TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI

TAK KU SANGKA TERNYATA PACARKU TELAH BERISTRI
Lanjut


__ADS_3

Saat itu Nisa langsung masuk ke kelasnya,dan Riska juga mengajak Edi untuk naik ke lantai dua yaitu ke kelas mereka masing-masing sambil menaruh curiga kepada Edi jika dia bermain api di belakangnya.


"Yang ayo kita ke kelas kamu nunggu apa lagi Mbak Nis kan udah masuk kelasnya".


"Apaan sih yang aku kan nggak nunggu mbak nisa,tadi cuma kebetulan aja dia juga mau ke kamar mandi makanya aku sekalian aja ngobrol sama dia".


"Ngobrol apa coba, curhat kamu? kan aku udah bilang kalau jangan curhat sama orang lain mending kamu itu curhatnya sama aku aja kan aku pacar kamu, hem gimana sih".


"Ya curhat dikit,lagian emang kenapa sih kalau aku cerita sama Mbak Nisa kan kamu juga sering cerita sama dia".


"Ya kan aku perempuan,kalau aku ya boleh-boleh aja dong nah kalau kamu kan laki-laki jadi nggak boleh curhat sama Mbak Nisa".


"Loh kan sama saja,nggak adil dong kalau kamu aja yang boleh curhat sama dia kan aku juga adiknya orang aku pacar kamu kok". Sambil melontarkan candaan ke Riska yang sedang cemburu dengannya.


"Ih adik apaan,emangnya kamu di anggap sama mbak Nisa?".


"Ya di anggap dong kan aku ganteng masak iya nggak di anggap kejam sekali dia kalo nggak nganggap aku sebagai adiknya juga".


"Ih pede banget kamu, coba sana tanya ke mbak Nisa".


"Ya kan tadi udah curhat dia juga udah nerima berarti kan dia nerima dong aku sebagai adiknya juga".

__ADS_1


"Iya deh iya,udah ah ayo kita masuk kelas nanti di marahin guru kalau kita di sini".


"Iya deh ayo".


Akhirnya mereka jalan ke kelas tanpa ada sedikit curiga lagi dari Riska ke Edi, jarak kelas Riska dan Edi memang tidak jauh tetapi duluan kelas Edi dari pada Riska tapi Riska belum sepenuhnya percaya dengan Edi karena dia memang gerak geriknya mencurigakan.


"Udah sana yang kamu masuk kelas".


"Iya yang dadah".


"Ok yang".


Disaat Riska juga sudah masuk kelas dia memang sedang jam kosong di kelasnya,kemudian dia mencoba jalan lagi ke ruangan edi dan dia melihat edi sedang asik chattingan main HP padahal Riska merasa tidak di chatt Edi sama sekali, Riska merasa curiga sebenarnya dia ini chattingan sama siapa?. Dia terus melihat sampai kapan Edi itu main HP chattingan dengan orang lain yang bukan Riska, karena Riska memang orangnya cemburuan jadi dia suka tiba-tiba marah nggak jelas sama Edi padahal dia belum tahu kebenarannya dengan siapa Edi chattingan.


Dia sudah lama mau putus dari Riska tapi masih kasihan dengan Riska karena Riska kalau sudah galau karena percintaan dia akan berbuat nekat untuk dirinya sendiri.


Dulu Riska pernah berbuat nekat karena mau di putusin Edi,kemudian Edi tidak tega dan memutuskan kembali ke Riska demi keselamatan Riska padahal Edi sudah tidak mencintai Riska lagi. Mau di paksakan seperti apa juga nggak akan pernah cinta lagi tapi ya bagaimana? Edi mau tidak mau ya harus bertahan dan cara satu-satunya supaya dia bisa putus dari Riska ya harus selingkuh karena kalau selingkuh Edi jadi punya alasan kalau dia mau putus dari Riska.


Edi sudah lama mencintai Nisa tapi Nisa selalu tidak mau dengan Edi karena memikirkan perasaan Riska yang memang sudah di amggapnya seperti adik kandungnya sendiri, Riska melihat Edi bermain HP langsung menegurnya dengan nada tinggi.


"Edi, kamu ngapain mainan HP padahal kan kamu nggak chattingan sama aku? kamu chattingan sama siapa?" Nada Riska yang tinggi sambil menarik badannya Edi membuat Edi kaget.

__ADS_1


"Apa-apaan sih kamu,kebiasaan ya suka kayak gini".


Karena nada suara Riska yang tinggi membuat semua teman-teman Edi di kelas menjadi kebingungan ikut kaget,sontak sorotan mereka langsung menuju ke Edi dan juga Riska.


"Kamu chattingan sama siapa sih? padahal kan kamu nggak chattingan sama aku kenapa kamu mainan HP terus?".


"Tahu dari mana kamu kalau aku mainan HP dari tadi?".


"Aku dari tadi lihat kamu selalu mainan HP sambil senyum-senyum sendiri, ih bikin aku sebel aja deh kamu itu".


"Harusnya kamu nggak usah teriak-teriak,kamu nggak malu apa di lihat sama semua orang? di lihat teman-teman sekelasku?".


Riska tersenyum malu sambil melihat ruang kelas itu,sudah banyak teman-teman Edi yang memperhatikan merek.


"Ya lagian kamu kayak gitu".


"Makanya jadi orang tuh nggak usa cemburuan gitu, kamu tahu nggak sih cara kamu kayak gini tuh buat aku ilfeel. Kamu permalukan aku di depan semua orang,di depan teman-temanku yang kamu tahu di sini masih banyak orang tapi kamu tetap melabrakku kesini tanpa memikirkan bagaimana aku nantinya,kamu cuma pentingkan diri kamu sendiri dari pada aku,kamu nggak pernah perduli apakah aku malu atau tidak dengan sikapmu yang kayak anak kecil itu. Aku capek Ris, aku sudah tidak tahan pacaran lagi sama kamu, kamu egois,suka permalukan aku di depan orang lain,kamu selalu memikirkan kesenanganmu sendiri tanpa memikirkan aku. Kita keluar aku mau ngomong serius sama kamu".


"Aku minta maaf yang, aku nggak akan ulangi ini lagi. Kalau aku cemburu ya wajar kan aku pacarmu harusnya kamu senang punya pacar yang memperhatikan kamu".


"Iya aku senang punya pacar yang memperhatikan aku tapi aku nggak suka punya pacar yang cemburuan sama aku,mementingkan keegoisannya sendiri dan tidak punya adab kayak kamu".

__ADS_1


"Apa nggak punya adab kamu bilang?".


"Iya,nggak punya adab sopan santun sama orang lain. Kamu hanya mementingkan diri kamu sendiri sampai lupa siapa dirimu,kamu permalukan aku marah-marah nggak jelas membuat aku bingung atas sikapmu,coba kamu intropeksi dirimu dulu apakah kamu sudah baik atau belum jangan asal nyuruh orang bertahan tapi kamu buat dia nggak nyaman,kalau kamu pengen aku nyaman sama kamu ya jangan egois jangan suka cemburu nggak jelas,cemburu tanpa tahu bagaimana kebenarannya harusnya kamu cari tahu sumbernya dulu benar atau tidaknya jangan asal jeplak aja ituh".


__ADS_2