapun".
"Iya deh iya... aku ikut Mbak aja".
"Yaudah yuk kita masuk, nanti keburu jam masuk kelas loh".
"Iya Mbak, kalau memang dia sayang dan serius sama aku pasti tidak akan pernah mendengar kata-kata mereka yang tidak terbukti".
"Iya Mbak, kan semua juga karena tuntunan dari Mbak Nisa. Coba aja kalau aku nggak nurutin kamu Mbak pasti akan salah langkah lagi".
"Syukur deh kalau kamu sadar diri jadi aku nggak capek-capek ingetin kamu soal ke egoisan kamu itu".
"Iya Mbak, yaudah yuk kita masuk".
Di saat Nisa dan Riska sudah masuk ke dalam kantin, di tempat lain ada Jo yang sedang mencari Nisa. Ada teman Riska yang memberitahu Jo bahwa Nisa sedang berada di kantin sekolah.
"Jo, kamu cari Riska?". Tanya teman Riska kepada Jo yang sedang kebingungan mencari Riska ada di mana.
"Iya nih, kamu lihat Riska nggak ya soalnya dia aku hubungi nggak di angkat jadi aku bingung mau cari dimana". Ucap Jo yang menjawab pertanyaan dari teman Riska
"Oh tadi sih aku lihat Riska ada di kantin Jo".
"Di kantin? kok tumben ya dia nggak bilang sama aku kalau mau ke kantin, lagian juga tumben banget dia ke kantin sendiri padahal dia setahuku nggak pernah mau ke kantin sendiri".
__ADS_1
"Riska nggak sendiri kok Jo, dia sama Edi deh kalau nggak salah tadi".
"Edi? kamu nggak salah lihat dia kesana sama Edi?".
"Enggak kok Jo, memang dia disana sama Edi tapi aku tidak memberhatikan sih dia ngobrol yang kayak gimana soalnya aku keburu kesini".
"Emm yaudah deh tidak apa-apa, kamu lihat dia sudah lama ke kantinnya?".
"Nggak lama sih, ya baru beberapa menit aja kok langsung aku tinggal kesini. Aku tadi agak kaget aja sih kok malah dia kesini sama Edi bukan sama kamu".
"Kamu yakin cuma ada Edi disana?".
"Datengnya Riska sih iya cuma sama Edi tapi kalau di kantinnya ya ramai, namanya juga kantin gimana sih kamu Jo".
"Ada Mbak Nisa kakak kelas Riska itu nggak? yang biasa sama Riska loh dulu, ada nggak?".
"Kayaknya sih nggak ada Jo".
"Dia tadi bilang sama aku mau ketemu Mbak Nisa kenapa malah jadi ketemu sama Edi".
"Ya aku tidak tahu Jo soalnya yang aku lihat ya dia di sana sama Edi bukan sama Nisa".
"Ngobrol-ngobrol gitu dia?".
"Iya dia becanda haha hihi gitu Jo. Lagian kamu sih Jo sudah tahu Riska orangnya seperti itu tapi malah kamu dekati apa lagi mau kamu jadikan istri. Dia itu nakal banget, egois, pokoknya memalukan".
"Heh nggak boleh gitu, menurut aku dia baik kok. Dia itu jadi seperti itu karena memang ada hasutan dari orang lain aja mangkanya nggak bisa kontrol egoisnya".
"Ya aku cuma mengingatkan sih, kalau kamu nggak percaya ya coba aja kesana".
"Oke terimakasih ya infonya".
"Iya Jo sama-sama".
Akhirnya Jo jalan ke kantin untuk memastikan Riska benar ada disana hanya dengan Edi atau bertemu dengan Nisa.
__ADS_1
Lanjut part berikutnya ya ...