
Edi sontak terdiam karena permintaan Nisa yang memang
membuatnya sangat terkejut, dia tidak menyangka kalau Nisa berani mengatakan
hal seperti itu. Riska juga yang tadinya marah tiba-tiba sedikit tersenyum
sumringah mendengar perkataan Nisa yang meminta Edi untuk pergi meninggalkan Nisa
dan jangan mendekati atau mengenalnya lagi.
“Kenapa kamu bicara seperti itu Nis, aku nggak nyangka kamu
berani mengucapkan itu kepadaku”. Jawaban Edi yang terlihat sedih karena
kata-kata Nisa
“Kenapa aku tidak berani,,, aku sudah mengingatkan kamu
untuk tidak membahas hal yang membuat Riska membenciku atau salah paham sama
aku, tapia pa kenyataannya kamu malah melakukan itu tanpa memikirkan bagaimana
aku nantinya dan kamu tidak memikirkan apa dampak yang akan terjadi padaku
kalau kamu menyatakan it uterus menerus sampai terdengar oleh Riska. Dan asal
kamu tahu ya Ed, aku tidak pernah mencintai kamu bahkan aku tidak memiliki rasa
sedikitpun sama kamu, jadi aku mohon dengan sangat jangan pernah lagi mengulang
kata-kata kalau kamu mencintai aku”.
“Kenapa kamu melarangku untuk mencintai kamu,,, bukannya itu
hakku ya karena aku sebagai laki-laki”.
“Tapi aku tidak suka kamu selalu membahas itu, dan aku nggak
ada rasa sama kamu jadi kamu jangan memaksa aku untuk mencintai kamu, jangan
selalu mengejarku sampai membuat aku risih sama kamu karena aku memang nggak
mau respect sama cinta kamu”.
__ADS_1
“Ok… aku tidak akan memaksa kamu untuk mencintai aku tapi
aku mohon dengan sangat sama kamu kalau kamu terima cinta aku dan mau pacarana sama
aku, kalaupun nanti kamu tidak bisa mencintai aku juga maka kita selesai dan
aku nggak akan ganggu kamu lagi”.
“Cinta bukan sebagai bahan percobaan Ed, kalau memang kamu
mencintai seseorang ya kamu harus tahu dulu dia mencintai kamu atau tidak
karena jika hanya kamu yang mencintai maka akan timbul rasa sakit yang luar biasa
dan hubungan itu juga nggak akan langgeng”.
“Iya aku tahu Nisa”.
“Kalau kamu tahu kenapa kamu masih melakukannya kepadaku?
Edi,, kita temenan udah lama dan kamu sudah pacarana sama Riska juga udah lama jadi
aku nggak mau kita semua hancur Cuma karena cinta”.
“Belum kok kita belum hancur selagi Edi mau mengakui
kesalaha, kamu juga mau meminta maaf sama Edi dan Edi melupakan perasaannya untukku”.
“Itu nggak akan mungkin bisa,,, karena sudah jelas Edi itu
nggak cinta sama kamu tapi kamunya aja yang memang kegatelan mau deketin Edi
terus”.
“Tolong di jaga ya mulut kamu Ris, yang sopan kalau berbicara
sama orang yang lebih tua. Oh aku jadi tahu ya sekarang bagaimana sifat kamu,
aku sering membela kamu juga karena kamu masih baik sama aku tapi sekarang aku
sudah tidak perduli siapa kamu karena aku kecewa sama kamu”.
“kecewa kenapa memangnya kan aku nggak lakuin kesalahan
__ADS_1
apa-apa”.
“Masih sok polos lagi,,, Aku sudah muak sama kamu karena
kelakuan kamu yang makin lama makin membuat aku jijik”.
“Eh di jaga itu mulut kalau ngomong”.
“Memang kenyataannya gitu kok, kenapa kamu malu aku katain
gitu di depan umum? Kalau malu ya memang
seperti itu rasanya di tegur didepan orang banyak. Kalau memang kamu merasa
tidak punya malu berarati urat malumu memang sudah putus”.
“Terserah kamu mau ngomong apa wleeeee”.
Kemudian Riska mencoba mengajak Edi pergi karena dia sudah
malas melihat wajah Nisa tapi di situ Edi sudah tidak mau lagi berurusan dengan
Riska karena dia memang egois, tiba-tiba Nisa membentak dan bilang kalau aku
nggak mau berurusan dengan kalian lagi jadi kalau kalian memang tidak mau
berteman denganku ya jangan pernah dekati aku karena aku mencari teman yang serius.
Dalam arti serius adalah teman yang mau diajak susah seneng bareng gitu.
Akhirnya di situ Nisa pergi meninggalkan Edi dan dia berlari ke kelasnya untuk menangis, dia sangat kecewa dengan Riska yang telah dia bela dari awal dan sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri.
Nisa tidak menyangka orang yang dia lindungi justru malah memfitnahnya dan tidak mempercayainya bahwa dia bukan seorang yang suka merebut cowo orang.
Di saat suasana sedang memanas, Riska malah merayu Edi untuk kembali dengannya tujuannya adalah untuk kemenangan dirinya sendiri supaya Nisa tahu bahwa tanpa dirinya Riska bisa memiliki Edi, dan tanpa Nisa juga Riska bisa menjadi kekasih Edi bahkan Istrinya Edi nantinya. Tetapi harapan Riska pupus karena Edi tidak menanggapi dirinya dan tidak mau kembali dengannya, Riska semakin geram dia tidak ingin kalau nantinya Edi tidak bersamanya maka akan bersama Nisa dan itu tidak akan membuatnya terima atas kekalahan.
Padahal memang aslinya Nisa tidak suka dengan Edi dan dia tidak mau semuanya berantakan, tapi mereka tidak mengerti perasaan Nisa, mereka hanya egois memikirkan diri sendiri yang bisa menguntungkan mereka seperti Edi yang ingin mendapatkan Nisa karena ingin terlihat gagah dan terkenal bisa menakhlukan wanita secuek Nisa.
Disaat Nisa di dalam kelas dia mencoba menahan dirinya,emosinya,dan air matanya supaya semuanya tidak jatuh secara bersamaan sehingga membuat orang lain bersimpati kepadanya. Nisa memang tipe orang yang tidak suka jika orang lain kasihan dengannya jadi dia ingin selalu terlihat perfect bukan terlihat lemah, dia tidak mau laki-laki juga melihat kelemahan dia karena kalau sampai laki-laki melihatnya lemah maka akan berbuat seenaknya dan tidak menghargainya.
Mangkannya Nisa selalu di hargai oleh laki-laki tapi kerap juga di tinggalkan laki-laki karena terlau polos,baik hati dan pendiam. Ya mungkin memang karena laki-lakinya saja yang tidak bersyukur memilikinya, Nisa memang orang yang bisa diajak susah dalam arti susah adalah mau di ajak hidup sederhana dan bisa menemani pasangannya dari 0 dan dia juga bisa mengerti pasangannya dalam keadaan susah maupun senang.
Tapi saat laki-laki itu berada pada titik kesuksesan mereka malah meninggalkan Nisa dengan wanita lain, sebenarnya Nisa tidak mempermasalahkan itu selagi dia belum menjadi suaminya, tapi menurut Nisa kalau memang pasangannya selingkuh ya biarkan saja Nisa juga ikut selingkuh. Untuk apa setia sama orang yang nggak mau setia, kalaupun mereka di larang untuk selingkuh maka tidak besar kemungkinan mereka akan mengulanginya lagi karena mengenai bab selingkuh itu dari hati dan dari watak yaitu hatinya memang suka atau karena dirinya ingin mendua, hanya itu saja tidak ada yang lainnya. Jadi kalau pacarnya Nisa selingkuh ya Nisa ikut selingkuh bukan malah marah-marah nggak jelas gitu.
__ADS_1